KELAYAKAN AGROWISATA JAMU RAMUAN MADURA DI KABUPATEN SUMENEP
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan pengembangan Agrowisata Jamu Ramuan
Madura di Kabupaten Sumenep. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja di Desa Matanair
Kecamatan Rubaru dengan pertimbangan berdasarkan penelitian sebelumnya (Fatmawati et al., 2012) dan
Ralistiya et al. (2012) bahwa Desa Matanair merupakan daerah yang berpotensi untuk dikembangkan
Agrowisata Jamu Ramuan Madura. Hasil analisis menunjukkan bahwa agrowisata jamu ramuan madura
di desa Matanair Kecamatan Rubaru layak untuk diusahakan dengan nilai NPV sebesar
Rp13.979.701.973,49, IRR sebesar 30,52% yang melebihi nilai tingkat suku bunga atau discount factor
yaitu 12,4%, serta Net B/C sebesar 10,22.
.
Kata kunci: Agrowisata jamu ramuan madura, kelayakan
References
Pengembangan Kegiatan Wisata di
Kawasan Kaliurang Pasca Penetapan
Taman Nasional Gunung Merapi.
Tesis. Program Pascasarjana Teknik
Pembangunan Wilayah dan Kota.
Universitas Diponegoro. Semarang.
Adrianto, Bowo. 2006. Persepsi dan
Partisipasi Masyarakat terhadap
Pembangunan Prasarana Dasar
Permukiman yang Bertumpu pada
Swadaya Masyarakat di Kota
Magelang. Tesis. Program
Pascasarjana Teknik Pembangunan
Wilayah dan Kota. Universitas
Diponegoro. Semarang.
BPS Kabupaten Sumenep. 2011. Kabupaten
Sumenep dalam Angka. Sumenep :
BPS Kabupaten Sumenep.
_____________________. 2012. Kecamatan
Rubaru dalam Angka. Sumenep : BPS
Kabupaten Sumenep.
Bungin, Burhan, 2005. Metode Penelitian
Kualitatif. PT. Gramedia Pustaka
Utama, Jakarta.
Deptan, 2005. Agrowisata Meningkatkan
Pendapatan Petani. pada
http://database.deptan.go.id. Diakses
pada tanggal 6 Oktober 2011.
Dwiayunandari, Aprilia. 2010. Jamu
Tradisional Madura pada
http://bisnisaprilia.blogspot.com/p/ja
mu-tradisional-madura.html. Diakses
pada tanggal 7 Desember 2012.
Faisal, Sanapiah. 2001. Format-format
Penelitian Sosial. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Fatmawati, Anwari, Harun, dan Alwiyah.
2011. Model Pengembangan
Agrowisata Jamu Ramuan Madura.
Laporan Penelitian Hibah Bersaing.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian
Masyarakat Universitas Wiraraja.
Kusmaryadi dan Sugiarto, E. 2000.
Metodologi Penelitian dalam Bidang
Kepariwisataan. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama
Ralistiya, S., Ditalina, R., dan Hidayat, A.
2012. Prospek Agrowisata “Taman
Herbal” di Kabupaten Sumenep
Untuk Menunjang Pariwisata
Madura. Laporan Akhir PKMP.
Universitas Wiraraja. Direktorat
Penelitian dan Pengabdian Kepada
Masyarakat, Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
Riduwan. 2007. Metode dan Teknik Menyusun
Tesis. Bandung: Alfabeta.
Septriani, M. R. 2001. Analisis Preferensi
Konsumen Terhadap Atribut Wisata
Agro Gunung Mas. Skripsi. Jurusan
Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas
Pertanian. IPB. Bogor.
Setiawan, N. 2005. Metodologi Penelitian
Sosial: Pengolahan dan Analisis
Data. Bandung: Universitas
Padjajaran.
Songko, I. W. 2002. Studi Keanekaragaman
Jenis Tumbuhan Obat di Kampus
Institut Pertanian Bogor Darmaga.
Skripsi. Jurusan Konservasi
Sumberdaya Hutan. Fakultas
Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.
Bogor.
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian
Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
________. 2009. Memahami Penelitian
Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sutjipta, I Nyoman. 2001. Agrowisata.
Magister Manajemen Agribisnis.
Nusa Tenggara Barat: Universitas
Udayana.
Utama, I Gusti Bagus Rai. 2010. Agrowisata
sebagai Pariwisata Alternatif.
didownload dari http:\\amikom.ac.id.
Diakses pada tanggal 7 Desember
2012.






.png)

3.png)
