PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP BUAH NAGA DI KABUPATEN SUMENEP
Abstract
Tanaman buah naga merupakan tanaman alternatif selain tembakau yang dibudidayakan petani di Kabupaten Sumenep karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Banyak konsumen yang menilai bahwa buah naga di Kabupaten Sumenep mempunyai rasa lebih manis serta dagingnya lebih padat dan daya tahannya lebih lama daripada buah naga yang ada di luar Pulau Madura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat preferensi konsumen terhadap buah naga dan faktor yang paling dominan menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli buah naga di Kabupaten Sumenep. Penentuan sampel ditentukan dengan metode insedental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 25 responden. Metode yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini adalah analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat preferensi konsumen terhadap pembelian buah naga di Kabupaten Sumenep terdiri atas variabel warna, harga, kualitas, rasa, dan varietas sebesar 79,342%, sisanya 20,658% dipengaruhi variabel lain di luar model. Preferensi konsumen terhadap buah naga di Kabupaten Sumenep yang paling dominan yang menjadi pertimbangan konsumen untuk membeli buah naga adalah faktor 1 (kualitas, rasa, varietas).
References
_______. 2010. Marfologi Buah Naga http://sogolagro.wordpress.com./2011/03/23/buah-naga/#more-166
Nugroho. 2011. Its Easy Olah Data dengan SPSS. Skripta. Yogyakarta.
Sugiono. 2012. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta. Bandung.
Suliyanto. 2005. Analisis Data dalam Aplikasi Pemasaran. Ghalia. Indonesia.
Sunarmani. 2009. Preferensi Konsumen Bunga Potong Alpinia. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian. Bogor.
Supranto. 2011. Prilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Edisi 2. Mitra Wacana Media.
Susanti. 2011. Analisis Prilaku Konsumen terhadap Buah Naga di Kota Medan. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.
Jurnal Pertanian Cemara allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions. Finally, the journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions.
In most cases, appropriate attribution can be provided by simply citing the original article, for example:
Fatmawati, Ika dan Wahyudi, Didik (2015). POTENSI RUMPUT LAUT DI KABUPATEN SUMENEP. JURNAL PERTANIAN CEMARA, 12(1), 1-18. doi:https://doi.org/10.24929/fp.v12i1.193

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






.png)

3.png)
