PENENTUAN ATRIBUT MUTU UNTUK PENGEMBANGAN PRODUK MINUMAN COKELAT BUBUK BERDASARKAN TINGKAT KEBUTUHAN KONSUMEN

  • Ika Restu Revulaningtyas Program Studi Agroindustri/Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner/Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
  • Diklusari Isnarosi Norsita Program Studi Agroindustri/Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner/Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Keywords: atribut mutu, minuman cokelat bubuk, pengembangan produk, preferensi konsumen

Abstract

Pengembangan produk minuman cokelat bubuk merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan aspek nilai tambah biji kakao. Pengembangan produk tersebut harus diimbangi kemampuan produsen dalam menterjemahkan tingkat kebutuhan konsumen. Tujuan penentuan atribut mutu minuman cokelat bubuk adalah produsen dapat merancang produk yang dapat diterima dan sesuai dengan preferensi konsumen. Penentuan tingkat kebutuhan konsumen merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kualitas desain produk berdasarkan prioritas kebutuhan konsumen. Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap 6 atribut mutu minuman cokelat bubuk, antara lain rasa cokelat, rasa manis, rasa pahit, warna, aroma, dan kekentalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut rasa cokelat, aroma, dan kekentalan merupakan atribut mutu produk minuman cokelat bubuk yang dianggap paling penting oleh konsumen. Atribut rasa cokelat, aroma, dan kekentalan berpengaruh positif terhadap penilaian konsumen terhadap atribut mutu produk minuman cokelat bubuk secara keseluruhan.

References

Anwar, Syamsul., Jasril, Yunizurwan, dan Ira Restica Palba. (2014). Penerapan Metode Quality Function Deploymentuntuk Peningkatan Kualitas Produk Cokelat Lokal. Seminar Nasional Teknik Industri BKSTI. Padang.
Aspiranti, Tasya., Nurfahmiyati, dan Yukha Sundaya. (2008). Analisis Quality Function Deployment pada Sentra Industri Kecil Sepatu Cibaduyut. Mimbar XXIV (1) : 01-11.
Badan Pusat Statistik. (2015). Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Angka 2014 : Potensi Kakao di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta.
Cardoso, Jaqueline de Fátima., Nelson Casarotto Filho, dan Paulo Augusto Cauchick Miguel. (2015). Application of Quality Function Deployment for the Development of an Organic Product. Food Quality and Preference 40 : 180-190.
Engeseth, Nicki J dan Marlon Fernando Ac Pangan. (2018). Current context on chocolate flavor development - a review. Food Science 21:84–91.
Nicolas, L., Marquilly, C., & O’Mahony, M. (2010). The 9-point hedonic scale: Are words and numbers compatible? Food Quality and Preference, 21 (8), 1008 – 1015.
Park, So-Hyun., Sunny Ham, Min-A. Lee. (2012). How to improve the promotion of Korean beef barbecue, bulgogi, for international customers. An application of quality function deployment. Appetite 59 : 324–332.
Pelsmaeker, Sara De., Xavier Gellynck, Claudia Delbaere, Nathalie Declercq, Koen Dewettinck. (2015). Consumer-driven product development and improvement combined with sensory analysis: A case-study for European filled chocolates. Food Quality and Preference 41 : 20–29.
Published
2020-08-19