PENDAMPINGAN DAN SOSIALISASI PENANGGULANGAN KEKERASAN TERHADAP ANAK

  • Dian Novita Fakultas Hukum, Universitas Wiraraja
  • Zainuri Zainuri Fakultas Hukum, Universitas Wiraraja
Keywords: anak, kekerasan fisik, kekerasan psikis

Abstract

Keberadaan anak merupakan suatu hal yang sangat di harapkan oleh setiap pasangan yang menikah untuk melanjutkan keturunannya, namun tidak semua pasangan dikaruniai generasi penerus .Bagi mereka yang telah mendapatkan keturunan sebagai generasi penerus beraneka ragam pula perlakuan mereka sebagai orang tua terhadap anak-anak mereka. Ada sebagian mereka yang beranggapan bahwa anak mereka merupakan hak milik mereka secara mutlak sehingga para orang tua tersebut merasa bebas untuk memperlakukan anak anak mereka sekendak dan semau  mereka, tidak jarang para orang tua bersikap semena mena terhadap anak anak mereka sendiri bahkan anak anak mereka diperlakukan secara tidak berprikemanusiaan. Ada beberapa permasalahan yang menjadi dasar mengapa perlu direalisasikan pada desa-desa terpencil khususnya pada desa Rubaru kecamatan Rubaru yaitu : Kurangnya pengetahuan dari para orang tua terkait pentingnya perlakuan baik orang tua terhadap anak anaknya peraturan desa Sumber daya Manusia orang maupun masyarakat yang terbatas hal ini bisa di lihat dari tingkat pendidikan para orang tua. Kebiasaan yang di terima oleh para orang tua sejak masa kanak kanak dari orang tua dianggap sudah biasa sehingga perlakuan para orang tua terhadap anaknya juga akan sama seperti yang telah orang tua terima di masa kanak-kanak dahulu. Kurangnya sosialisasi keberadaan peraturan perundang-undangan terhadap masyarakat. Berdasarkan permasalah yang  terjadi di desa tersebut yaitu desa Rubaru tim Pengabdian berinisiatif untuk mengadakan pendampingan dan sosialisasi terkait penanggulangan kekerasan terhadap anak Langkah awal yang dapat ditawarkan oleh tim adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa terkait pentingnya perlakuan yang baik terhadap anak anak sesuai dengan yang di amanahkan oleh undang-undang sekaligus sebagai wujud keperdulian anggota masyarakat terhadap masa depan generasinya dan masa depan bangsa dan negara secara umum di masa yang akan datang.

References

Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak
Peraturan presiden nomor 61 tahun 2016 tentang komisi perlindungan anak Indonesia
Published
2021-03-30
Abstract viewed = 15 times
PDF downloaded = 10 times