ALIH TEKNOLOGI PESTIDA NABATI BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL PADA PETANI PADI

  • Ida Ekawati
  • Zasli Purwanto

Abstract

Ketergantungan petani terhadap pestisida kimia dalam budidaya tanaman telah menyebabkan pencemaran lingkungan, timbulnya resistensi hama, menurunnya populasi musuh alami. Dampak ini dapat berpengaruh terhadap keberlanjutan produksi pangan. Oleh karena itu, diperlukan teknologi pengendalian organisme pengganggu yang ramah lingkungan seperti teknologi pestisida nabati. Alih teknologi ini menjadi penting untuk mengurangi atau menghilangkan ketergantungan petani terhadap pestisida kimia. Kegiatan alih teknologi dilaksanakan melalui pelatihan pembuatan pestisida nabati pada petani padi yang tergabung dalam kelompok tani Sumber Hasil Desa Patean Sumenep. Sebelum pelatihan dilakukan observasi untuk mengetahui potensi sumberdaya local. Hasil observasi dan diskusi pada saat pelatihan menunjukkan bahwa sebagian besar petani belum mengenal pestisida nabati. Petani juga belum memahami potensi sumberdaya local yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pestisida nabati. Setelah pelatihan muncul persepsi bahwa pestisida nabati dapat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman dan aman bagi musuh alami. Respon yang tinggi ditunjukkan dengan  mau mencoba pestisida yang dibuatnya pada tanaman padi dengan hasil populasi hama menurun.

 

Kata kunci: Alih teknologi, pestisida nabati, petani padi

References

Ameriana, M. 2008. “Perilaku Petani Sayuran dalam Menggunakan Pestisida Kima”. Jurnal Hortikultura 18(1):95-106
Apristiani, D dan P. Astuti. 2005. Isolasi Komponen Aktif Antibakteri Ekstrak Kloroform Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss.) dengan Bioautografi. Biofarmasi 3 (2): 43-46
Ekawati, I., Isdiantoni, dan Z. Purwanto. 2011. Faktor-faktor Yang Mendasari Petani Menggunakan Pupuk Organik Pada Budidaya Padi Di Kabupaten Sumenep. Jurnal Pertanian Cemara 8 (1): 8 - 14
Kardinan, A. 2011. Penggunaan Pestisida Nabati sebagai Kearifan local dalam Pengendalian Hama Tanaman Menuju Sistem Pertanian Organik. Pengembangan Inovasi Pertanian 4(4): 262-278
Kuruseng, M.A., Vandalisna, dan Aburaera. 2009. Evaluasi Penyuluhan Terhadap Aplikasi Pestisida Nabati Daun Sirsak Sebagai Pengendalian Ulat Tritip Pada Tanaman Sawi. Jurnal Agrisistem, 5 (1): 1 - 10
Las, I., K. Subagyono, dan A.P. Setiyanto. 2006. Isu dan Pengelolaan Lingkungan dalam Revitalisasi Pertanian. Jurnal Litbang Pertanian, 25(3): 106 - 114
Marlina, N., E.A. Saputro, N. Amir. 2012. Respons Tanaman Padi (Oryza sativa L.) terhadap Takaran Pupuk Organik Plus dan Jenis Pestisida Organik dengan System of Rice Intensification(SRI) di Lahan Pasang Surut. Jurnal Lahan Suboptimal 1 (2): 138-148,
Marwoto. 2007. Dukungan Pengendalian Hama Terpadu dalam Program Bangkit Kedelai. Iptek Tanaman Pangan 2 (1): 79 - 92
Rachmawati, D dan E.Karlina. 2009. Pemanfaatan Pestisida Nabati Untuk Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur, Departemen Pertanian.
Saepudin dan D.I. Astuti, 2012. Pengembangan Model Penerimaan Biopestisida (studi kasus pada petani sayuran di desa cipada kecamatan cisarua Kabupaten bandung barat). Jurnal Sosioteknologi Edisi 27 Tahun 11: 178 – 193
Sunarto, D.A. dan Nurindah. 2009. Peran Insektisida Botani Ekstrak Biji Mimba untuk
Konservasi Musuh Alami dalam Pengelolaan Serangga Hama Kapas. J. Entomol. Indon. 6 (1): 42 - 52
Sutrisno, N., P. Setyanto, dan U. Kurnia. 2009. Perspektif dan Urgensi Pengelolaan Lingkungan Pertanian Yang Tepat. Pengembangan Inovasi Pertanian 2 (4): 286 – 291
Syakir, M. 2011. Status Penelitian Pestisida Nabati Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan . Seminar Nasional Pesnab IV, Jakarta.
Untung, K. 1993. Pengantar Pengendalian Hama Terpadu. Gajah Mada University Press, Yogyakarta
Washington State University. Organic Pest Control In The Vegetable Garden. US Community Horticulture Fact Sheet #13
Published
2013-12-01
Abstract viewed = 1469 times
PDF downloaded = 1406 times