KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TEPUNG DAUN KELOR DI CV. PUSAKA MADURA DESA PAKANDANGAN SANGRAH KECAMATAN BLUTO KABUPATEN SUMENEP

  • Ribut Santosa Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja Sumenep
  • Khoiratul Imamah Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja Sumenep
Keywords: Kelayakan Finansial, Tepung Daun Kelor

Abstract

Tepung daun kelor adalah tepung hasil dari penggilingan daun kelor yang di keringkan. Tepung daun kelor bisa di jadikan bahan baku pembuatan kue-kue, nugget dan bubur sebagaimana juga sama halnya dengan tepung terigu maupun tepung tapioka. Sehingga dengan kenyataan ini, tanaman kelor sangat memiliki prospek yang cukup bagus kedepannya, khususnya di Kabupaten Sumenep yang sangat berpotensi untuk dikembangkannya usaha tersebut. Lokasi pada penelitian ini dilakukan secara (purposive) atau sengaja yaitu di CV. Pusaka Madura di Desa Pekandangan Sangrah Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep. Tujuan penelitian.    Untuk mengetahui tingkat kelayakan finansial dan  pengaruh sensitivitas usaha tepung daun kelor di Desa Pekandangan Sangrah Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep  jika terjadi kenaikan harga bahan baku sebesar 10%. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis kelayakan finansial. kriteria investasi yang akan digunakan adalah NPV, Net B/C. IRR, PP dan Sensivitas 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NPV sebesar Rp. 15.499.300; Net B/C sebesar 4,85; IRR sebesar 48% dan PP nya dengan jangka waktu 2,86 tahun ( 2 tahun 10 bulan 10 hari). Hasil tersebut dapat disimpukan bahwa usaha tepung daun kelor di CV. Pusaka Madura menguntungkan dan layak dikembangkan. Selain itu, hasil dari analisis sensitivitas dengan kenaikan harga bahan baku daun kelor sebesar 10% diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 12.684.722; Net B/C sebesar 4,27; IRR sebesar 44% dan PP nya dalam jangka waktu 3 tahun 4 bulan 10 hari.  Sehingga usaha tepung daun kelor di CV. Pusaka Madura masih layak  untuk diusahakan.

References

Aditya Nugraha, 2013. Bioaktivitas Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Eschericia Coli Penyebab Kolibasilosis Pada Babi. Program Studi Kedokteran Hewan Program Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar.
Anwar, F., Latif, S., Ashraf, M., Gilani, A.H., 2007. Moringa oleifera: a food plant with multiple medicinal uses. Phytother. Res. 21, 17–25
Downey, W. David dan Erickson, Steven P. 2001. Manajemen Agribisnis. Erlangga. Jakarta.
Gittinger, J.P. 1986. Analisa Proyek-Proyek Pertanian. Edisi Kedua. Jakarta: Universitas Indonesia.
Husnan, S dan Suswarno, 2000. Studi Kelaykan Proyek. Edisi ke-4. UPP. AMD. YKPN. Yogyakarta.
Kadariah, L. Karlina dan C. Gray. 1986. Evaluasi Proyek. Analisis Ekonomis. LPFE. UI. Jakarta
Kartasapoetra, G. 2000. Manajemen Penanaman Modal Asing, Bina Aksara, Bandung.
Mubyarto. 1986. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3BS. Jakarta.
Rudianto, Syam, A dan Alharni, S. 2009. Studi Pembuatan dan Analisis Zat Gizi Pada Produk Biskuit Moringa Oleifera Dengan Subtitusi Tepung Daun Kelor. Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/11378/RUDIANTO%20K21110308.pdf?sequence=1 /Akses 25 Januari 2017.
Theodorus M. Tuanakotta, 2000. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Penerbit Salemba Empat
Umar. H. 2005. Study Kelayakan Edisi 3. Terbitan. Gramedia Pusaka Utama. Jakarta
Zakaria, Tamrin, A., Sirajudin, dan Hartono, R., 2012. Penambahan Tepung Daun Kelor Pada Menu Makanan Sehari-Hari Dalam Upaya Penanggulangan Gizi Kurang Pada Anak Balita Jurusan Gizi Poltekkes Kesehatan Kemenkes. Makassar. https://jurnalmediagizipangan.files.wordpress.com/2012/07/Di Akses 25 Januari 2017
Published
2018-12-20
Abstract viewed = 727 times
PDF downloaded = 1209 times