Representasi Politik Perempuan di Rwanda : Kenyataan dan Paradoks

  • Muhamad Fathan Mandela Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Abstract

Artikel ini mengkaji representasi politik perempuan di parlemen Rwanda. Secara global, representasi perempuan hanya sebesar 25,5%, namun kondisi di Rwanda melampaui batas-batas global tersebut. Pada tahun 2018, representasi perempuan Rwanda di parlemen mencapai 61%, sebuah persentase yang tinggi yang pada akhirnya menjadikan Rwanda sebagai pemimpin dunia dalam hal representasi perempuan di parlemen. Secara konstitusional, Rwanda menerapkan kuota 30% untuk parlemen dan badan-badan pengambil keputusan lainnya. Makalah ini menggunakan metode kualitatif dengan mengambil sumber data melalui pendekatan literatur. Hasil dari tingginya representasi perempuan di parlemen ditunjukkan oleh adanya kebijakan pro-gender, seperti undang-undang warisan, undang-undang khusus mengenai hak-hak perempuan hamil dan menyusui di tempat kerja. Namun, beberapa akademisi menganggap bahwa terdapat paradoks di Rwanda, sebuah negara dengan persentase representasi perempuan yang tinggi ternyata memiliki iklim demokrasi yang buruk, meskipun menerapkan sistem multipartai namun dalam praktiknya hanya ada satu partai yang berkuasa, yaitu RPF, banyak anggota parlemen perempuan merupakan anggota RPF sehingga para anggota parlemen memiliki kewajiban loyalitas kepada partai, bukan kepada konstituen mereka

Kata Kunci: Rwanda, Representasi Politik  Perempuan, Paradoks

 

Published
2026-06-29
Abstract viewed = 2 times
Pdf downloaded = 2 times