KELAS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN VANILI DI KECAMATAN BALANTAK KABUPATEN BANGGAI

  • Muliyanto Riswanto Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tompotika Luwuk
  • Mihwan Sataral Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tompotika Luwuk
  • Hertasning Yatim Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tompotika Luwuk
  • Hidayat A Katili Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tompotika Luwuk
Keywords: Kesesuaian lahan, vanili

Abstract

Kajian evaluasi lahan perlu dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan lahan yang berpotensi untuk pengembangan komoditi perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman Vanili (Vanilla planifolia) serta mengethui faktor pembatas apakah yang menjadi kendala dalam pengembangan tanaman Vanili di Desa Mamping Kecamatan Balantak. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mamping Kecamatan Balantak dengan metode indeks lahan menurut Storie (1985), dimana S = A× B × C × Xn.  Hasil penelitian untuk Kelas kesesuaian lahan (KKL) pedon (Profil-1, Profil-2) termasuk dalam kategori kelas 3 (sedang), sehingga dapat diarahkan untuk pengembangan tanaman Vanili, namun membutuhkan pengelolaan lahannya (pemupukan) yang teratur. Pada Profil-3 perlunya penataan dalam olah tanah agar menjaga kestabilan dari suatu lahan untuk tanaman Vanili jangka panjang. Selanjutnya faktor pembatas untuk penggunaan lahan tanaman Vanili di pedon (Profil-1, 2 dan 3) yakni lapisan atas yang bertekstur sedang dan kurangnya kandungan bahan organik, N dan K, bertekstur liat yang tinggi serta drainase tanah yang kurang baik.

References

Bagu FS. 2012. Model Spasial Ekologis untuk optimalisasi penggunaan lahan tanaman jagung (Zea mays L.) di Kabupaten Pohuwato - Provinsi Gorontalo. Disertasi. Universitas Gaja Mada. Yogyakarta.
Djaenudin D, Marwan H, Subagjo H, Hidayat A. 2011. Petunjuk teknis evaluasi lahan untuk komoditas pertanian. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Bogor. 36p
Fahimuddin MM, Baba B.Barus B, Mulatsih S. 2016. Analisis daya dukung lahan di kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Jurnal Tataloka. 18(3): 183-196.
FAO. 1983. Guidelines: Land evaluation for rainfed agriculture. FAO Soils Bulletin No. 52. Rome: Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Jayanti DS, Goenadi S, Hadi P. 2013. Evaluasi kesesuaian lahan dan optimasi penggunaan lahan untuk pengembangan tanaman kakao (Theobroma cacao L.) (Studi kasus di Kecamatan Batee dan Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie Propinsi Aceh). Jurnal Agritech, 33(2): 208-218
Katili HAM, Nurdin, Pembengo W. 2015. Karakteristik dan kelas kesesuaian lahan untuk tanaman kentang (Solanum toberosum L.) di Desa Boloak Kabupaten Banggai. Jurnal Agroteknotropika, 4(3): 264-272
Mulyani A, Ritung S, Las I. 2011. Potensi dan ketersediaan sumber daya lahan untuk mendukung ketahanan pangan. Jurnal Litbang Pertanian, 30 (2): 73-80
Nurdin. 2010. Perkembangan, klasifikasi dan potensi tanah sawah tadah hujan dari bahan lakustrin Paguyaman, Gorontalo. Tesis. Institut Pertanian Bogor, Bogor
Nurholis, Hariyadi, Kurniawati A. 2014. Pertumbuhan bibit panili pada beberapa komposisi media tanam dan frekuensi aplikasi pupuk daun. Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 25 (1): 11-20
O'geen AT, Southard SB, & Southard RJ. 2008. Revised Storie Index for Use with Digital Soils Information. http://dx.doi.org/10.3733/ucanr.8335 Retrieved from https://escholarship.org/uc/item/8kq9s4wd


Rehmamana R, Lanya I, Dibia IN. 2020. Aplikasi remote sensing dan geographic information system untuk perencanaan penggunaan lahan pertanian berbasis agroekosistem di Kota Denpasar. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 9(1): 32-42
Ritung S, Nugroho K, Mulyani A, Suryani E. 2011. Petunjuk teknis evaluasi lahan untuk komoditas pertanian. Edisi Revisi. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor. 166 hlm.
Ritung S, Wahyunto, Fahmuddin, Hidayat A. 2007. Panduan evaluasi kesesuaian lahan dengan contoh peta arahan penggunaan lahan Kabupaten Aceh Barat. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF), Bogor.
Rosman R. 2005. Status dan strategi pengembangan panili di Indonesia. Jurnal Perspektif, 4(2): 43-54.
Senawi. 2006. Analisis kemampuan dan daya dukung lahan untuk penatagunaan lahan subdas dengkeng DAS Bengawan Solo Majalah Geografi Indonesia. 20(2):137-151.
Sipahutar AH, Marbun P, Fauzi. 2014. Kajian C-organik, N dan P humitropepts pada ketinggian tempat yang berbeda di Kecamatan Lintong Nihuta. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2(4): 1332- 1338
Syah MW & Hariyanto T. 2013. Klasifikasi kemiringan lereng dengan menggunakan pengembangan sisten informasi geografis sebagai evaluasi kesesuaian lahan pemukiman berdasarkan undang-undang tata ruang dan metode Fuzzy. Jurnal Teknik Pomits. 10(10): 1-6
Tando E. 2018. Upaya efisiensi dan peningkatan ketersediaan nitrogen dalam tanah serta serapan nitrogen pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.). Buana Sains, 18(2): 171-180
Wakiah S, Rombang JA, Rogi JEX. 2016. Evalusai lahan untuk pengembangan lahan perkebunan di pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan. Jurnal Agri-Sosio Ekonomi, 12 (2a): 377-382
Wibisono MG, Sudarsono, Darmawan. 2016. Karakteristik andisol berbahan induk breksi dan lahar dari bagian timur laut Gunung Gede, Jawa Barat. Jurnal Tanah dan Iklim, 40(1): 61-70
Widiatmaka. 2012. Perkembangan dan permasalahan dalam survei tanah dan evaluasi lahan di Indonesia. Prosiding Seminar internasional dan forum ilmiah tahunan ikatan surveyor Indonesia. Jakarta, 17 Oktober 2012, 137-142.
Published
2020-12-01