AKUNTANSI BUDAYA KOKOCORAN DIKEPULAUAN KANGEAN KABUPATEN SUMENEP MADURA

  • Anis Jakfar Nur Universitas Wiraraja
  • Syahril Syahril Universitas Wiraraja
Keywords: Akuntansi, budaya kokocoran dikepulauan kangean

Abstract

Kokocoran merupakan tradisi budaya dan adat yang ada di pulau kangean yang di bumi manapun tidak ada duanya, yang mana kokocoran tersebut di selenggarakan setelah resepsi pernikahan, kokocoran juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyakat kangean. Hal ini tidak terlepas dari iringan alunan musik gamelan yang di mainkan dan di tambah dengan tarian orang-orang yang membawa sejumlah uang serta mengundang gelak tawa para penonton, biasanya setelah prosesi kokocoran yang di laksanakan pada sore hari, di lanjutkan dengan acara kesenian ludruk atau ajing yang di langsungkan pada malam hari, Kedua mempelai diwajibkan berdandan terlebih dahulu. Setelah kedua mempelai menempati tempat duduk yang telah di sediakan diatas panggung. Sanak saudara berdayun-dayun menaiki panggung secara bergantian sambil menari di iringi musik gamelan untuk melakukan saweran memberikan sejumlah uang kepada kedua mempelai. Namun sejumlah uang yang di diberikan oleh sanak saudara dan hadirin tidak gratis, karena tuan rumah harus mencatat untuk kemudian mengembalikannya ketika di antara para sanak saudara dan hadirin tersebut melakukan hal yang sama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif degan pendekatan etnografi. bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis mengenai fakta, sifat dan hubungan antar fenomena Akuntansi Kokocoran. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa praktik akuntansi pada budaya kokocoran di kepulauan kangean jika dilihat dari segi akuntansinya juga dapat menghasilkan tambahan modal walaupun tambahan modal itu di catat sebagai hutang tetapi kita bisa memanfaatkannya untuk modal usaha sambi menunggu waktu untuk mengembalikan sumbangan akan tetapi masih sangat minim karena pencatatannya masih sangat sederhana karena hanya mencatat bagian pihak yang memberikan sumbangan dan pihak yang mengembalikan sumbangan.

References

Abdullah, S. (2017). Akuntansi Sektor Publik Akuntansi Keuangan Daerah.
Aisiyah, F. (2020). Akad pada budaya totolongan: Studi di Kepulauan Kangean (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Aminuddin, (1998) Sehubungan dengan kegiatan 25 berfikir, manusia berfikir menggunakan bahasa yang juga digunakan dalam komunikasi
Beerling, (1998). Meskipun teori berhutang pada filsuf seperti John Locke dan Immanuel Kant, ia muncul sepenuhnya dalam karya filsuf bahasa post-Kantian di abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Blomviet (dalam Abdul Wahab, 1995:40) mengemukakan bahwa makna adalah suatu bentuk kebahasaan yang harus dianalisis dalam batas- batas unsur-unsur penting situasi dimana penutur mengujarnya. Terkait dengan hal tersebut, Aminuddin (1998:50)
Ludiyah, L. (2018). Makna Kultural Dalam Tradisi Upacara Pengantin Di Pulau Kangean Kabupaten Sumenep Jawa Timur (Doctoral Dissertation, Universitas 17 Agustus 1945).
Ludiyah, L. (2018). Makna Kultural Dalam Tradisi Upacara Pengantin Di Pulau Kangean Kabupaten Sumenep Jawa Timur (Doctoral dissertation, Universitas 17 Agustus 1945).
Lyons (dalam Mannsoer Pateda, 2001:92)mengatakan pengertian adalah sistem hubungan-hubungan yang berbedadengan kata lain di dalam kosa kata.(dalam Mansoer Pateda, 2001:94) aspek makna nada menurut Shiplay adalah sikap pembicara terhadap kawan bicara
Mardjani, A. C., Kalangi, L., & Lambey, R. (2015). Perhitungan Penyusutan Aset Tetap Menurut Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan Perpajakan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Pada PT. Hutama Karya Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 3(1).
Nur, A. (2017). Gambaran Masyarakat Pulau Paliat Terhadap Kehadiran Teknologi Informasi Melalui Film Etnografi “I Roni Pulau Pal I AT” (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).
Risdiyanti, I., & Prahmana, R. C. I. (2018). Etnomatematika: Eksplorasi dalam permainan tradisional Jawa. Journal of Medives: Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang, 2(1), 1-11.
Rukayya, R. (2012). Aspek Pendidikan Nilai Spiritual dalam Tradisi Walimatul Khitan Studi Kasus di Dusun Pesisir Desa Angkatan Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep, Kangean Jawa Timur (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Setiadi, D. (2017). Pola bilangan matematis perhitungan weton dalam tradisi Jawa dan Sunda. Adhum: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilmu Administrasi dan Humaniora, 7(2), 75-86.
St.Muttia A. Husain (2012) dengan judul “Proses Dalam Tradisi Perkawinan Masyarakat Bugis di Desa Pakkasalo Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone”.
Stephen & Karen (2009). Disini kita akan menyertakan tiga jenis teori semiotik, teori simbol, teori bahasa, dan teori perilaku non-verbal.
Suyatman, U. (2018). Teologi Lingkungan dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sunda. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 15(1), 77-88.
Syahril 2021, Akuntansi Keuangan Syariah Desa Dan Kesejahteraan CV. Literasi Nusantara Abadi 1, VI + 76
Syahril, MH Ibnu Fajar, 2019. Kifayah accounting: financial management of the death of tradition madura indonesia international journal of business and commerce (issn: 2225-2436) 7
Utomo, L. P. (2018). Jurnal Akuntansi dan Pajak, 19 (01), 2018, 77-88 Kecurangan Dalam Laporan Keuangan “Menguji Teori Fraud Triangle”. Jurnal Akuntansi dan Pajak, 19(01), 77-88.
Published
2022-10-31
Abstract viewed = 15 times
.pdf downloaded = 6 times