STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS TERNAK SAPI DI KABUPATEN SUMBAWA BARAT

  • Muhammad Nursan Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Mataram
  • Sukarne Sukarne Dosen Program Studi Ilmu Peternakan, Fakultas Peternakan Universitas Mataram
Keywords: Strategi Pengembangan, Agribisnis, Ternak Sapi, Analisis LQ, Analisis SWOT

Abstract

Kabupaten Sumbawa Barat merupakan salah satu wilayah potensial pengembangan agribisnis ternak sapi di Indonesia karena didukung dengan ketersediaan sumberdaya lahan dan adanya taman teknologi pertanian sebagai pusat pengembangan agribisnis ternak sapi dan jagung. Keberhasilan pengembangan agribinsi ternak sapi ini sangat tergantung pada pemilihan dan penerapan strategi yang sesuai dengan karakteristik wilayah. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk menentukan wilayah basis pengembangan dan merumuskan strategi pengembangan agribisnis ternak sapi di Kabupaten Sumbawa Barat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Data pada penelitian ini terdiri atas data primer dan data skunder. Data primer bersumber dari hasil wawancara terhadap 40 responden yang dipilih secara purposive sampling sedangkan data skunder bersumber dari Dinas terkait seperti BPS Kabupaten Sumbawa Barat, Dinas Pertanian, perkebunan dan peternakan Kabupaten Sumbawa Barat dan lainnya. Data yang berhasil dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis LQ dan Analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pengembangan agribisnis ternak sapi di Kabupaten Sumbawa Barat dapat dilakukan di 6 kecamatan yang meliputi Kecamatan Sekongkang, Maluk, Jereweh, Seteluk dan Poto Tano. Strategi pengembangan agribisnis yang perlu diterapkan yaitu strategi strength-opportunity (SO) yang meliputi strategi Peningkatan populasi dan produktivitas ternak sapi dengan memanfaatkan teknologi reproduksi, dan taman teknologi pertanian, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM peternak   melalui pelatihan manajemn usaha dan pemanfaatan teknologi peternakan, integrasi  sistem agribisnis ternak sapi dari hulu ke hilir, optimalisasi peran dan dukungan pemerintah dan swasta dalam mengembangkan usaha agribisnis ternak sapi. Kata kunci: Strategi Pengembangan, Agribisnis, Ternak Sapi, Analisis LQ,  Analisis SWOT

References

Abidin, Z., Siregar, A., Khurniyah, H., & Yahya, A. (2015). The Analysis of Seasonal Crops Integration of Income-Beef Cattle Live Stock in Bone Country Bolango Gorontalo Province Indonesia. International Journal of Current Research and Academic Review, 3(6), 148–159.
Arelovich, H., Bravo, R., & Martínez, M. (2011). Development, Characteristics, and Trends for Beef Cattle Production in Argentina. The Review Magazine of Animal Agriculture, 1(2), 37–45.
Ariani, Z., & Nursan, M. (2017). Strategi Pengembangan Desa Mantar Sebagai Kawasan Desa Wisata di Kabupaten Sumbawa Barat. Biologi Tropis, 17(2), 58–68.
BPS KSB. (2021). Kabupaten Sumbawa Barat Dalam Angka Tahun 2021. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa Barat.
Ditjen PKH. (2011). Rencana Strategis Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan 2010-2014 (Edisi Revi). Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.
Hermawan, H., & Andrianyta, H. (2012). Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis: Terobosan Penguatan Kelembagaan dan Pembiayaan Pertanian di Perdesaan. Analisis Kebijakan Pertanian, 10(2), 143–158. https://doi.org/10.21082/akp.v10n2.2012.143-158
Hilmiati, N. (2019). Sistem Peternakan Sapi Di Pulau Sumbawa: Peluang Dan Hambatan Untuk Peningkatan Produktivitas Dan Pendapatan Petani Di Lahan Kering. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 13(2), 142–154. https://doi.org/10.24843/soca.2019.v13.i02.p01
Huyen, L., Tuyet, D., Markemann, A., Herold, P., & Zárate, A. (2012). Beef Cattle Keeping By Smallholders in A Mountainous Province Of Northern Vietnam In Relation To Poverty Status, Community Remoteness And Ethnicity. Journal Animal Production Science, 53(2), 163–172.
Khusna, A., Daryanto, H. K., & Utami, M. M. D. (2016). Pengembangan Strategi Agribisnis Sapi Potong di Kabupaten Bondowoso. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 21(2), 69–75. https://doi.org/10.18343/jipi.21.2.69
Kurniawan, K. (2016). Analisis Sektor Ekonomi Unggulan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. El-JIZYA Jurnal Ekonomi Islam (Islamic Economics Journal), 41(1), 1–26.
Luanmase, C. M., Nurtini, S., & Haryadi, F. T. (2011). Analisis Motivasi Beternak Sapi Potong Bagi Peternak Lokal Dan Transmigran Serta Pengaruhnya Terhadap Pendapatan di Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Buletin Peternakan, 35(2), 113–123.
Mayulu, H., Sunarso, Sutrisno, C. I., & Sumarsono. (2010). Kebijakan Pengembangan Peternakan Sapi Potong di Indonesia. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 29(1), 34–41. https://doi.org/10.21082/jp3.v29n1.2010.p%p
Mukson, W., Roessali, & H, S. (2014). Analisis Wilayah Pengembangan Sapi Potong dalam Mendukung Swasembada Daging di Jawa Tengah. Jurnal Peternakan Indonesia, 16(1), 26–32. http://jpi.faterna.unand.ac.id/index.php/jpi/article/view/30
Nursan, M. (2017). Penentuan Komoditas Unggulan Tanaman Pangan di Kabupaten Sumbawa Barat. Jurnal Bisnis Tani, 3(1), 78–83.
Nursan, M., & Septiadi, D. (2020). Penentuan Prioritas Komoditas Unggulan Peternakan di Kabupaten Sumbawa Barat. Jurnal Agribisnis Dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, 5(1), 29–34.
Nursan, M., & Utama, F. A. (2019). Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Berbasis Pertanian Di Kabupaten Sumbawa Barat. 8(2), 67–78. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26418/j.sea.v8i2.37726
Otoluwa, M. A., Salendu, A. H. ., Rintjap, A. K., & Massie, M. T. (2016). Prospek Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong di Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Jurnal Zootek (“Zootek” Journal ), 36(1), 191–197. https://doi.org/10.35792/zot.36.1.2016.10469
Priyanto, D. (2011). Strategi Pengembangan USaha Ternak Sapi Potong dalam Mendukung Program Swasembada Daging Sapi dan Kerbau Tahun 2014. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 30(3), 108–116. https://doi.org/10.21082/jp3.v30n3.2011.p108-116
Putritamara, J. A., Febrianto, N., & Ndaru, P. H. (2018). Strategi pemasaran sapi potong di PT Tunas Jaya Raya Abadi Nganjuk. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 28(2), 96–104. https://doi.org/10.21776/ub.jiip.2018.028.02.01
Rangkuti, F. (2015). Analisis SWOT. PT Gramedia Pustaka Utama.
Rustiadi, E., Saefulhakim, S., & Panuju, D. R. (2011). Perencanaan dan pembangunan wilayah. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Siregar, G. (2012). Analisis Kelayakan dan Strategi Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong. Agrium, 17(3), 192–201.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sumitra, J., Tri Anggraeni, K., & Widiati, R. (2013). Pemasaran Ternak Sapi Potong. Buletin Peternakan, 37(1), 49–58.
Suryana. (2009). Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong Berorientasi Agribisnis Dengan Pola Kemitraan. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 28(1), 29–37. https://doi.org/10.21082/jp3.v28n1.2009.p29
Susanti, Y., Priyarsono, D. S., & Mulatsih, S. (2014). Pengembangan Peternakan Sapi Potong Untuk Peningkatan Perekonomian Provinsi Jawa Tengah: Suatu Pendekatan Perencanaan Wilayah. Jurnal Agribisnis Indonesia, 2(2), 177–190.
Suyudi, Nuryaman, H., & Erfan. (2016). Strategi dan Model Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Rancah. Jurnal Riset Agribisnis & Peternakan, 1(2), 25–36. http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/jrap/article/view/4281

Tarigan, R. (2014). Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi. Bumi Aksara.
Yulianti, Humaidah, N., & Suryanto, D. (2021). Model Pengembangan Peternakan di Nusa Tenggara Barat Terhadap Produktivitas Sapi Bali (Article Review). JURNAL DINAMIKA REKASATWA, 4(1), 83–92.
Published
2021-11-16
Abstract viewed = 0 times
PDF downloaded = 0 times