PENENTUAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN AGROWISATA BUAH DI BUKIT TANDALO, KABUPATEN BANGGAI

  • Dian Puspapratiwi Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk Banggai
  • Nofrianti Samali Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk Banggai
  • Rival Rahman 3Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo, Indonesia
  • Hidayat Arismunandar Katili Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk Banggai
Keywords: Agrowisata, Buah, Lahan, Rekomendasi

Abstract

Persyaratan penggunaan lahan agrowisata merupakan salah satu jenis kegiatan pariwisata yang mengandalkan pada obyek wisata utamanya dari penataan tanaman pertanian seperti buah- buahan, sehingga perencanaan pengembangan agrowisata merupakan suatu persoalan penting dalam rangka mencapai tujuan penggunaan lahan yang berorientasi pada keseimbangan. maka perlunya penilaian lahan sebagai dasar rekomendasi pengembangan agrowisata di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif serta diinterpretasi serta disajikan dalam bentuk Tabel. Penilaian lahan dilakukan dengan analisis kesesuaian lahan yang merujuk pada petunjuk teknis evaluasi lahan pertanian yang ditentukan berdasarkan nilai Indeks Lahan dengan menggunakan metode Akar Kuadrat. Adapun hasil penilaian lahan untuk pengembangan agrowisata buah di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur tergolong sangat sesuai (S1) untuk tanaman mangga dan Alpukat, cukup sesuai (S2) untuk tanaman Klengkeng, Manggis dan Strawbery serta sesuai marginal (S3) untuk tanaman Apel. Berdasarkan hasil kesesuaian lahan potensial keenam jenis tanaman buah tersebut dapat dikembangan sebagai komoditi agrowisata buah di Bukit Tandalo Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai.

References

Akbar, Boceng A, Robbo A. 2020. Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba. AGrotekMAS. 1(3):43–51.
Astuti NWW. 2013. Prospek Pengembangan Agrowisata Sebagai Wisata Alternatif Di Desa Pelaga. Soshum. Sos dan Hum. 3(3):301-311.
Bagu, F. S., & Sunarto MS. 2013. Model Spasial Ekologis untuk optimalisasi penggunaan lahan tanaman jagung (Zea mays L.) di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. [Disertasi]. UGM (ID). Universitas Gadjah Mada.
Budhi MKS. 2010. Perlindungan lingkungan hidup di sektor pertanian melalui pengembangan wisata agro. Bumi Lestari Environ. 10(1):98–104. http://ojs.unud.ac.id/index.php/blje/article/view/111.
Budiarjono &, Wardaningsih S. 2013. Perencanaan Lanskap Agrowisata Berkelanjutan Kawasan Gunung Leutik Bogor. Arsit NALARs. 12(2):1–10. https://doi.org/10.24853/nalars.12.2.%25p.
Budiarti T, Suwarto, Muflikhati I. 2013. Community-Based Agritourism Development on Integrated Farming to Improve the Farmers’ Welfare and the Sustastainable of Agriculural System (in Indinesian). Ilmu Pertanian Indones. 18(3):200–207.
Damayanti A. 2013. Analisis Zone Agroekoteknologi untuk Strategi Pengelolaan dan Berkelanjutan. Geografi. 5(3). https://doi.org/10.24114/jg.v5i1.8080
Ishak M, Sudirja R, Ismail A. 2012. Zonasi kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman sorgum manis. Ilmu-ilmu Hayati dan Fisik. 14(3):173–183.
Katili HA, Sari NM. 2021. Keseuaian Lahan Untuk Pengembangan Padi Varietas Ranta Dan Habo Kecamatan Batui Kabupaten Banggai. Pertanian Cemara. 18(2):38–45. https://doi.org/10.24929/fp.v18i2.1632
Kristiana Y, Theodora M S. 2016. Strategi Upaya Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Agrowisata Berbasis Masyarakat Kampung Domba Terpadu Juhut, Provinsi Banten. Ilmu Widya. 3(3):1–7.
Luntungan JI, Theffie KL, Tamod ZE. 2020. Kesesuaian Lahan Tanaman Buah-Buahan di Area Rencana Pengembangan Agrowisata Kecamatan Likupang Barat. Cocos. 1(1):1–7. https://doi.org/10.35791/cocos.v1i2.27343
Munthe RR, Marbun P, Purba M. 2017. The evaluation of land suitability to Palm oil (Elaeis guinensis Jacq.) and Klengkeng (Euphoria longan Lamk.) in NA IX – X Subdistrict Of North Labuhanbatu District. Online Agroteknologi 5(1):144–151.
Nurisjah. 2001. Pengembangan kawasan wisata agro (Agrotourism). Buletin Tanam dan Lanskap Indonesia. 4(2):20–23.
Palit IG, Talumingan C, A.J. & Rumangit G. 2017. Strategi Pengembangan Kawasan Agrowisata Rurukan Ireine Gratia Palit Celcius Talumingan. Agri-Sosioekonomi. 13(2):21–34. https://doi.org/10.35791/agrsosek.13.2A.2017.16558
Ritung S, Nugroho K, Suryani A, Mulyani E. 2011. Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan Untuk Komoditas Pertanian (Edisi Revisi). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.
Rizkayanti I, Syam T, Sunyoto S, Mahi AK. 2014. Evaluasi Kesesuaian Lahan Tanaman Padi Tadah Hujan Pada Lahan Kelompok Tani Karya Subur. Agrotek Tropika. 2(1):165–169. http://dx.doi.org/10.23960/jat.v2i1.1987
Rouw A, Atekan. 2015. Peranan data dan informasi pemetaan aez (agro ecological zone ) bagi pembangunan pertanian berkelanjutan: kasus wilayah papua barat. Bul Agro-Infotek. 1(1):26–32.
Sara DS, Herdiansyah G, Nuraini A, Ismail A, Suminar E. 2020. Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Budidaya Pisang di Jawa Barat Selatan. Jurnal Agrologia. 8(2). http://dx.doi.org/10.30598/a.v8i2.1013
Setianingrum DR, Suprayogi A, Hani’ah. 2014. Analisis Kesesuaian Lahan Tambak Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah). Geodesi Undip. 3 April:28–43.
Susetyaningsih A. 2013. Ekologi Industry Berbasis Daya Dukung Lingkungan Untuk Pengembangan Kawasan Wisata Agro di Desa Barudua Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut. Kalibrasi. 11(1):55
Published
2023-05-29
Abstract viewed = 865 times
PDF downloaded = 489 times