PERBANDINGAN PERENCANAAN JEMBATAN STRUKTUR BETON DAN JEMBATAN STRUKTUR BAJA DITINJAU DARI SEGI BIAYA

  • Diah Ayu Restuti Wulandari osen Program Studi Teknik Sipil, Universitas Narotama Surabaya
  • Subaidillah Fansuri Dosen Program Studi Teknik Sipil,Universitas Wiraraja
Keywords: Perencanaan Struktur Atas Jembatan, Jembatan Gelagar Balok T, Jembatan Gelagar Komposit, Dan Biaya

Abstract

Jembatan merupakan suatu sarana transportasi yang menghubungkan dua sisi tempat yang terhalang keadaan alam atau keadaan transportasi dengan tujuan dan fungsi yang berbeda-beda. Perencanaan jembatan di Desa Babbalan Kecamatan Batuan merupakan salah satu contoh, dimana fungsi jembatan yang akan dibangun adalah sarana transportasi utama untuk menuju ke RS. Baghraf Medika yang akan dibangun di lokasi perencanan jembatan tersebut. Sesuai kebutuhan dari pemilik RS. Baghraf Medika, maka ditentukan  lebar dan panjang jembatan yaitu dengan luas 144 meter2. Dengan terbatas waktu penyusunan penelitian ini, maka pada penelitian ini dikhususkan pada perencanaan struktur atas jembatan. Berdasarkan dari hasil penelitian dan hasil pembahasan tentang perbangdingan perencanaan struktur atas jembatan gelagar balok T dan jembatan baja komposit, menunjukkan bahwa pada struktur atas jembatan gelagar balok T mempunyai lendutan maksimal yang terjadi 0,0142 kNm dan dikatakan aman karena telah memenuhi syarat lendutan < 0,05 kNm. Sedangkan pada struktur atas jembatan baja komposit mempunyai lendutan maksimal 0,0440 kNm dan dikatakan aman karena telah memenuhi syarat lendutan < 0,05 kNm. Serta untuk anggaran biaya struktur atas jembatan gelagar balok T untuk bentang 12 m yaitu sebesar Rp. 657.238.300,00. Sedangkan untuk anggaran biaya struktur atas jembatan baja komposit untuk bentang 12 m yaitu sebesar Rp. 755.856.700,00. Sehinggan selisih perbedaan biaya antara perencanaan struktur atas jembatan gelagar balok T dan struktur atas jembatan baja komposit yaitu sebesar Rp. 98.618.400,00. Maka ditinjau dari segi biaya untuk struktur atas jembatan dengan bentang 12 m lebih efisien struktur atas jembatan gelagar balok T dari pada struktur atas jembatan baja komposit.

References

Direktorat Jendral Bina Marga. 2010. Pedoman Perencanaan Teknik Jembatan. Jakarta: Direktorat Bina Teknik.
Badan Standarisasi Nasional. 2004. Perencanaan Struktur Beton Untuk Jembatan (RSNI T-12-2004). Bandung: Badan Standarisasi Nasional.
Badan Standarisasi Nasional. 2005. Perencanaan Struktur Baja Untuk Jembatan (RSNI T-03-2005). Bandung: Badan Standarisasi Nasional.
Badan Standarisasi Nasional. 2005. Standar Pembebanan Untuk Jembatan (RSNI T-02-2005). Bandung: Badan Standarisasi Nasional.
Badan Standarisasi Nasional. 2008. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Jembatan (SNI 2833:2008). Bandung: Badan Standarisasi Nasional.
Supriyadi, Dr. Ir. Bambang., CES., DEA., Dan Muntohar, Agus Setyo., ST. 2014. Jembatan. Yogyakarta: Beta Offset.
Asroni, Ali. 2010. Kolom Pondasi & Balok T Beton Bertulang. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Fakultas Teknik Universitas Wiraraja Sumenep. 2017. Modul Pembelajaran Jembatan Struktur Baja. Sumenep: Fakultas Teknik Universitas Wiraraja.
Setiawan, Agus., ST., MT. 2013. Perencanaan Struktur Baja Dengan Metode LFRD. Jakarta: Erlangga.
Published
2018-03-27
Abstract viewed = 490 times
PDF downloaded = 215 times