DAMPAK PEMBERIAN DOSIS DAN INTERVAL WAKTU PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elais guineensis jacq)
Abstract
Bibit kelapa sawit yang dibudidayakan memiliki peran besar untuk pertumbuhan dan hasil produksi selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak penggunaan dosis dan selang waktu pemberian pupuk hayati terbaik pada pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor: konsentrasi atau takaran (T) dan selang waktu (S). Faktor T memiliki empat tingkat (T1: 25%, T2: 50%, T3: 75%, T4: 100%), sedangkan faktor S memiliki tiga selang waktu (W1: 5 hari, W2: 10 hari, W3: 15 hari). Variabel yang diamati berupa data pertumbuhan tanaman selama fase vegetatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian pupuk cair biofitalik dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit berumur tiga bulan. Konsentrasi 100% dan selang waktu 5 hari berpengaruh positif terhadap tinggi tanaman dan total luas daun. Konsentrasi 100% dan selang waktu 15 hari berpengaruh baik pada jumlah daun. Konsentrasi 100% dan selang waktu 10 hari berpengaruh positif pada diameter batang. Konsentrasi 100% dan selang waktu 5 hari juga berdampak baik pada total luas daun.
References
Cholisoh, K. N., Budiyanto, S., & Fuskhah, E. (2018). Pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica juncea l.) akibat pemberian pupuk urin kelinci terfermentasi (Doctoral dissertation, Faculty of Animal and Agricultral Sciences).
Derantika, C., & Nihayati, E. (2019). Pengaruh pemberian air dan dosis nitrogen terhadap pertumbuhan tanaman Pegagan (Centella asiatica L. Urb). PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science, 3(2), 78-84.
Panggabean, S. M. (2017). Manajemen Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Pelantaran Agro Estate, Kalimantan Tengah. Buletin Agrohorti, 5(3), 316-324.
Rovi'ati, A., Muliawati, E. S., & Harjoko, D. (2019). Respon kembang kol dataran rendah terhadap kepekatan nutrisi pada floating hydroponic system termodifikasi. Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi, 21(1), 11-15.
Saepudin, A., Yulianto, Y., & Aeni, R. N. (2020). Pertumbuhan eksplan in vitro anggrek hibrida dendrobium pada beberapa media dasar dan konsentrasi air kelapa. Media Pertanian, 5(2).
Saragih, D. S. P., & Ardian, A. (2017). Pengaruh Pemberian Kompos Kulit Buahkakao Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Hibrida (Theobroma Cacao L.) (Doctoral dissertation, Riau University).
Setyorini, T., Hartati, R. M., & Damanik, A. L. (2020). Pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery dengan pemberian pupuk organik cair (kulit pisang) dan pupuk NPK. Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science), 18(1), 98-106.
Sinulingga, E. S. R., Ginting, J., & Sabrina, T. (2015). Pengaruh pemberian pupuk hayati cair dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 3(3), 105699.
Usodri, K. S., & Utoyo, B. (2021). Pengaruh Penggunaan KNO3 pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jack) Fase Pre-Nursery. Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis, 5(1), 1-9.
Wahyuni, L., Darma, S., & Wayahdi, M. R. (2017, October). Sistem pakar mengidentifikasi gejala defisiensi unsur hara pada tanaman kelapa sawit. In Seminar Nasional Informatika (SNIf) (Vol. 1, No. 1, pp. 216-222).






.png)

3.png)
