PEMANFAATAN BIOSAKA SEBAGAI INOVASI PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MENDUKUNG KESEHATAN MASYARAKAT
Abstract
Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dalam pertanian telah menimbulkan berbagai permasalahan, antara lain degradasi kualitas tanah, pencemaran lingkungan, serta potensi risiko terhadap kesehatan masyarakat akibat residu bahan kimia pada hasil pertanian. Kondisi ini mendorong perlunya penerapan inovasi pertanian ramah lingkungan yang aman, murah, dan mudah diterapkan oleh petani. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah BIOSAKA, yaitu pupuk organik berbahan dasar ekstrak tumbuhan lokal yang berfungsi sebagai elisitor untuk menstimulasi pertumbuhan dan ketahanan tanaman. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pemanfaatan BIOSAKA sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik serta mendukung kesehatan masyarakat di Desa Errabu, Kecamatan Bluto. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan BIOSAKA, dan pendampingan langsung kepada petani. BIOSAKA dibuat dari daun tanaman sehat yang diremas dan disaring tanpa melalui proses fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep pertanian ramah lingkungan, mempraktikkan pembuatan BIOSAKA secara mandiri, serta mengaplikasikannya pada tanaman. BIOSAKA yang dihasilkan memiliki ciri berwarna hijau segar, tidak berbau busuk, dan siap digunakan. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya pertanian sehat, berpotensi mengurangi penggunaan pupuk anorganik, serta mendukung terciptanya lingkungan dan hasil pertanian yang lebih aman bagi kesehatan masyarakat.
References
Hafizah, U., Selvia, I. N., & Idris, M. (2025). Pengaruh pemberian Biosaka dan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Jurnal Biosense, 8(2), 103–117. https://doi.org/10.36526/biosense.v8i2.5101
Ramli, A. R., Adirianto, B., & Rachmat, R. (2025). Aplikasi pupuk organik Biosaka dan NPK terhadap peningkatan pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa L.). Jurnal Agrisistem, 20(1), Article 318. https://doi.org/10.52625/j-agr.v20i1.318
Harwanto, H., Purwanti, E. W., Wandansari, N. R., & Sunaryono, J. G. (2025). Biosaka elicitor enhances nutrient efficiency and sustains rice yield under reduced fertilizer application. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 53(3), 421–429. https://doi.org/10.24831/jai.533.69112
Yuskarina, Y., Jamidi, J., Baidhawi, B., Ismadi, I., & Hafifah, H. (2025). Peningkatan produksi tanaman kol bunga dataran rendah akibat pemberian Biosaka dan tiga jenis pupuk kandang. Jurnal Agrium, 22(2), 140–151. https://doi.org/10.29103/agrium.v22i2.22585
Azhimah, F., Saragih, C. L., Pandia, W., Sembiring, N. B., Ginting, E. P., & Sitepu, H. P. (2025). Sosialisasi dan aplikasi pembuatan Biosaka di lahan hortikultura Kabupaten Karo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(5), 95–104. https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i5.95
Agustin, N. I. W., Endnur, N., Nurfia, S., Setianingsih, S., Sholihah, U. N., Hendraswari, V. R., & Bahari, F. P. (2025). Sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan Biosaka sebagai alternatif untuk meminimalisir penggunaan pupuk anorganik pada pertanian berkelanjutan. NAJWA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(1), 225–236. https://doi.org/10.30762/najwa.v2i1.225
Andriansyah, A., Suheri, H., & Ngawit, I. K. (2024). Pengaruh dosis pupuk NPK plus dan Biosaka terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 3(3), 258–267. https://doi.org/10.29303/jima.v3i3.5717
Zainab, S., Haryantini, B., Sunantra, I. M., Wardhana, A. W., Arifin, Z., Baharuddin, B., & Hidayah, M. (2025). Pemanfaatan Biosaka dalam mendukung pertanian organik di Desa Kebon Ayu. Al-Amal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 40–50. https://doi.org/10.59896/amal.v1i2.40
Melinda, Y., Hendrita, V., & Nurazizah, W. (2025). Pengaplikasian Biosaka dalam pertanian organik di Kecamatan Tanjung Gadang. Agrifo: Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh, 9(1), 15875. https://doi.org/10.29103/ag.v9i1.15875
Az Zahra, S., & Fathurrahman. (2025). Uji kompos Azolla dan Biosaka terhadap pertumbuhan serta produksi tanaman pare (Momordica charantia L.). Jurnal Agrotek Tropika, 13(4), 952–965. https://doi.org/10.23960/jat.v13i4.9497
Umam, K., Karim, A., Alalloh, R. M., Wulandari, A. E., & Fathoni, F. S. (2025). Penanggulangan kelangkaan pupuk kimia dengan pembuatan Biosaka dan POC di Desa Selomukti, Situbondo. Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom, 3(2), 446–456. https://doi.org/10.35719/ngarsa.v3i2.446
Saputri, G., Zulfita, D., & Pramulya, M. (2024). Respon pertumbuhan dan hasil rosella dengan pemberian kombinasi POC Biosaka dan KNO₃ pada tanah gambut. Jurnal Pertanian Agros, 27(1), Article 2. https://doi.org/10.37159/jpa.v27i1.2
Pili, M., Wahid, S., & Husni, M. (2024). Pengaruh pemberian Biosaka dan vermikompos terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Agrisia: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 16(2), 1444–1455. https://doi.org/10.37721/agrisia.v16i2.1444
Husain, F., & Megawati, M. (2025). Pembuatan elisitor Biosaka sebagai salah satu inovasi dalam pengurangan penggunaan pupuk kimia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Hasanuddin, 4(2), 30699–30710. https://doi.org/10.20956/jpmh.v4i2.30699





.png)
