INTEGRATED GOVERNANCE DALAM FRAGMENTASI KOORDINASI KELEMBAGAAN PERTANIAN
Abstract
Fragmentasi koordinasi kelembagaan pertanian merupakan persoalan struktural yang menghambat efektivitas tata kelola sektor pertanian. Penelitian ini mengkaji pola koordinasi dan bentuk Fragmentasi antar pemangku kepentingan pertanian di Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, sebagai salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis proses koordinasi antar pemangku kepentingan dalam mendukung kemandirian petani serta bentuk Fragmentasi koordinasi kelembagaan dalam perspektif tata kelola terintegrasi . Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap pejabat kecamatan, koordinator BPP, ketua poktan padi, ketua poktan tembakau, dan penyuluh pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi. Hasil penelitian menunjukkan tiga dimensi Fragmentasi , yaitu saluran komunikasi berbasis WhatsApp group tanpa platform terpadu, distribusi bantuan melalui jalur paralel tanpa titik tunggal kendali, serta pelaporan lisan yang tidak terstandardisasi. Penelitian ini merekomendasikan portal digital terpadu, klarifikasi kewenangan kecamatan, dan standardisasi pelaporan poktan sebagai strategi integrasi koordinasi lintas kelembagaan.
Kata Kunci : Fragmentasi koordinasi, kelembagaan pertanian, kelompok tani, Dinas Pertanian, Kecamatan Paron









.png)
