PROBLEMATIKA PENEGAKAN PERATURAN DAERAH TENTANG PENYAKIT MASYARAKAT DALAM PENERTIBAN USAHA HIBURAN KARAOKE

  • Gilbert Johan Martin Sinaga Universitas Riau
Keywords: Regional Regulation, Social Maladies, Karaoke Entertainment, Law Enforcement

Abstract

This study examines the implementation of Regional Regulation of Kuantan Singingi Regency Number 20 of 2002 on Social Maladies in the enforcement of karaoke entertainment businesses. The research aims to analyze the enforcement practices, identify the obstacles encountered, and examine the efforts undertaken by the local government in implementing the regional regulation. Employing an empirical legal research method with a socio-legal approach, the study draws on interviews and field observations supported by primary and secondary legal materials. The findings indicate that the implementation of the regional regulation has not been substantively effective, despite its clear normative legal basis. The lack of firmness in the application of sanctions, weak coordination among law enforcement agencies, and inadequate socialization to business operators and the public constitute the main factors undermining enforcement effectiveness. This study underscores that the effectiveness of regional regulations is highly dependent on the consistency of law enforcement, institutional capacity, and the level of societal support.

References

Fajri, I. F., & Effendi, D. (2025). Implementation of Enforcement Actions Against Prostitution at Karaoke Venues by Padang City Satpol PP Unit. Journal of Legal Studies & Legality, 1(2), 43-52.
Handayani, D., Rusli, Z., & Sidiq, S. S. (2024, December). Dinamika Pembangunan Masyarakat Lokal di Kabupaten Kuantan Singingi. In Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Vol. 1, No. 1, pp. 41-46).
Hutagalung, M. A. (2025). Implementasi Penegakan Hukum di Indonesia: Tinjauan Kritis atas Teori dan Realitas. HARISA: Jurnal Hukum, Syariah, dan Sosial, 2(2)), 134-148.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kuantan Singingi. (2024). “Wawancara mengenai penegakan Peraturan Daerah tentang Penyakit Masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi, 18 Maret 2024, Teluk Kuantan.”
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kuantan Singingi. (2024). “Wawancara mengenai penegakan Peraturan Daerah tentang Penyakit Masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi, 19 Maret 2024, Teluk Kuantan.”
Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Kuantan Singingi. (2024). “Wawancara mengenai penegakan Peraturan Daerah tentang Penyakit Masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi, 20 Maret 2024, Teluk Kuantan.”
Oktalia, Y. (2024). Implementasi Pelaksaanan Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2002 Tentang Penyakit Masyarakat (Pekat) Di Kabupaten Kuantan Singingi. JUHANPERAK, 5(1), 1224-1235.
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi. (2022). Peraturan Daerah Kabupaten Kuantan Singingi Nomor 20 Tahun 2002 tentang Penyakit Masyarakat.
Pemilik Usaha Hiburan Karaoke di Kabupaten Kuantan Singingi. (2024). “Wawancara mengenai penegakan Peraturan Daerah tentang Penyakit Masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi, 21 Maret 2024, Teluk Kuantan.”
Putri, E. R., & Octarina, N. F. (2024). Law, Social Media, And The Karaoke Business. JILPR Journal Indonesia Law and Policy Review, 6(1), 22-28.
Sembiring, T. B., Arraihan, M. N., Rafiq, M., Lubis, H. I., Ahmad, D., & Sirait, D. V. (2024). Peran Hukum Dalam Lingkungan Masyarakat. Jurnal Pustaka Cendekia Hukum Dan Ilmu Sosial, 2(3), 285-291.
Zaskia, S., Sembiring, T. B., Harefa, J. B. F., & Zebua, M. A. A. R. (2025). Dampak Kebijakan Desentralisasi Terhadap Otonomi Daerah dalam Kerangka Hukum Tata Negara. Innovative: Journal Of Social Science Research, 5(4), 639-649.
Zheng, T. (2024). Prostitution and human trafficking. In Routledge Handbook of Chinese Gender & Sexuality (pp. 131-145). Routledge.
Published
2026-04-30
Section
Jendela Hukum
Abstract viewed = 4 times
PDF downloaded = 2 times