PERILAKU KELOMPOK PETANI KOPI RAKYAT MENGIKUTI KELOMPOK DAN YANG TIDAK MENGIKUTI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER

  • Irwan Gunawan Universitas Tribuwana Tunggadewi
  • Cakti Indra Gunawan Universitas Tribuwana Tunggadewi
  • Budi Prihatminingtyas Universitas Tribuwana Tunggadewi
Keywords: Kopi, Kelompok Petani, Tidak Ikut Kelompok Petani

Abstract

Indonesia termasuk lima besar eksportir kopi dunia, negara tujuan utama adalah negara-negara eropa seperti Jerman, Belanda, Italia, selain itu yang cukup kontinu adalah ekspor ke Amerika Serikat. Lebih lanjut, suatu laporan oleh Organisasi Kopi Internasional menurut ICO, 2005,menunjukkan bahwa harga kopi mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2005, harga kopi ekspor Indonesia menurun dua persen. Walaupun kopi merupakan komoditi ekspor penting, ketidakpastian harga dan selalu terjadi penurunan harga dipasar ekspor maka perlu menyoroti pentingnya pasar kopi domestik. Rata-rata biaya produksi pada petani yang mengikuti kelompok  sebesar Rp 7.626.722  per hektar, dengan tingkat penerimaan sebesar Rp 23.430.794per hektar, dan nilai R/C yang di peroleh sebesar 3,18, berarti setiap rupiah biaya yang dikeluarkan dapat menghasilkan penerimaan sebesar Rp 3,18. Dengan demikian maka usahatani kopi rakyat yang mengikuti kelompok sudah efisien. Petani yang tidak  mengikuti kelompok  rata-rata biaya produksi sebesar Rp   5.786,003 per hektar, dengan tingkat penerimaan sebesar Rp 11.820.368per hektar,dan nilai R/C yang di peroleh sebesar 2,08. Artinya setiap rupiah biaya yang dikeluarkan dapat menghasilkan penerimaan sebesar Rp 2,08.  Test Of Homogenity of Variances” di atas diketahui nilai signifikansi. Variabel kopi rakyat berkelompok dan kopi rakyat tidak berkelompok adalah sebesar 0,343. Karena nilai Sig 0,343 > 0,05 maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan dalam uji homogenitas diatas, dapat disimpulkan bahwa varians data kopi rakyat berkelompok dan kopi rakyat tidak berkelompok adalah sama atau homogen.Berdasarkan uji ANOVA yang dilakukan terhadap produksi diperoleh hasil Fhitung = 0,487 df3 = 1, df4 = 78. Pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan Fhitung danFtabel yaitu jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak, Fhitung < Ftabel maka H0 diterima. Fhitung dari output adalah 0,487 sedangkan Ftabel bisa dihitung pada tabel F. Dari tabel F didapat angka 3.96347, F tabel bisa diperoleh secara praktis menggunakan software Excel dengan menulis pada sel = FINV(0,05;1;78). Dengan tabel seperti diatas terlihat bahwa Fhitung < Ftabel, 0,487 < 3.96347 maka H0 diterima yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan, maka tidak perlu dilanjutkan dengan uji lanjutan

References

Amir, M.S., 1993. Syarat Mutu Ekspor Kopi GB atau OIB, Seluk Beluk dan Tehnik Perdagangan Luar Negri. PT. Pustaka Bina Presindo. Jakarta.
Badan Pusat StatistikKabupaten Jember, 2020.Kabupaten Jember Dalam Angka. http://www.bps.go.id/tnmn_pgn.php?kat=3
Budiono, 1982. Ekonomi Mikro. BPFE. Yogyakarta.
Ditjen Perkebunan, 2008. Statistik Perkebunan Indonesia. Jakarta.
Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jember, 2012. Tidak di publikasikan. Jember.
Djamali, R.A. 2000. Manajemen Usaha Tani. Politeknik Negri Jember. Jember.
Hariadi, 2004. Kajian Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kelompok Tani Sebagai Unit Belajar, Kerjasama Produksi dan Usaha. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Heady, O.E, and J.H. Dillon, 2002. Agricultural Production.Iowa State University Press.Ames.
Hernanto, 1995. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.
Lubis. 2012. Dasar-Dasar Statistika. Cetakan ke Sepuluh. Bandung.
Lukman. (2012). Pengaruh harga dan faktor eksternal terhadap permintaan ekspor kopi di Indonesia.Signifikan, Vol.1 No 2.
Mardikanto, 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret University Press Surakarta.
Miller, R. LeRoy dan R. E. Meiners, 2000. Teori Mikro Ekonomi Intermediate, Penerjemah Haris Munandar. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta
Nazir, M, 1985. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta
Prayitno, H. dan L. Arsyad, 1987. Petani desa dan Kemiskinan. BPFE. Yogyakarta
Prayuginingsih, H. dkk. 2013. Model Peningkatan Daya Saing Kopi Rakyat Sebagai Upaya Untuk Memperkokoh Ekonomi Masyarakat Pinggir Hutan. Laporan Penelitian Hibah Bersaing. Fakultas Pertanian. Universitas Muhammadiyah Jember. Jember
Rahardja, 2000. Teori Ekonomi Mikro (Suatu Pengantar). Fakultas Ekonomi. Universitas Indonesia. Jakarta.
Soekartawi, 1987. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian Teori dan Aplikasinya. CV Rajawali. Jakarta.
Soekartawi, 1990. Teori Ekonomi Produksi dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi Cobb-Douglas. CV Rajawali. Jakarta.
Soekartawi, 1994. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Rajawali Press. Jakarta.
Soekartawi, 1995. Analisis Usahatani. UI-Press. Jakarta.
Soekartawi, 2002. Teori Ekonomi Produksi dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi Cobb-Douglas. Cetakanke 3. RajawaliPress. Jakarta.
Soekartawi, 2003. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Sukirno, S., 2001. Pengantar Teori Mikro ekonomi. Edisikedua. Raja Grafindo. JakartaSupranto, 2009. Ekonometrika 1.BPFE. Yogyakarta
SPSS,2019. Program Versi 20, Badan Statistika ITB, Bandung
Hariadi, S.S., 2004. KajianFaktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kelompok Tani sebagai Unit Belajar, Kerja Sama Produksi dan Usaha. Ringkasan. Disertasi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Hernanto,F., 1995. Ilmu Usahatani. PenebarSwadaya. Jakarta.
Yu, M. 2010. Trade, democracy, and the gravity equation.Journal of Development Economics 91 (2): 289-300.
Yuniarti, D. 2007. Analisis determinan perdagangan bilateral Indonesia pendekatan gravity model. Jurnal Ekonomi Pembangunan 12 (2): 99-109.
Published
2020-12-01
Abstract viewed = 35 times
PDF downloaded = 32 times