PERENCANAAN USAHATANI PISANG KEPOK SISTEM PERTANAMAN TUMPANG SARI DI DESA SENDANG KECAMATAN PRAGAAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI

  • Taurina Fika Hartatik Program Studi Agribisnis Fakultas PertanianUniversitas Wiraraja Sumenep
  • Ida Ekawati Program Studi Agribisnis Fakultas PertanianUniversitas Wiraraja Sumenep
  • Henny Diana Wati Program Studi Agribisnis Fakultas PertanianUniversitas Wiraraja Sumenep
Keywords: Perencanaan Usahatani, Pisang Kepok Sistem Tumpang Sari

Abstract

Pisang merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi relatif tinggi dan memiki prospek pasar yang cukup cerah. Permintaan pisang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Kandungan gizinya yang baik bagi kesehatan mendorong masyarakat Kabupaten Sumenep untuk meningkatkan produksi pisang dengan cara membudidayakannya secara monokultur (dikebunkan). Namun sistem pertanaman ini rentan terserang hama dan penyakit. Oleh karenanya perlu dirancang sistem pertanaman polikultur untuk mengatasi hal tersebut serta mewujudkan keberlanjutan produksi. Tujuan penelitian ini yaitu merancang model sistem pertanaman polikultur tumpangsari, menganalisis efisiensi usahatani, serta mengetahui modal usahatani yang diperlukan. Penelitian dilaksanakan di Desa Sendang Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep yang merupakan sentra produksi pisang kepok. Pelaksanaan penelitian  terdiri atas empat tahapan, yaitu pengumpulan data melalui survey, perancangan model usahatani, analisis efisiensi model usahatani. Berdasarkan kondisi biofisik lahan dan memperhatikan prinsip ekologi dan agronomis berhasil dirancang empat model polikultur Alley-Cropping, yaitu a) model pertama meliputi pisang, kelor, cabe, kacang tanah, kacang hijau, cabe rawit dengan dua lorong; b) model 2 meliputi pisang, kelor, cabe jamu, kacang tanah, kacang hijau, buah naga dua lorong; c) model 3 meliputi pisang, kelor, cabe jamu, kacang tanah, kacang hijau, cabe rawit dengan tiga lorong; d) model 4 meliputi pisang, kelor, cabe jamu, kacang tanah, kacang hijau, buah naga tiga lorong. Keempat model tersebut diestimasi dapat meningkatkan pendapatan petani. Pendapat tertinggi ditunjukkan model 3 dengan tingkat efisiensi R/C sebesar 2,16.

References

Arifin, Z., Istiqomah, N., dan Fatmawati. 2011. Pemupukan Spesifik Lokasi Pada Jagung Di Kabupaten Sumenep. Seminar Nasional Serealia
Badan Pusat Statistik (BPS). 2015. Sumenep. http://sumenepkab.bps.go.id/index.php/publikasi/111 [18Maret 2016]
Hermawati, D.T. 2016. Kajian Ekonomi Antara Pola Tanam Monokultur Dan Tumpangsari Tanaman Jagung, Kubis Dan Bayam. Inovasi. 18 (1): 66-71.
Hoddi, A.H., M.B.Rombe, dan Fahrul. 2011. Analisis Pendapatan Peternakan Sapi Potong Di Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru. Jurnal Agribisnis 10 (3) :98-109
Mudjajanto, E.S., Dan L. Kustiyah. 2006. Membuat Aneka Olahan Pisang: Peluang Bisnis yang Menjanjikan. Jakarta: AgroMedia Pustaka.
Surahman, D.N. 2007. Agroindustri Sebagai Langkah Nyata Dalam Peningkatan dan Percepatan Ekonomi Masyarakat. Artikel Inovasi menebar Ilmu dan Teknologi membangun kemandirian edisi 05. ISSN: 1907-1655: 20-21
Suratiyah , K. 2006. Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya
Terry, G.R.,dan Leslie, W.T. 1982.Dasar-DasarManajemen. Jakarta: Bumi Aksara
Toha, A. H. A. 2013. Konservasi Biodiversitas. http://ibcraja4.org/assets/file/Buletin05Oktober2013.pdf. Diakses Tanggal 21 Mei 2017
Sukanata,I.W., Suciani, Parimartha, K.W.,Putri, B. R. T., dan Suranjaya, I G. 2014. Analisa Pendapatan Dan Efisiensi Ekonomis Penggunaan Pakan Pada Usahatani Penggemukan Sapi Bali (Studi Kasus Di Desa Lebih, Kabupaten Gianyar). Majalah Ilmiah Peternakan. 17 (1) :20-24
Zulkarnain. 2009. Dasar-DasarHortikultura. Jakarta: PT BumiAksara
Published
2018-11-29
Abstract viewed = 640 times
PDF downloaded = 446 times