Pemanfaatan Banner Bekas sebagai Tas Belanja Layak Pakai

  • Retno Wulan Sekarsari Fakultas Imu Administrasi, Universitas Islam Malang
  • Ahmad Siboy Fakultas Hukum, Universitas Universitas Islam Malang
Keywords: Banner, Banner Bekas, Tas Belanja

Abstract

Hampir di setiap sudut jalan kita temui berbagai macam banner terpasang. Dan apabila masa waktunya telah habis maka banner tersebut akan dicopot dan dibersihkan oleh petugas yang berwenang yaitu Satpol PP. Banner-banner bekas di Kota Malang sangat banyak dan tidak difungsikan kembali. Banner tersebut menumpuk di gudang penyimpanan di kantor Satpol PP Kota Malang dan tidak difungsikan kembali. Dari segi komposisi bahan, banner cukup bagus untuk dimanfaatkan/didaur ulang kembali menjadi barang yang lebih bermanfaat jangka panjang. Maka kami sebagai pengabdi berniat untuk memanfaatkan banner bekas  tersebut menjadi barang yang berguna serta dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang, yaitu menjadi sebuah tas belanja. Tahapan pelaksanaan kegiatan Pemanfaatan Banner Bekas sebagai Tas Belanja Layak Pakai adalah sebagai berikut: (1) Peninjauan Lokasi oleh Tim Pengabdi, untuk meninjau banner bekas yang ada di kantor Satpol PP Lota Malang. (2) Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) dengan melibatkan seluruh tim pengabdian dan seluruh mitra, termasuk Satpol PP Malang. (3) Pengambilan Banner bekas di kantor Satpol PP Kota Malang untuk di proses menjadi sebuah tas belanja. (4) Penyortiran, dan pembersihan banner, mencuci dan menjemur semua banner bekas yang layak untuk diproses menjadi tas belanja layak pakai. (5) Membuat pola tas, memotongan banner, dan  menjahitnya menjadi tas belanja layak pakai untuk dibagikan ke masyarakat Kota Malang. (6) Menghias tas belanja dari banner bekas dengan menggunakan renda, kain flanel, dan aksesoris agar cantik dan menarik. (7) Pembangian tas belanja dari banner bekas kepada masyarakat Kota Malang dan kantor Satpol PP Kota Malang. Kata Kunci: Banner, Banner Bekas, Tas Belanja.

References

Agusta, I. (2007). Aneka Metode Partisipasi Untuk Pembangunan Desa. Blogspot http://iagusta.blogspot.com/. Sosiolog Pedesaan Institut Pertanian Bogor. Diakses, 2 November 2007.
Cathart, R.S., and Larry A. Samovar, (1974). Small Group Communication : A Reader. New York : Holt, Rinehart and Winston, Inc.
Chamala, R.S., (1995). Overview of Participative Action Approaches in Australian Land and Water Management. Dalam Chamala, S. and Keith, K. (eds), 1995.
Khairuddin, (2000). Pembangunan Masyarakat., Tinjauan Aspek: Sosiologi, Ekonomi dan Perencanaan. Liberty, Yogyakarta.
Sumodiningrat, G. (1999). Pemberdayaan Masyarakat dan Jaring Pengaman Sosial Jakarta: Gramedia.
Syahyuti, (2006). 30 Konsep Penting dalam Pembangunan Pedesaan dan Pertanian. Jakarta: Bina Rena Pariwara.
Published
2021-03-30
Abstract viewed = 17 times
PDF downloaded = 13 times