PENAMBAHAN DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix) TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK TELUR PINDANG

  • Jumriati Jumriati Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin
  • Trisusanti Trisusanti Program Studi Teknologi Pakan Ternak, Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Politeknik Negeri Tanah Laut
Keywords: Daun Jeruk Purut, Uji Organoleptik, Telur Pindang

Abstract

Telur pindang salah satu produk olahan tradisional berbahan dasar telur yang masih banyak diminati oleh Masyarakat. Telur pindang diolah melalui kombinasi proses penggaraman dan perebusan dengan menggunakan bahan penyamak protein. Daun jeruk purut diketahui terdapat senyawa bioaktif seperti minyak atsiri, saponin, steroid, dan flavonoid. Kandungan tersebut sangat sesuai untuk meningkatkan kualitas organoleptik produk pangan, terutama dari segi aroma dan cita rasa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat penambahan daun jeruk purut yang paling sesuai pada proses pembuatan telur pindang terhadap kualitas organoleptik telur pindang seperti aroma, cita rasa, kekenyalan, warna dan kesukaan. Penelitian ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (1%), P2 (2%), dan P3 (3%). Parameter yang diamati mencakup uji organoleptik terhadap aroma, warna, cita rasa, kekenyalan, serta tingkat kesukaan. Hasil penelitian membuktikan bahwa pemberian daun jeruk purut berpengaruh sangat signifikan (P<0,01) terhadap kualitas organoleptik telur pindang. Semakin tinggi tingkat penambahan daun jeruk purut, semakin meningkat nilai aroma, warna, cita rasa, dan tingkat kesukaan kemudian peningkatan tersebut menurunkan nilai kekenyalan telur pindang yang membuat tekstur telur pindang mejadi lebih padat serta lebih awet.

References

Adrianto, M., Yotopranoto, S dan Hamidah. 2014. Efektivitas Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix), Jeruk Limau (Citrus amblycarpa), dan Jeruk Bali (Citrus maxima) Terhadap Larva Aedes aegypti. Aspirator, 6(1):1-6.
Amalia, N. R., Gusnadi, D dan Sumarsih, U. Modifikasi Butter Cookies Berbasis Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix D.C). e-Proceeding of Applied Science, 10(1): 149-152.
Angendari M.D. 2015. Pemanfaatan kulit bawang merah sebagai pewarna kain dengan teknik jumputan menggunakan mordan tawas, kapur, dan tunjung, Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 12(1): 35- 46.
Devy, N. F., Yulianti, F dan Andrini. 2010. Kandungan Flavonoid dan Limonoid pada Berbagai Fase Pertumbuhan Tanaman Jeruk Kalamondin (Citrus mitis Blanco) dan Purut (Citrus hystrix Dc.). Jurnal Hortikultura Indonesia, 20(1):360-367.
Gaspersz, Vincent. 1991. Metode Perancangan Percobaan. Bandung: CV. Armico.
Hakim, E. A., Kusfriyadi, M. K. dan Sera, A. C. 2019. Pengaruh sumber tannin terhadap kadar protein dan daya simpan telur pindang. Jurnal Riset Gizi, 7(2): 97-102.
Kadir, E. 2017. Kualitas Organoleptik Telur Pindang dengan Penambahan Level Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dan Lama Perebusan yang Berbeda. oai:repository.unhas.ac.id: 123456789/26623.
Konczak, I., Zabaras, D., Dunstan, M and Aguas, P. 2010. Antioxidant capacity and phenolic compounds in commercially grown native Australian herbs and spices. Food Chemistry 122 (1): 260-266.
Licina, B. Z., Stefanovic, O. D., Vasic, S. M., Radojevic, I. D., Dekic, M. S dan Comic, L. R. 2013. Biological activities of the extracts from wild growing Origanum vulgareL. Jurnal Food Control. 33: 498-504.
Ninsix, R. 2012. Pengaruh ekstraksi lemak terhadap rendemen dan karakteristik tepung ampas kelapa yang dihasilkan. J. Teknologi Pertanian, 1 (1): 1-16.
Nusi, S., Rotinsulu, M. D., Tamasoleng, M dan Hadju, R. 2020. Kualitas fisik dan kimia telurpindang menggunakan daun jambu biji (Psidium guajava l) serta garam NaCl dengan konsentrasi berbeda. Zootec, 40(2): 615 – 625.
Putra, A. dan Novitasari, R. 2014. Studi perbandingan ekstrak daun bakau (rhizophora mangle l) dan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava l) yang digunakan sebagai bahan penyamak alami dalam perbuatan telur pindang. Jurnal Teknologi Pertanian, 3(1): 61-70.
Rotinsulu, M. D., Lomuli, S. W., Karisoh, R. M., Tinangon, R. M dan Sakul, M. 2022. Kadar air, kekuatan gel dan organoleptik telur pindang dengan penggunaan garam NaCl dan kulit bawang merah (Allium Ascalonicum L). Zootec, 42(1): 189 – 198.
Sait, S. dan Lubis, E. H. 1991. Pengaruh Cara Isolasi Minyak Atsiri dari Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C) terhadap Sifat Wangi-Dasar (fragrant principle) Aslinya. Bogor: Balai Penelitian Kemurgi dan Aneka Industri.
Salam, F., Liputo S dan Une S. 2021. Pengaruh Penambahan Daun Jeruk Purut (Citrus hyrstix D.C) Terhadap Kerusakan Abon Ikan Tongkol (Euthynnus affinnis) Selama Penyimpanan. Jambura Journal of Food Technology, 3(2):27-37.
Stevi, G. D., Dewa, G. K dan Vanda, S. K. 2012. Dalam jurnal hasrianti dan Amaliah Ulpah (2015). Peningkatan Kualitas Telur Ayam ras dengan Perendaman Dalam Larutan Teh. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bogor. Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, 12(3), 124 – 128.
Susiwi. 2009. Penilaian Organoleptik. Bandung: Pendidikan Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia.
Wulandari, Y. W dan Mustofa, A. 2017. Pengaruh Perlakuan Penggilingan Terhadap Rendemen Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C) dengan Metode Destilasi Air. Joglo Jurnal Pertanian dan Pangan. 29(1):1-9.
Published
2025-11-21
Abstract viewed = 118 times
PDF downloaded = 114 times