EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENINGKATAN ADAPTASI REGULATOR TUBUH UNTUK MENURUNKAN NYERI PASIEN POST OPERASI FRAKTUR DI RUMAH SAKIT ORTOPEDI SOEHARSO SURAKARTA

  • Margono Margono

Abstract

Penatalaksanaan fraktur dengan pembedahan akan menimbulkan kerusakan pada jaringan sehingga akan melepaskan zat-zat yang mengaktifkan reseptor nyeri (histamine, serotonin, plasmakinin, bradikinin, dan prostaglandin). Setiap individu akan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Adaptasi merupakan mekanisme koping untuk menjelaskan proses kontrol dari individu.Teknik relaksasi akan memenuhi kebutuhan metabolisme regulator dalam tubuh. Tujuan penelitian yaitu mengetahui efektivitas terapi relaksasi nafas dalam terhadap meningkatnya adaptasi regulator tubuh untuk menurunkan nyeri pada pasien post operasi fraktur di RSO Soeharso Surakarta. Jenis penelitian ini eksperiment kuasi dengan desain pretest-postest control design. Populasi penelitian seluruh pasien post operasi fraktur di RS Soeharso Surakarta dengan sampel pasien yang memenuhi kreteria inklusi dengan jumlah sampel yaitu 32 pasien yang terbagi dalam 2 kelompok (perlakuan dan kontrol). Teknik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling, sebelum analisis stataistik peneliti melakukan uji normalitas dengan uji Shapiro-Wilk, dan selanjutnya dilakukan uji paired sampel t-test dan independent t-test untuk data distribusi normal sedangkan uji wilcoxon dan mann-whitney untuk data tidak distribusi normal. Hasil analisis uji Paired samples t-tes kelompok sebelum dan sesudah pada parameter kadar bradikinin,skala nyeri, tekanan darah, pernafasan dan suhu 0,00 (<0,05), uji Wilcoxon test kelompok sebelum dan sesudah pada parameter nadi 0,00 (<0,05) uji Independent samples t-tes kelompok perlakuan dan kontrol kadar bradikinin, skala nyeri, tekanan darah, pernafasan dan suhu <0,05, pada perbedaan nadi digunakan uji mann- whitney kelompok perlakuan dan kontrol p=0,001 (<0,05). Teknik relaksasi nafas dalam efektif untuk meningkatkan adaptasi regulator tubuh pada pasien post operasi fraktur di RSO Soeharso Surakarta.Kata Kunci: relaksasi nafas dalam, adaptasi, regulator, nyeri fraktur

References

1. International Association for study of pain (IASP). 2002. What
causes cancer pain?Retriaved December 12,2005. From http://www.iasp-pain.org/PCU02- 2.html
2. Brunner & Suddart. (2002). Buku Ajar Keperawatan medical bedah
( H Kuncoro, A. Hartono, M.Ester,Y.Asih,Terjemah). (Ed.8) Vol 1Jakarta:EGC
3. Hartwig & Wilson. (2006). Nyeri dalam buku patofisiologi konsep
klinis proses- proses penyakit. vol 2 eds III Jakarta EGC
4. Tjay, Tan Hoan dan K.Rahardja(2007). Obat-obat Penting, PT
Gramedia, Jakarta.
5. Roy. ( 1991). Roy adaptasi model: The definitive statement, California: Appleton & Large
6. Smeltzer & Bare. ( 2002). Keperawatan medical bedah ed 8
Vol 3 Jakarta EGC
7. Mc.Kinney et al (2000). Contextual Cognitive-Behavioral
Therapy For Chronic pain
8. Priharjo.Robert. (1996). Pengkajian Fisik Keperawatan. Jakarta. EGC
9. Mender. Rosmery. (2004). Efektifitas tehnik relaksasi dalam
menurunkan nyeri persalinan. Jakarta. EGC
10. McCurnin DM. (2002). Clinical textbook for veterinary
technicians. 5th ed. W.B Saunders Company. USA. Pp. 199-322
11. Hidayat. (2006). Pengantar ilmu keperawatan anak, Jakarta:salemba
12. Potter & Perry (2005). Buku ajar fundamental keperawatan: Konsep, proses dan praktek adisi 4 vol 2, Jakarta:EGC
Published
2014-03-02
Abstract viewed = 769 times
Untitled downloaded = 795 times