Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan TBC melalui Kegiatan Penyuluhan Kesehatan di Kabupaten Tapanuli Tengah

  • Safran Efendi Pasaribu Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Iman Sanjaya Zega Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Cici Zuliannur Simamora Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Febrisa Pulungan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Muhammad Azis Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Syahbuddin Siregar Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Ikmal Adrian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Nur Annisa Basran Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Azhari Ritonga Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Yogi Ramadhan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Winni Izzul Hafifah Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Darwis Lubis Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Keywords: Pemberdayaan Masyarakat, Penyuluhan Kesehatan, TBC, Partisipasi Masyarakat

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penyakit Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan penyuluhan kesehatan di Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dari berbagai program studi dan disiplin ilmu. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi interaktif, diskusi kelompok, pemutaran video edukatif, serta simulasi perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, mahasiswa juga berkolaborasi dengan pihak kelurahan, tenaga kesehatan puskesmas, dan kader posyandu dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan TBC. Masyarakat juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan dan berkomitmen untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga. Selain itu, terbentuk kelompok kader kesehatan yang siap menjadi agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi pencegahan TBC di tingkat komunitas. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi lintas disiplin efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga terhadap isu kesehatan publik.

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032
Chambers, R. (1997). Whose reality counts? Putting the first last. Intermediate Technology Publications.
Cohen, J. M., & Uphoff, N. T. (1980). Participation’s place in rural development: Seeking clarity through specificity. World Development, 8(3), 213–235. https://doi.org/10.1016/0305-750X(80)90082-8
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. (2023). Profil kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2022. Medan: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan situasi tuberkulosis di Indonesia tahun 2023. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Putra, R. D., & Simanjuntak, N. (2022). Pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan kesehatan dalam pencegahan penyakit menular di daerah pedesaan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sehat, 5(2), 85–94. https://doi.org/10.1234/jpms.v5i2.2022
Sulistiyani, A. T. (2018). Kemitraan dan model-model pemberdayaan. Yogyakarta: Gava Media.
World Health Organization (WHO). (2023). Global tuberculosis report 2023. Geneva: World Health Organization.
Yuliani, E., & Siregar, H. (2021). Peran kader kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan TBC. Jurnal Abdimas Kesehatan Nusantara, 3(1), 45–53.
Published
2026-03-27
Abstract viewed = 21 times
pdf downloaded = 4 times