Peningkatan Fleksibilitas Sendi pada Pasien Stroke dengan Terapi Tali Temali

  • M. Jamaluddin STIKes Karya Husada Semarang
  • Widiyaningsih Widiyaningsih STIKes Karya Husada Semarang
  • Zulfatun Nadhifah STIKes Karya Husada Semarang

Abstract

Latar belakang : Stroke merupakan gangguan fungsi sistem saraf yang terjadi secara mendadak dan disebabkan oleh gangguan peredaran darah di otak. Menurut WHO sekitar 15 juta orang menderita serangan stroke pertama setiap tahun, dengan sepertiga dari kasus ini dapat mengakibatkan kematian. Masalah yang dialami penderita stroke adalah gangguan gerak. Maka perlu dilakukan terapi non farmakologis berupa terapi tali temali. Bersifat meningkatkan panjang dan elastisitas otot dan jaringan sekitar sendi karena dengan menggerakan sendi dapat melancarkan peredaran darah untuk mengurangi kekakuan fleksibilitas sendi. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui peningkatan fleksibilitas sendi pada pasien stroke dengan terapi tali temali Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan Pre Experimental Design. Populasi penelitian ini adalah pasien penderita gejala post stroke non hemoragik di Poliklinik Saraf RSUD Ungaran dengan sampel sebanyak 20 orang. Teknik sampling pada penelitian ini adalah Purposive Sampling Hasil penelitian : Uji normalitas menggunakan  Uji Sapiro Wilk didapatkan hasil sebelum terapi 0,062 (> 0,05) dan didapatkan hasil setelah terapi 0,068 (> 0,05). Uji statistik menggunakan Uji Paired T-Test menunjukan p-value 0.000 atau < 0,05 maka dapat disimpulkan ada pengaruh terapi tali temali terhadap fleksibilitas sendi. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi tali temali terhadap fleksibilitas sendi pada pasien stroke di RSUD Ungaran.

References

Anita, F., Pongantung, H., Ada, P. V., & Hingkam, V. (2018). Pengaruh Latihan Range Of Motion Terhadap Rentang Gerak Sendi Ekstremitas Atas Pada Pasien Pasca Stroke Di Makassar. Journal of islamic nursing , 3 (1), 97-105.
Asikin, M. (2016). Keperawatan Medikal Bedah : Sistem Muskuloskeletal. Jakarta: Erlangga.
Bakara, D. M., & Warsito, S. (2016). Latihan Range Of Motion (Rom) Pasif Terhadap Rentang Sendi Pasien Pasca Stroke. Idea Nursing Journal , VII (2), 12-18.
Chandra, C. (2017). Pengaruh Fleksibilitas Tubuh Terhadap Keterampilan Senam Lantai Pada Mahasiswa FIO UNJ 2017. Prosiding Seminar dan Lokakarya Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta, 2, pp. 46-49. Jakarta.
Dinkes, J. (2015). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2015. Semarang: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa tengah.
Kemenkes. (2018). Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Nasional. Kementerian Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
Lestari, S. (2017). Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Tali Temali Pada Kelompok B Di TK Aba Dekso, Banjararum, Kalibawang, Kulon Progo. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini , VI (3), 271-281.
Hannan, M., Suprayitno, E., & Yuliyana, H. (2019). Pengaruh Terapi Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Osteoarthritis Pada Lansia Di Posyandu Lansia Puskesmas pandian Sumenep. Wiraraja Medika, 9(1), 1–10.
Mujib, M., & Suprayitno, E. (2016). Pengaruh latihan range of motion (rom) terhadap perubahan skala nyeri pada lansia dengan osteoartritis di posyandu lansia desa kalianget timur kecamatan kalianget kabupaten sumenep. Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan), 1(2), 55–62.
Olviani, Y., Mahdalena, M., & Rahmawati, I. (2017). Pengaruh Latihan Range Of Motion (Rom) Aktif-Asistif (Spherical Grip) Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pada Pasien Stroke Di Ruang Rawat Inap Penyakit Syaraf (Seruni) RSUD Ulin Banjarmasin. Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan , 8 (1), 250-257.
Pangemanan, D. H., Engka, J. N., & Supit, S. (2012). Gambaran Kekuatan Otot Dan Fleksibilitas Sendi Ekstremitas Atas Dan Ekstremitas Bawah Pada Siswa/I Smkn 3 Manado. Jurnal Biomedik: JBM , 4 (3), S109-118.
Pongantung, H., JMJ, S. A., & Melchi, S. D. (2018). Pengaruh Range Of Motion Pada Ekstremitas Bawah Terhadap Keseimbangan Berjalan Pada Pasien Pasca Stroke Di Rs. Stella Maris Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis , 12 (3), 271-276.
Rahayu, K. I. (2015). Pengaruh Pemberian Latihan Range Of Motion (ROM) Terhadap Kemampuan Motorik Pada Pasien Post Stroke Di Rsud Gambiran. Jurnal Keperawatan , 6 (2), 102-107.
Santoso, E. J., Bartiah, M., Khafidlotur, M., Permadhi, R. A., & Argaditama, R. (2014). Pengaruh Latihan Lateral Prehension Grip Terhadap Peningkatan Luas Gerak Sendi (LGS) Jari Tangan Pada Pasien Stroke Di SMC RS Telogorejo Semarang. Semarang. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan (JIKK) , 6, 1-10.
Sulianti, A., & Sahroni, D. (2017). Terapi Biopsikologi Di Rumah Untuk Meningkatkan Kekuatan Motorik Pasca Stroke Ulangan. Jurnal Biodjati , 2 (2), 126-137.
Utomo, A., & Arofah, N. I. (2015). Tingkat Keberhasilan Theraband Therapy Dalam Meningkatkan Range Of Movement (Rom) Pasca Cedera Pergelangan Tangan Pada Tim Ukm Softball Universitas Negeri Yogyakarta. Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga , 14 (1), 1-13.
Yudha, F. G., Adji, R. S., & Widodo, S. (2019). Pengaruh Aktivitas Joging Terhadap Fleksibilitas Articulatio Coxae. Jurnal Kedokteran Diponegoro , 8 (1), 191-202.
Published
2020-11-29