PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN (GA3) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Varietas Mustang F1

  • Siti Wahyuningsih Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Dan Peternakan, Universitas Islam Balitar
  • Army Dita Serdani Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Dan Peternakan, Universitas Islam Balitar
  • Tri Kurniastuti Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Dan Peternakan, Universitas Islam Balitar
  • Jeka Widiatmanta Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Dan Peternakan, Universitas Islam Balitar
Keywords: Terung, Frekuensi, Konsentrasi, ZPT giberelin

Abstract

Pemberian giberelin (GA3) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi terong (Solanum melongena L.), tanaman sayuran yang populer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa banyak dan seberapa sering GA3 diterapkan pada pengembangan dan pemanenan tanaman telur Mustang F1. Pada bulan Januari dan April 2023, peneliti dari kawasan Manggis Ngancar berkunjung ke masyarakat. Dua parameter digunakan untuk menyiapkan penelitian: frekuensi pemberian giberelin (F) bervariasi dari F1 = 1 kali hingga F3 = 3 kali, dan konsentrasi giberelin (K) berkisar dari K1 = 100 ppm hingga K4 = 250 ppm. Tanaman diamati mulai 14 hari setelah tanam (HST), dengan interval 7 hari. Pengukuran mencakup hal-hal seperti seberapa tinggi tanaman, berapa banyak daun yang dimilikinya, berapa banyak bunga yang dihasilkan, dan berapa banyak serta berat buahnya. Terdapat pengaruh nyata secara statistik kombinasi frekuensi aplikasi 250 ppm GA3 dan 3 terhadap tinggi tanaman (14-56 hst), jumlah daun (14-56 hst), jumlah bunga, jumlah buah total dengan jumlah buah 66,67 buah, dan berat buah total (15161,00 gram).

References

Asra, R dan Ubaidillah. 2012. Pengaruh Konsentrasi Giberelin (GA3) Terhadap Nilai Nutrisi Calopogonium caeruleum. Vol. 15 No. 2, halaman 82.
Farida., dan N. Rohaeni. 2019. Pengaruh Konsentrasi Hormon Giberelin Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L.) Ziraa’ah. 44 (1) : 1 – 8.
Firmansyah, Imam; Syakir, Muhammad; Lukman, Liferdi. 2017. “Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk N, P, Dan K Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terung (Solanum Melongena L.) [The Influence of Dose Combination Fertilizer N, P, and K on Growth and Yield of Eggplant Crops (Solanum Melongena L.)].” Hortikultura 27(1): 69–78.
Gardner, F.P., Perce, R.B., and Mitchell, R.L., 1985. Physiology of Crop Plants. The Iowa State University Press.
Hardjadi, S.S. 1996. Pengantar Agronomi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Hermawati, T. 2007. Pengaruh pemberian kompos sampah kota terhadap hasi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). J. Agronomi 11(1):23-26.
Mesah, R., E. St. O. Nguru dan Y. R.Y. Gandut. 2018. Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Giberelin GibGro 10 SP terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.). Agrisa, 7(2): 254-265.
Naeem N., M. Ishtiaq, P. Khan, N. Mohammad, J. Khan, and B. Jamiher. 2001. Effect OfGibberellic Acid On Growth and Yield Of Tomato. Roma. Online Journal of Biological Sciences. 1 (6): 448-450.
Permatasari, D. A., Y. S. Rahayu dan E. Ratnasari. 2016. Pengaruh Pemberian Hormon Giberelin terhadap Pertumbuhan Buah secara Partenikarpi pada Tanaman Tomat Varietas Tombatu F1. LenteraBio, 5(1): 25-31.
Rahman Zain, Abdullah, Zainuddin Basri, and Iskandar Lapanjang. 2015. “Pembentukan Buah Terung (Solanum Melongena L.) Partenokarpi Melalui Aplikasi Berbagai Konsentrasi Giberelin.” Jurnal Sains Dan Teknologi Tadulako 4(2): 60–67.
Rappaport, Lawrence. 2008. “Effect of Gibberellin on Growth, Flowering and Fruiting of The Earlypak Tomato, Lycopersicum Esculentum.” Plant Physiology: 440–44
Rolistyo, Alpano, Sunaryo Sunaryo, and Tatik Wardiyati. 2014. “Pengaruh Pemberian Giberelin Terhadap Produktivitas Dua Varietas Tanaman Tomat ( Lycopersicum Esculentum Mill .).” Jurnal Produksi Tanaman 2(6): 457–63.
Seswita, Deliah. 2020. “Penggunaan Air Kelapa Sebagai Zat Pengatur Tumbuh Pada Multiplikasi Tunas Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) in Vitro.” Jurnal Penelitian Tanaman Industri 16(4): 135–40.
Setiawan, Heru, Ahmad Junaedi, and M. Rahmad Suhartanto. 2019. “Manajemen Produksi Terung (Solanum Melongena L.) Hidroponik Dalam GH Dengan Aspek Khusus Pemupukan Di Belanda.” Buletin Agrohorti 7(1): 84–92.
Subdirektorat Statistik Hortikulura. 2018. “Statistik Tanaman Sayuran Dan Buah‐ buahan Semusim Indonesia 2017.Pdf.” Badan Pusat Statistik: 101.
Uluputty, Muhamad Riadh. 2014. “Gulma Utama Pada Tanaman Terung Di Desa Wanakarta Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru.” Agrologia3(1): 37–43.
Yasmin, Shofiah, Tatik Wardiyati, and Koesriharti. 2014. “Pengaruh Perbedaan Waktu Aplikasi Dan Konsentrasi Giberelin (GA3) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Besar (Capsicum Annuum L.).” Produksi tanaman 2 Nomor 5: 395–403.
Yennita. 2002. Respon tanaman kedelai (Glycine max) terhadap Gibberellic Acid GA3 dan Benzyl Amino Purine (BAP) pada fase generatif. Tesis Program Pascasarjana Biologi Institut Pertanian Bogor.48 hlm.
Published
2023-08-12
Abstract viewed = 163 times
PDF downloaded = 227 times