PENGUATAN LITERASI DIGITAL MELALUI EDUKASI AMAN BERINTERNET BAGI PESERTA POSYANDU
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, namun di sisi lain juga meningkatkan risiko penyalahgunaan teknologi melalui berbagai modus penipuan digital yang semakin beragam. Kelompok ibu-ibu dan lansia sebagai peserta Posyandu merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rentan menjadi sasaran penipuan karena masih terbatasnya pemahaman mengenai keamanan dalam menggunakan internet dan media digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital peserta Posyandu melalui edukasi mengenai penggunaan internet yang aman serta upaya pencegahan penipuan digital. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi berbagai contoh modus penipuan digital yang umum terjadi, diskusi, serta sesi tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup pengenalan jenis-jenis penipuan digital, cara mengenali tautan dan pesan mencurigakan, pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menjadi target penipuan. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi peserta dan penyebaran kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai praktik berinternet yang aman, kemampuan mengenali ciri-ciri penipuan digital, serta meningkatnya kesadaran untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan aplikasi pesan instan. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk masyarakat yang lebih cakap digital sehingga mampu memanfaatkan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
References
Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Status Literasi Digital Indonesia 2024. Jakarta, Indonesia: Komdigi, 2024. [Online]. Available: https://literasidigital.id
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan RI, 2022. [Online]. Available: https://kemkes.go.id
P. Gilster, Digital Literacy. New York, NY, USA: John Wiley & Sons, 1997.
A. Martin, "A European framework for digital literacy," Nordic Journal of Digital Literacy, vol. 2, no. 1, pp. 151–161, 2006.
S. Zahara, M. F. Rochmah, Y. N. Sukmaningtyas, A. I. Dyah, and R. M. Akbar, "Peningkatan literasi digital safety sebagai upaya pencegahan penipuan digital pada masyarakat," Abdimas Nusantara, vol. 5, no. 2, pp. 1547–1555, 2024.
N. N. Soraya, R. Juliastuti, and I. Mardiansyah, "Pemberdayaan literasi digital berbasis partisipatif untuk menghadapi hoaks dan penipuan online," Indonesian Engagement Journal, vol. 6, no. 1, pp. 45–58, 2025.
A. Prasetyo and R. Hidayat, "Peningkatan literasi digital masyarakat melalui edukasi keamanan berinternet," Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia, vol. 4, no. 2, pp. 115–123, 2023.





.png)
