DAMPAK PENGOLAHAN DAN KONSUMSI SUP SIRIP IKAN HIU

  • Firda Yusrina Mahasiswa Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang
  • Vika Milatil Atkhiyah Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Wiraraja
  • Isah Afkarina Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Wiraraja
Keywords: Indonesia; Selamatkan hiu kami; Financing Hiu; Sup sirip hiu.

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari 2/3 lautan dan 1/3 daratan. Lautan teritorial yang luas tentu memiliki banyak keanekaragaman kehidupan laut. Salah satunya adalah hiu. Ada 25 jenis hiu di oncean indonesia. Akhir-akhir ini hiu telah menjadi salah satu topik yang dibahas dalam lembaga perikanan dan aktivis fauna, karena meningkatnya aktivitas berburu hiu. Sirip hiu sedang memotong sirip hiu dan melemparkan sisa-sisa tubuh yang masih hidup, sering dengan membuangnya kembali ke laut. Hiu tubuh tanpa sirip sering dibuang kembali ke laut hidup-hidup, di mana mereka mati karena tidak dapat berenang benar dan berdarah banyak atau mati karena kehilangan darah. Sirip hiu adalah target yang menggoda bagi para nelayan karena mereka memiliki nilai moneter dan budaya yang tinggi. Sirip digunakan dalam hidangan populer yang disebut sup sirip hiu, yang merupakan simbol status. Ulasan ini akan memberikan deskripsi tentang definisi sirip hiu, sup sirip hiu, kelezatan dengerous untuk manusia dan hiu sama-sama dan bertujuan untuk melindungi populasi hiu.

References

Apa D. A. Chad S. M. and Kaneshiro-P. M. Y. (2014). The Influence of Culture on the International Management of Shark Finning. Environmental Management, 54(2), 151–161. doi:10.1007/s00267-014-0291-1
Baum, J. K. (2003). Collapse and Conservation of Shark Populations in the Northwest Atlantic. Science, 299(5605), 389–392. doi:10.1126/science.1079777
Clarke SC, Milner-Gulland EJ, Cemare TB. (2007). Perspective, Social, Economic, and Regulatory Drivers of the Shark Fin Trade. Marine Resource Economics. 22:305–327.
Clarke, S. C., McAllister, M. K., Milner-Gulland, E. J., Kirkwood, G. P., Michielsens, C. G. J., Agnew, D. J., Shivji, M. S. (2006). Global estimates of shark catches using trade records from commercial markets. Ecology Letters, 9(10), 1115–1126. doi:10.1111/j.1461-0248.2006.00968.
Derian D., Cahyo D. F., (2017). Status Peredaran Produk Jenis Hiu di Indonesia.
Geoffrey York (2003-08-27). "Shark Soup" (http:/ / www. flmnh. ufl. edu/ FISH/ sharks/ innews/ sharksoup2003. htm). The Globe and Mail.. Retrieved 8 January 2007"shark conservation" (http:/ / www. bluespheremedia. com/ shark-conservation. html). Blue Sphere Media. . Retrieved 5 December 2007.
Jaiteh V.F. Hordyk R. A., Braccini M., Warren C., Lonerangan N., (2017), Shark Finning in Estern Indonesia : Assessing the Sustainability of Data-Fishery., ICES Journal of Marine Science 74: 247-253.
Maguire, J.-J.; Sissenwine, M.; Csirke, J.; Grainger, R.; Garcia, S.(2006) The State of World Highly Migratory, Straddling and Other High Seas Fishery Resourcesand Associated Species. FAO Fisheries Technical Paper. No. 495. Rome: FAO. 84p.
Munadi Adi.,(2006), Analisis Sekreasi Untuk Tujuan Pengumpulan Ikan Hiu dalam Penangkapan ikan. Skripsi. Fakultas Parikanan dan Ilmu kelautan. IPB. Bogor.
Nur kumlasari, (2012) , Global Justice Movement: “Save Our Shark” oleh Shark Angel. Ecology letters .
Santoso A. A. (2017). Karakteristik Biologi Hiu dan Pari Appendiks II CITES yang didaratkan di Tanjung Luar, Lombok Timur. Seminar Nasional Tahunan XIV.
Sudjoko B. 1991. Pemanfaatn Ikan Cucut. Osean, Vol. XVI no. (4): 31-37.
White, W.T., P.R. Last., J.D. Stevens, G.K. Yearsley, Fahmi & Dharmadi. (2006). Economically important sharks and rays of Indonesia (Hiu dan pari yang bernilai ekonomis penting di Indonesia). ACIAR Monograph Series; no. 124. Australian Centre for International Agricultural Research, Canberra. 329 pp.
Published
2019-11-06