FAKTOR PENYEBAB KETIDAKDISIPLINAN IBU DALAM PELAKSANAAN IMUNISASI DI DESA MATANAIR KECAMATAN RUBARU

  • Sri Yunita Suraida Salat Program Studi Diploma Kebidanan UNIJA Sumenep
  • Abd Wahid Program Studi Profesi Ners UNIJA Sumenep
Keywords: Kedisiplinan, Imunisasi

Abstract

Imunisasi adalah usaha yang dilakukan untuk membentuk antibodi dengan cara memasukkan antigen lemah secara sengaja ke dalam tubuh manusia. Menurut data dari Depkes RI pada tahun 2013 Di Indonesia terdapat 41,4% dari 61.843 anak yang berusia di bawah 5 tahun tidak
mendapatkan imunisasi. Banyak faktor yang mempengaruhi ketidakdisiplinan ibu dalam imunisasi.

Penelitian ini berujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidakdisiplinan ibu dalam pelaksanaan imunissi di desa Matanaair kecamatan rubaru Kabupaten Sumenep Tahun 2016.
Penelitian ini merupakan suatu penelitian diskriptif dengan Rancang bangun menggunakan
metode cross sectional dengan Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi yang sudah
diimunisasi di desa Matanair kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep yang berjumlah 53 orang.


Besar sampel penelitian adalah 32 orang. Variabel penelitian dalam penelitian ini yaitu :
Pendidikan, pekerjaan dan Usia ibu.dan kedisiplinan ibu. Pengumpulan data menggunakan
lembar kuesioner. Data akan dianalisis menggunakan uji korelasi spearman.

Berdasarkan analisis data diketahui bahwa faktor usia memiliki nilai p=0,001; faktor
pendidikan dengan nilai p=0,001; faktor pekerjaan, p=0,002;. Angka tersebut memberikan arti
bahwa faktor tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan ketidakdisiplinan ibu dalam
imunisasi.

Peran serta keluarga dan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan dalam mengatasi masalah
tersebut. Dukungan moril dapat diberikan keluarga untuk ibu untuk disiplin dalam pelaksanaan
imunisasi bayinya serta peran aktif tenaga kesehatan dalam melakukan pendampingan dan
penyuluhan tentang pentingnya kedisiplinan ibu dalam melakukan imunisasi.

References

Arikunto, suharsimi. (2009). Prosedur penelitian suatu pendekatanpraktek edisi revisi IV, Jakarta : Rineka cipta.
Atikah , (2010). Vaksin Difteri ,Pertusis,Tetanus.( 42- 48) Ariesandi, , 2008., (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama), hlm. 230-231
Agus Suprijono, Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012),
Budiono, 2006, penerapan kedisiplinan 2. Jakarta: salemba medika.
Depkes RI. 2008. Imunisasi dasar bagi pelaksanaan imunisasi. Jakarta
Eka Prihatin, Menejemen Peserta Didik, (Bandung: Alfabeta, 2011), hlm. 93-97
Hidayat, A.A.(2005). Model penelitian kesehatan. Jakarta : PT.Rineka cipta.
Hidayat, A. Aziz Alimul, 2008. Metode penelitian Kebidanan & Tehnik Analisa Data. Jakarta : Salemba Medika
Mulyani, 2013. Pedoman imunisasi di Indonesia. Jakarta: satges imunisasi
Notoatmojo, 2012, (Hipotesis Penelitian) Jakarta : PT Rineka cipta.
Nooatmodjo, 2007, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi,(Jakarta), hlm. 65-69.
Notoatmodjo.s.2008. promosi kesehatan. jakarta: Rineka cipta.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan, Jakarta : PT Rineka cipta.
Notoatmodjo 2010, Modifikasi Lawrence Green
Saryono dan Ari Setiawan. 2011. Metologi Penelitian Kebidanan.Yogyakarta: Nuha Medika.
Sugiono . (2007). Statistika untuk penelitian. Bandung: Afabeta
Supartini, 2004 ,(PD3I) Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi
Teccya. 2009.Demam sehabis imunisasi. (online) 21 November 2012
Yashin,Sulhan. (2008). Kamus Bahasa Indonesia, Surabaya: Amanah dan Stress. Cetakan
Published
2018-03-23
Abstract viewed = 477 times
PDF downloaded = 417 times