Optimalisasi Daur Ulang Sampah Organik dan Anorganik untuk Meningkatkan Jiwa Enterpreneur Mahasiswa Teknik Sipil
Abstract
Data limbah di Indonesia setiap tahun prosentasenya mengalami peningkatan. Pada tahun 2018, data limbah yang dihasilkan adalah 60% berasal dari sampah organik, 9% berasal dari sampah kertas, 4,3% berasal dari sampah metal, 12,7% berasal dari sampah kaca, kayu, dan bahan lainnya. Pada tahun 2019 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan jumlah timbulan sampah secara nasional sebesar 175.000 ton per hari atau setara 64 juta ton per tahun, hal ini menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang perhari sebesar 0,7 Kg. Komposisi jenis sampah yang dihasilkan adalah 50% berasal dari sampah organik (sisa makanan dan tumbuhan), 15% berasal dari sampah plastik, 10% berasal dari sampah kertas, kemudian sisa sampah lainnya berasal dari logam, karet, kain, kaca dan lainnya
Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja wajib mempersiapkan lulusannya untuk siap bekerja, terlebih pada tahun 2015 negara-negara dikawasan Asia Tenggara menyepakati adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, solutif dan dapat memanfaatkan sumber daya alam yang ada merupakan kekuatan utama dalam mewujudkan MEA. Sektor wirausaha diharapkan mampu berperan banyak dalam menghadapi MEA, karena wirausaha dapat merubah perekonomian suatu negara dengan sikap dan perilaku wirausaha itu sendiri untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik. Berdasarkan pemaparan latar belakang diatas muncul ide kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Optimalisasi Daur Ulang Sampah Organik Dan Anorganik Untuk Meningkatkan Jiwa Enterpreneur Mahasiswa Teknik Sipil”. Hasil pelaksanaan berdasarkan penyebaran kuisioner kepada mitra menunjukan hasil yang cukup baik. Rata-rata jawaban responden yang menjawab “Ya” sebesar 94% artinya responden memahami materi yang telah disampaikan dalam kegiatan sosialisasi.
References
Badan Standarisasi Nasional. (2000). SNI 03-2834-2000 tentang Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
Baqiroh, N. F. (2019). Timbulan Sampah Nasional Capai 64 juta ton per Tahun. Retrieved 2021, from https://ekonomi.bisnis.com/read/20190221/99/891611/timbulan-sampah-nasional-capai-64-juta-ton-per-tahun
CNN Indonesia. (2018). Riset: 24 Persen Sampah di Indonesia Masih Tak Terkelola . Retrieved 2021, from https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180425101643-282-293362/riset-24-persen-sampah-di-indonesia-masih-tak-terkelola
Gerges, N. N., Issa, C. A., Fawaz, S. A., Jabbour, J., Jreige, J., & Yacoub, A. (2018). Recycled Glass Concrete : Coarse and Fine Aggregates. EJERS, European Journal of Engineering Research and Science Vol. 3, No. 1 , 1-9.
Selvakumar, M., Geetha, S., Rangan, S. K., Sithrubi, T., & Sathyashriya, K. (In Press). Effect of glass powder as partial fine aggregate replacement on properties of basalt fibre reinforced concrete. Materials Today: Proceedings , 1-5.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




3.png)




.png)


