IDENTIFIKASI RESPON PERTUMBUHAN GENOTIPE Moringa Oleifera (L) DALAM MENINGKATKAN KOMPONEN HASILPRODUKSI

  • Isdiantoni Isdiantoni FakultasPertanian, Universitas Wiraraja
  • Henny Diana Wati Fakultas Pertanian, Universitas Wiraraja
Keywords: Moringa Oleifera (L), Teknik Pemangkasan, Produksi

Abstract

Tanaman kelor (Moringa Oleifera(L) tumbuh baik di pekarangan tanpa
adanya teknik budidaya. Saat ini penelitian tentang MoringaOleifera(L) lebih
banyak di bidang farmakologinya saja, oleh karena itu perlu adanya penelitian di
bidang teknik budidaya yang tepat. Teknik budidaya dengan pemangkasan yang
tepat diharapkan mampu menghasilkan produksi yang lebih baik. Penelitian ini
mencoba mengidentifikasi pengaruh pemangkasan terhadap respon pertumbuhan
tanaman kelor (Moringa Oleifera(L)) dalam meningkatkan komponen hasil
produksi lebih baik atau tidak jika diberikan perlakuan pemangkasan.Hasil
pengamatan pada umur 90 HST terlihat bahwa semua parameter yang diujikan
terhadap komponen pertumbuhan dan produksi biomas genotipe Moringa
Oleifera (L) berpengaruh sangat nyata terhadap perlakuan pemangkasan.
Perlakuan teknik pemangkasan dengan ketinggian 120 cm dari atas permukaan
tanah menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman Moringa oleifera (L)
tertinggi. Berdasarkan data hasil pengamatan respon pertumbuhan genotipe
Moringa Oleifera (L) dalam meningkatkan komponen hasil produksi
mengindikasikan bahwa dengan perlakuan pemangkasan 120 cm dari permukaan
tanah yang berpengaruh sangat nyata. Oleh karena itu untuk teknik pemangkasan
tanaman Moringa Oleifera (L) perlakuan pemangkasan 120 cm yang dapat
meningkatkan komponen hasil produksi.

References

Ahmad, D.H. dan Hamzah. 1993.
Vegetative Propagation of
Tropical Tree Species by Stem
Cutting. Report Number 21.
Multipurpose Tree Research
Network. Project Winrock
International The USA
International Agency for
International Dev.
Aminah, H. 2001. Vegetative
Propagation of Endospemum
malacense by Leavy Stem
Cutting: Effect of IBA
Concentration and
Propagation System (mist and
non mist). Journal of Tropical
Forest ScienceVol 15 (2): 249 -
258.
Dachlan, A., D. Dan S. Kamaruddin.
2006. Pengaruh Pemangkasan
terhadap pertumbuhan dan
produksi tanaman kapas
transgenic. Jurnal Agrovigor 5
(2):182-189.
Dwidjoseputro, D. 1994. Pengantar
Fisiologi Tumbuhan. Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta.
Ferdinandus DM, Panggabean. Lisa
Mawarni. T. Chairun Nissa.
2014. Respon Pertumbuhan
dan Produksi Bengkuang
(Pachyrhizus erosus (L) Urban)
terhadap waktu Pemangkasan
dan Jarak Tanam. Jurnal
Agroekoteknologi. 5 (2):702-
711
Gasperz, V. 1994. Metode
Perancangan Percobaan. CV.
Armico. Bandung.
Hartmann, H.T., Kester DE. 1983.
Plant Propagation –Principles
and Practices. New Jersey
(US). Prentice Hall
International Inc. 238p.
Hastuti, E.D., E. Prihastuti dan R.B.
Hastuti. 2000. Fisiologi
Tumbuhan II. UNDIP.
http://www.uripsumoharjo.com
/read/article/95/button).
Diakses pada tanggal 03 April
2016
Kijkar, S. 1991. Producing Rooted
Cuttings ofEucalyptus
camaldulensis. ASEANCanada Forest Tree Seed
Centre Project. Thailand
Krisnadi, A Dudi., 2015, Kelor Super
Nutrisi, http://www.
kelorina.com.Diakses pada
tanggal 03April 2016
Published
2018-04-24
Abstract viewed = 449 times
PDF downloaded = 681 times