Pendampingan Guru dalam Merevitalisasi Kearifan Lokal NTT sebagai Sumber Belajar IPA

  • Hilary Fridolin Lipikuni, S.Pd.,M.Pd. Universitas San Pedro
Keywords: Kearifan Lokal NTT, Revitalisasi, Sumber Belajar

Abstract

Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki kekayaan kearifan lokal yang mengandung pengetahuan fisika tradisional, namun pengetahuan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber belajar IPA di sekolah. Pembelajaran IPA masih cenderung abstrak dan kurang kontekstual, sementara pengetahuan lokal masyarakat sebagian besar bersifat lisan dan berisiko tergerus oleh modernisasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi pengetahuan fisika tradisional masyarakat NTT agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar IPA yang kontekstual dan bermakna. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan mitra, eksplorasi dan dokumentasi pengetahuan fisika tradisional, pemetaan konsep ke materi IPA sekolah, pengembangan sumber belajar berbasis etnosains, serta pendampingan guru dalam implementasi pembelajaran di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa berbagai praktik tradisional masyarakat NTT berhasil diidentifikasi dan dipetakan ke dalam konsep IPA yang relevan, serta dikembangkan menjadi modul dan bahan ajar berbasis kearifan lokal. Pendampingan yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan etnosains ke dalam pembelajaran IPA, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran IPA sekaligus mendukung pelestarian pengetahuan fisika tradisional masyarakat NTT.

References

1. Niman EM, Tapung M mantovani, Ntelok ZRE, Darong HC. Kearifan Lokal Dan Upaya Pelestarian Lingkungan Air: Studi Etnografi Masyarakat Adat Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Paradig J Kaji Budaya. 2023;13(1):1–16.
2. Kapilawi YWD, Nday RU, Dima TK. Keberlanjutan Tradisi Berkonstruksi Rumah Tradisional Di Kampung Adat Namata Kabupaten Sabu Raijua. Langkau Betang J Arsit. 2021;8(2):124.
3. Silla EM, Dopong M, Teuf PJ, Lipikuni HF. Kajian Etnosains pada Makanan Khas Usaku (Tepung Jagung) sebagai Media Belajar Fisika. J Literasi Pendidik Fis [Internet]. 2023;4(1):30–9. Available from: https://scholar.google.com/citations?view_op=view_citation&hl=en&user=ay2HSJcAAAAJ&citation_for_view=ay2HSJcAAAAJ:ufrVoPGSRksC
4. Hildegardis C, Putra Y, Kabupung AS, Soge PV, Kaidu T. Pelestarian Warisan Budaya Melalui Pembangunan Rumah Sanggar Tenun Ikat Mbola So di NTT. J Pengabdi Pada Masy. 2023;8(4):990–6.
5. Rifaldi R. Pendidikan Sains sebagai Sarana Pembentukan Karakter dan Moralitas Peserta Didik. JPUS J Pendidik Untuk Semua [Internet]. 2024;8(1):45–8. Available from: https://doi.org/10.26740/jpus.v8n1.p45-48%0Ahttps://journal.unesa.ac.id/index.php/jpls/article/download/39846/14451
6. Lipikuni HF, Henukh A, Benu RSM. Analysis of Science Learning Local Context (SeLoC) with Entrepreneurship Orientation for Life-Long Learning of Junior High School Students. J Nat Sci Integr. 2024;7(2):252.
7. Olla A, Pote FI, Boimau Y, Maubana WM, Lipikuni HF. Peningkatan Minat Belajar Sains dan Teknologi bagi Siswa-Siswi SMPK Rosa Mistika Kupang dengan Metode Demo Sains. ABDI UNISAP J Pengabdi Kpd Masy. 2025;3(1):66–71.
8. Eko Bayu Gumilar. Problematika Pembelajaran Ipa Pada Kurikulum. J Pedagog [Internet]. 2023;2. Available from: http://jurnal.staimuhblora.ac.id/index.php/pedagogy/article/view/159/141
9. Ermawan YF. Penanaman Konsep Life Long Education Pada Siswa Sekolah Dasar. J Tunas Bangsa. 2017;4(1):66–76.
10. Materi P, Dan I. Satuti Atmojo_Miskonsepsi. 2025;12(1):150–61.
11. G PJA. Skema dan Kriteria PKM Internal UMI Skema dan Kriteria PKM. 2024;
12. Kreatif SK, Berkarakter IDAN, Putra DP, Wicaksono R, Sobari AR, Airash KM, et al. PkM Mewujudkan Pendidikan Intelektual dengan Sistem Kibar (Kreatif, Inovatif Dan Berkarakter). J Pengabdi Kpd Masy Indones. 2025;1(1):8–17.
Published
2026-01-29
Section
Articles
Abstract viewed = 89 times
PDF downloaded = 75 times