IDENTIFIKASI DAN INTENSITAS PENYAKIT BULAI PADA JAGUNG DI DUA KETINGGIAN TEMPAT

  • Alma Endah Ukhtani Mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Universitas Nahdlatul Purwokerto
  • Heru Adi Djatmiko Dosen Program Studi Proteksi Tanaman, Universitas Jenderal Soedirman
  • Ratna Dwi Hirma Windriyati Dosen Program Studi Agroteknologi, Universitas Nahdlatul Purwokerto
Keywords: Jagung, Ketinggian, Penyakit Tanaman, Peronosclerospora maydis

Abstract

Jagung merupakan bahan pangan pokok masyarakat Indonesia serta dimanfaatkan sebagai pakan ternak ataupun unggas. Produksi jagung di dunia menempati urutan ketiga setelah padi dan gandum. Kecamatan Sumbang merupakan Kecamatan di Kabupaten Banyumas yang mempunyai luas pertanaman jagung tertinggi pada tahun 2015. Kendala dalam usaha budidaya jagung diantaranya adalah adanya penyakit. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui tingkat serangan bulai pada jagung di dua ketinggian tempat yang berbeda di Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi patogen penyebab penyakit bulai pada jagung dan membandingkan kerusakan jagung karena penyakit bulai di dua ketinggian tempat. Penelitian menggunakan metode Stratified Purposive Random Sampling, di lahan tanaman jagung Kabupaten Banyumas pada dua ketinggian tempat yaitu di Kelurahan Karangwangkal (114 mdpl) dan Desa Sikapat (355 mdpl). Setiap lahan dibagi menjadi 5 titik dan setiap titik diambil 10 sampel tanaman. Patogen yang menyebabkan penyakit bulai di Kelurahan Karangwangkal dan Desa Sikapat disebabkan oleh Peronosclerospora maydis. Kerusakan tanaman akibat penyakit bulai di Kelurahan Karangwangkal dan Desa Sikapat termasuk dalam kategori serangan berat dan sama antara dua ketinggian. Intensitas penyakit di Kelurahan Karangwangkal yaitu 61% dan di Desa Sikapat yaitu 51%.

References

Adhi, S. R., Widiantini, F., & Yulia, E. (2019). Metode inokulasi buatan untuk menguji infeksi Peronosclerospora maydis penyebab penyakit bulai tanaman jagung. Jurnal AGRO, 6(1), 77–85. https://doi.org/10.15575/4409
Amara, K., Nirwanto, H., Harijani, W. S., & Imanadi, L. (2020). Model Perkembangan Penyakit Bulai Pada Berbagai Varietas Di Kabupaten Mojokerto. Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi, 8(1), 9–22. https://doi.org/10.33005/plumula.v8i1.33
Badan Pusat Statistik. (2016). Kabupaten Banyumas Dalam Angka (BPS (ed.)). BPS Kabupaten Banyumas. ttps://banyumaskab.bps.go.id/id/publication/2017/08/07/c4cf960e2002eb294bcb5aec/kabupaten-banyumas-dalam-angka-2016.html
Badan Pusat Statistik. (2022). Kabupaten Banyumas Dalam Angka 2022 (Supriyadi (ed.)). BPS Kabupaten Banyumas. https://banyumaskab.bps.go.id/id/publication/2022/02/25/0b57c6a1da99bb1e54bdaec3/kabupaten-banyumas-dalam-angka-2022.html
Hermawati Tri, D. (2016). Kajian Ekonomi Antara Pola Tanam Monokultur Dan Tumpangsari. Inovasi, 18(1), 66–71.
Kementerian Pertanian. (2020). Statistik Konsumsi Pangan Tahun 2020. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 3(April), 7.
Khoiri, S., Badami, K., Pawana, G., & Utami, C. S. (2021). Efektivitas Isolat-Isolat Bacillus sebagai Pengendali Penyakit Bulai dan Pemacu Pertumbuhan Tanaman Jagung pada Kondisi Terkontrol. Rekayasa, 14(2), 144–151. https://doi.org/10.21107/rekayasa.v14i2.10270
Kurniawan, A., Prasetyo, J., & Suharjo, R. (2017). IDENTIFIKASI DAN TINGKAT SERANGAN PENYEBAB PENYAKIT BULAI DI LAMPUNG TIMUR, PESAWARAN, DAN LAMPUNG SELATA. Jurnal Agrotek Tropika, 5(3), 163–168.
Loekas Soesanto, Manan, A., & Endang Mugiastuti. (2019). Sosialisasi Dan Aplikasi Metabolit Sekunder Mikroba Antagonis Untuk Mengendalikan Penyakit Dan Meningkatkan Hasil Tanaman Jagung Di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Jurnal Abditani, 2(2), 60–66. https://doi.org/10.31970/abditani.v2i0.32
Matruti, A. E., Kalay, A. M., & Uruilal, C. (2018). Serangan Perenosclerospora spp Pada Tanaman Jagung Di Desa Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon Baguala Kota Ambon. Agrologia, 2(2), 109–115. https://doi.org/10.30598/a.v2i2.265
Milati, L. N., & Nuryanto, B. (2019). Periode Kritis Pertumbuhan Tanaman Padi terhadap Infeksi Penyakit Hawar Pelepah dan Pengaruhnya terhadap Hasil Gabah. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 3(2), 61–66.
Muis, A., Nonci, N., Dan, S. H. K., & Azrai, M. (2019). Respon Genotipe Jagung Hibrida Terhadap Tiga Jenis Penyakit Utama (Peronosclerospora sp., Bipolaris maydis, dan Puccinia polysora). Buletin Penelitian Tanaman Serealia, 3(1), 27–38.
Nugraha, I. S., Prasetyo, J., Ivayani, I., & Akin, H. M. (2021). Karakterisasi Secara Morfologi Patogen Bulai Pada Tanaman Jagung Di Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Agrotek Tropika, 9(2), 199. https://doi.org/10.23960/jat.v9i2.5017
Pakki, S. (2017). Kelestarian Ketahanan Varietas Unggul Jagung terhadap Penyakit Bulai Peronosclerospora maydis. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 1 (1), 37.
Prasetyo, J., Ginting, D. F., Nurdin, M., & Sudiono, S. (2021). PENGARUH LAMA ASOSIASI Trichoderma spp. DENGAN AKAR TANAMAN JAGUNG TERHADAP PENYAKIT BULAI DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG. Jurnal Agrotek Tropika, 9(3), 513. https://doi.org/10.23960/jat.v9i3.5363
Purwanto, D. S., Nirwanto, H., & Wiyatiningsih, S. (2016). Model Epidemi Penyakit Tanaman : Hubungan Faktor Lingkungan terhadap Laju Infeksi dan Pola Sebaran Penyakit Bulai (Peronosclerospora maydis) pada Tanaman Jagung di Kabupaten Jombang. Plumula, 5(2), 138–152.
Rustiani, U. S., Sinaga, M. S., Hidayat, S. H., & Wiyono, S. (2015). Ecological Characteristic of Peronosclerospora maydis in Java, Indonesia. International Journal of Sciences: Basic and Applied Research (IJSBAR) International Journal of Sciences: Basic and Applied Research, 19(1), 159–167. http://gssrr.org/index.php?journal=JournalOfBasicAndApplied
Tanzil, A. I., & Purnomo, H. (2021). Potensi Fungisida Perlakuan Benih terhadap Perenosclerospora sp. penyebab Penyakit Bulai Jagung. Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.25047/agriprima.v5i1.401
Temaja, I. G. R. M., Wirya, G. N. A. S., Puspawati, N. M., & Syahdu, K. N. (2017). Penyakit Layu Bakteri Stewart pada Jagung di Bali. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 13(5), 184. https://doi.org/10.14692/jfi.13.5.184
Wahyuningsih, A., Setiyawan, B. M., & Kristanto, B. A. (2018). Efisiensi Ekonomi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi, Pendapatan Usahatani Jagung Hibrida Dan Jagung Lokal Di Kecamatan Kemusuk, Kabupaten Boyolali. Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 2(1), 1. https://doi.org/10.14710/agrisocionomics.v2i1.2672

Wartapa, A., Slamet, M., Ariwibowo, K., & Hartati, S. (2020). TEKNIK BUDIDAYA JAGUNG (Zea Mayz L) UNTUK MENINGKATKAN HASIL. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 26(2), 1–13. https://doi.org/10.55259/jiip.v26i2.193
Widiantini, F., Pitaloka, D. J., Nasahi, C., & Yulia, E. (2018). PerkecambahanPeronosclerospora spp. Asal Beberapa Daerah di Jawa Barat pada Fungisida Berbahan Aktif Metalaksil, Dimetomorf dan Fenamidon. Agrikultura, 28(2), 95–102. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v28i2.15753
Published
2025-11-21
Abstract viewed = 157 times
PDF downloaded = 148 times