KARAKTERISTIK KERUSAKAN FISIK DAN KIMIA BUAH TOMAT

  • Ratih Yuniastri Universitas Wiraraja
  • Ismawati Ismawati
  • Vika Milkatil Atkhiyah Universitas Wiraraja
  • Khalid Al Faqih Universitas Wiraraja
Keywords: tomat, karakteristik fisik, reaksi kimia

Abstract

Tomat merupakan salah satu tanaman yang dikenal kaya akan vitamin dan antioksidan. Salah satu aktioksidan yang dikandung dalam tomat adalah likopen. Proses penanganan dan penyimpanan tomat yang salah akan menyebabkan terjadinya kerusakan, baik secara fisik, kimia, dan mikrobiologi terhadap tomat tersebut. Informasi tentang kondisi penyimpanan terhadap karakteristik tomat perlu dipahami untuk menentukan jenis penanganan yang tepat. Perlakuan yang diterapkan adalah meletakkan buah tomat dalam wadah terbuka selama 7 hari, selanjutnya dilakukan pengamatan secara fisik dan analisa secara kimiawi dan mikrobiologi. Suhu penyimpanan yang semakin tinggi dan terjadinya kerusakan mekanis sebelum penyimpanan berbanding terbalik dengan waktu simpannya.

References

Andriani, E. S., Nurwantoro, dan Hintono, A. 2018. Perubahan Fifik Tomat Selama Penyipanan Pada Suhu Ruang Akibat Pelapisan Dengan Agar-Agar. Jurnal Teknologi Pangan, 2 (2): 176-182.
Arini, L. D. D. 2017. Faktor-Faktor Penyebab dan Karakteristik Makanan Kadaluarsa yang Berdampak Buruk Pada Kesehatan Masyarakat. Ejurnal Unisri.
Dhall, RK, dan Singh, P. 2013. Effect of Ethephon and Ethylene Gas on Ripening and Quality of Tomato (Solanum Lycopersicum L.) during Cold Storage. Journal of Nutrition & Food Sciences. 3 (6).
Genanew, Tessema. 2013. Effect of Post Harvest Treatment on Storage Behavior and Quality of Tomato Fruit. World Journal of Agriculture Sciences. 9 (1): 29-37.
Johansyah, A., Prihastanti, E., dan Kusdiyantini, E. 2014. Pengaruh Plastik Pengemas Low Density Polyethylene (LDPE), Hgh Density Polyethylene (HDPE), dan Polipropilen (PP) Terhadap Penundaan Kematangan Buah Tomat (Lycopersicon esculentum Mill). Buletin Anatomi dan Fisiologi. 22 (1): 46-57.
Kartika. E., Yusuf, R., dan Syakur, A. 2015. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersium esculentum Mill.) Pada Berbagai Persentase Naungan. E-J. Agrotekbis, 3 (6): 717-724.
Linden, Veerle Van, et al. 2006. Factors That Affect Tomato Bruise Development As A Result Of Mechanical Impact. Postharvest Biology and Technology, 42 (3): 260-270.
Lospiani, N. P. N., Utama, I. M. S., dan Pudja, I. A. R. P. 2017. Pengaruh Lama Waktu Cekaman Anaerobik dan Konsentrasi Emulsi Lilin Lebah Sebagi Bahan Pelapis Terhadap Mutu dan Masa Simpan Buah Tomat. Jurnal BETA. 5 (2): 9-19.
Rahmawati, I. S., Hastuti, E. D., dan Darmanti, S. 2011. Pengaruh Perlakuan Konsentrasi Kalsium Klorida (CaCl2) dan Lama Penyimpanan Terhadap Kadar Asam Askorbat Buah Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). Buletin Anatomi dan Fisiologi, 12 (1): 62-70.
Saiduna dan Madkar, O. R. 2013. Pengaruh Suhu dan Tingkat Kematangan Buah Terhadap Mutu dan Lama Simpan Tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Jurnal Aroswagati, 1 (1): 43-50.
Sargent, Steve. 2000. Ripening Tomatoes with Ethylene. University Of Florida (https://ufdcimages.uflib.ufl.edu/IR/00/00/46/98/00001/CV20600.PDF diakses 20 Agustus 2019.
Sudjatha, W., dan Wisaniyasa, N. W. 2017. Fisiologi dan Teknologi Pascapanen (Buah dan Sayuran). Bali: Udayana University Press.
Published
2020-04-29