PENGARUH SENAM KAKI TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH DAN RESIKO ULKUS DIABETES PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI PROLANIS PUSKESMAS KESAMBEN KABUPATEN JOMBANG

  • Heni Maryati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pemkab Jombang
  • Fitri Firranda Nurmalisyah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pemkab Jombang
  • Ahmad Nur Khoiri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pemkab Jombang
Keywords: Glukosa darah, Ulkus diabetikum, Senam kaki

Abstract

Latihan senam kaki diabetes meningkatkan sirkulasi darah serta memperbaiki sensitivitas insulin sehingga kadar glukosa darah terkendali dan risiko ulkus diabetikum dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam kaki terhadap perubahan kadar glukosa darah dan resiko ulkus diabetes. Desain pra-eksperimen dengan pendekatan one-group pra-post test. Populasi penderita diabetes melitus di Prolanis Puskesmas Kesamben  Kabupaten Jombang sejumlah 30 orang dengan sampel 20 orang secara purposive sampling. Pengambilan data menggunakan pemeriksaan kadar glukosa darah dan ulkus diabetikum dengan lembar observasi inlow’s 60-second diabetic foot screen screening tool. Analisa data uji statistik Wilcoxon.  Hasil sebelum dilakukan senam kaki diabetik  kadar glukosa darah sebagian besar (70%) responden kategori diabetik dan sebagian kecil (30%)  kategori normal. Sedangkan sesudahnya lebih dari setengahnya (55%) kategori diabetik dan kurang dari setengahnya (45%) kategori normal. Sebagian besar  (75%) responden risiko sedang ulkus diabetik sesudah dilakukan senam kaki sebagian besar (75%) risiko rendah.Hasil uji statistik Wilcoxon nilai p value = 0,003 dan 0,002 < α (0,05). Ada pengaruh Senam Kaki terhadap Perubahan Kadar Glukosa Darah dan Resiko Ulkus Diabetes. Latihan senam kaki diabetes cukup efektif menurunkan kadar glukosa darah dan mencegah risiko ulkus diabetikum bila dilakukan 3-4 kali seminggu secara berkesinambungan sehingga mampu mencegah komplikasi yang mengancam nyawa.

References

Aplihah, A., & Wulandari, I. (2017). Pengaruh Senam Kaki Diabetik Dan Terapi Kelereng Terhadap Neuropati Perifer Pasien Diabetes Melitus Tipe II. Faletehan Health Journal, 4(5), 271-276.
Barnes,D.E.2011. Program Olahraga Diabetes.Yogyakarta: Citra Aji Parama
Botros, M., Kuhnke, J. L., & Rosenthal, S. (2017). Inlow'S 60-Second Diabetic Foot Screen. Wound Care canada, 15(3), 24-29.
CAWC. (2011). 60 second diabetic foot screen screening tool. Wound Care canada, 1-3.
Clevo, R., & Margareth. (2012). Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Dan Penyakit Dalam. Yogyakarta: Nuha Medika.
Damayanti, S. (2018). Perbedaan Keefektifan Pendidikan Kesehatan Metode Ceramah Dengan Leaflet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Perawatan Kaki Diabetik Dipuskesmas Ngaglik I Sleman Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 5(1), 331-338.
DinkesJombang. (2017). Profil Kesehatan 2017. Jombang.
KemenkesRI. (2016). MENKES: MARI KITA CEGAH DIABETES DENGAN CERDIK.
Kurnia, E., & Prawesti, D. (2017). Senam Kaki Bagi Pasien Diabetes Mellitus. Nganjuk: CV. Adjie Media Nusantara.
Lukita, Y. I., Widyati, N., & Wantiyah, W. (2018). Pengaruh Range of Motion (ROM) Aktif Kaki terhadap Risiko terjadinya Ulkus Kaki Diabetik pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Desa Kaliwining Kabupaten Jember (The Effect of Active Leg Range of Motion on the Risk of Diabetik Foot Ulcer in Patient with. Pustaka Kesehatan, 6(2), 305-311. doi: https://doi.org/10.19184/pk.v6i2.7776
Mina, S. Z., Widayati, N., & Hakam, M. (2017). Pengaruh Therapeutic Exercise Walking terhadap Risiko Ulkus Kaki Diabetik pada Klien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang Kabupaten Jember (The Effect of Therapeutic Exercise Walking on the Risk of Diabetic Foot Ulcer in Client with Type 2 Diabetes Mellitus at Gebang Village of Patrang District Jember Regency). Pustaka Kesehatan, 5(1), 84-90.
Riskesdas. (2018). Hasil Utama Riskesdas 2018.
Roza, R. L., Afriant, R., & Edward, Z. (2015). Faktor risiko terjadinya ulkus diabetikum pada pasien diabetes mellitus yang dirawat jalan dan inap di RSUP Dr. M. Djamil dan RSI Ibnu Sina Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(1).
Rumahorbo, H. (2014). Mencegah Diabetes Melitus dengan Perubahan Gaya Hidup. Bogor: In Media.
Setiawan, & Saryono. (2011). Metodelogi dan Aplikasi. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press.
Setyoadi, & Kushariyadi. (2011). Terapi Modalitas pada Klien Psikogeriatrik. Jakarta: Salemba Medika.
Soegondo, S., Soewondo, P., & Subekti, I. (2015). Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu. Jakarta: FKUI.
Published
2022-01-14
Abstract viewed = 0 times
PDF downloaded = 0 times