KELAYAKAN DAN RISIKO USAHATANI JERUK KEPROK MADURA DI KABUPATEN SUMENEP

  • Isdiantoni Isdiantoni

Abstract

Menurut Direktorat Budidaya Tanaman Buah Deptan (2009), potensi pengembangan tanaman jeruk keprok Madura di Kabupaten Sumenep, cukup besar yaitu seluas 400 hektar yang tersebar di 3 (tiga) kecamatan, yaitu Kecamatan Dasuk, Kecamatan Ambunten dan Kecamatan Pasongsongan. Salah satu faktor yang dapat menenunjang keberhasilan pengembangan komoditas jeruk ini, adalah kelayakan ekonomis (menguntungkan secara finansial).

Dipihak lain, petani sebagai pelaku utama kegiatan pengembangan jeruk keprok Madura dan sebagai produsen, harus mengetahui kemungkinan resiko yang akan diterimanya dan besarnya keuntungan dari usaha ini. Pengetahuan terhadap hubungan antara resiko dan keuntungan ini, akan memberikan dasar pertimbangan yang rasional bagi petani dalam mengembangkan komoditas jeruk keprok Madura. Informasi/data pada penelitian ini, diperoleh dari petani jeruk keprok Madura yang bibitnya berasal dari cangkokan dan mulai dibuahkan pada umur 3 (tiga) tahun.

Pengukuran kelayakan finansial usahatani jeruk keprok Madura dilakukan dengan melihat kriteria investasi, dan pengukuran terhadap hubungan antara tingkat resiko dengan keuntungan, diukur secara statistik dengan melihat koefisien variasi (coefficient of variation) dan batas bawah keuntungan. Kriteria investasi pada usahatani jeruk keprok Madura menunjukkan nilai NPV sebesar Rp. 118,342,271 (> 0), Net B/C sebesar 1.38 (> 1) dan IRR sebsar 23,7% (> discount rate), sehingga proyek usahatani jeruk keprok Madura dapat dikatakan go! (layak dilaksanakan).

Periode yang diperlukan untuk menutup biaya investasi, yaitu 9 tahun 10 bulan (di bawah dari umur ekonomis proyek), sehingga proyek ini layak diusahakan. Selama periode proyek (15 tahun) nilai koefisien variasi (CV) didapatkan 0.588 (CV > 0.5) dan nilai batas bawah keuntungan (L) didapatkan sebesar Rp. (31,204,042) yang menunjukkan L < 0.  Dengan demikian, pengusahatani jeruk keprok Madura harus berani menanggung resiko (kerugian) sebesar  Rp. 31,204,042,- pada setiap proses produksi.

 

Kata kunci: Usahatani Jeruk Keprok Madura, Kelayakan, dan Resiko Finansial

Author Biography

Isdiantoni Isdiantoni

Dosen Fakultas Pertanian 

Universitas Wiraraja Sumenep

References

Clive Gray, Simanjuntak, P. dkk. 1997. Pengantar Evaluasi Proyek. Edisi 2. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Daniel, Moehar. 2002. Metode Penelitian Sosial Ekonomi. PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Deptan, 2009. Profil Jeruk Keprok. Direktorat Budidaya Tanaman Buah. Direktorat Jenderal Hortikultura Jakarta.

Hernanto, Fadholi. 1991. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.

Ningsih, Kustiawati. 2010. Resiko Produksi dan Effisiensi Penggunaan Input Usahatani Tembakau Madura. Jurnal Pertanian Cemara. Fakultas Pertanian Univ. Wiraraja-Sumenep. Volume 7, Nomor 1, Nopember 2010.

Rahardi, F. 2004. Mengurai Benang Kusut Agribisnis Buah Indonesia. Penebar Swadaya. Jakarta.

Suparmoko, 1999. Metode Penelitian Praktis untuk Ilmu Sosial, Ekonomi dan Bisnis. Edisi 4. BPFE-Yogyakarta.
Published
2013-09-01
Abstract viewed = 622 times
PDF downloaded = 870 times