https://ejournalwiraraja.com/index.php/PROSD/issue/feedProsiding : Seminar Nasional Ekonomi dan Teknologi2026-07-03T03:41:21+00:00Imamimamarief89@wiraraja.ac.idOpen Journal Systemshttps://ejournalwiraraja.com/index.php/PROSD/article/view/5265ANALISIS EFISIENSI DAN RISIKO USAHA TANI TOMAT PADA KELOMPOK TANI MANDALA FARM DI DESA GADDU BARAT KECAMATAN GANDING KABUPATEN SUMENEP2026-07-03T03:13:06+00:00Abdul latifabdullatif1@gmail.comRibut SantosaRibutsantosa@wiraraja.ac.idSindi Arista Rahmansindi.a.rahman@wiraraja.ac.id<p>Subsektor hortikultura merupakan salah satu subsektor yang penting di Indonesia. Usaha tani Tomat salah satu jenis komoditas hortikutura yang mempunyai nilai jual yang sangat tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat efisiensi pendapatan usaha tani tomat di kelompok tani Mandala Farm dan Untuk mengetahui tingkat resiko pendapatan usaha tani tomat di kelompok tani Mandala Farm. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif penelitian dilakukan di Kelompok Tani Mandala Farm, Desa Gaddu Barat. Teknik pengambilan sampel yaitu sampel sensus sebanyak 20 petani Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mencakup analisis biaya, penerimaan, pendapatan, efisiensi (R/C Ratio), dan standarisasi risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan biaya sebesar Rp50.675.543 Penerimaan: Usaha tani tomat sebesar Rp94.562.255 Pendapatan: Usaha tani tomat memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp43.886.712 Efisiensi: R/C Ratio 1,9 dan standarisasi risiko Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai koefisien variasi sebesar 33,28%, yang mana jika CV ≤ 0,5 maka usaha tani tersebut tidak mengalaami kerugian, begitu sebaliknya jika nilai CV > 0,5 maka dapat dikatakan bahwa produsen akan mengalami kerugian. Nilai batas bawah jika L ≥ 0, maka usaha yang dijalankan tidak akan rugi, akan tetapi jika jika L < 0, maka petani akan mengalami kerugian. Maka dapat disimpulkan bahwa dari hasil koefisien variasi usaha tani tomat memiliki pendapatan yang stabil dan Tingkat risiko sedang.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournalwiraraja.com/index.php/PROSD/article/view/5266ANALISIS BIAYA PRODUKSI DAN STRATEGI PENETAPAN HARGA PADA USAHATANI BAWANG MERAH DI PULAU POTERAN2026-07-03T03:22:55+00:00Rita Ayu Dwi Angrainiritaayu050@gmail.comIsdiantoni IsdiantoniIsdiantoni@wiraraja.ac.idHopid Hopidhopid@wiraraja.ac.id<p>Pulau Poteran adalah wilayah yang didominasi lahan kering dengan kandungan bahan organik rendah, sehingga petani sangat bergantung pada curah hujan, khususnya pada musim tanam. Hal ini berkontribusi pada rendahnya produktivitas pertanian dan pendapatan petani yang belum optimal. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengembangkan usahatani bawang merah varietas Rubaru dengan pendekatan inovatif, termasuk sistem alley cropping, penggunaan mulsa jerami, irigasi sprinkler, dan pengurangan dosis pupuk anorganik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya produksi, menghitung harga pokok produksi (HPP), dan menetapkan harga jual bawang merah dengan metode Cost plus pricing. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan analisis data yang mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead, yang dihitung secara menyeluruh dengan metode full costing. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan narasumber di Desa Talango. Hasil analisis menunjukkan total biaya produksi mencapai Rp 15.074.708 dengan hasil panen 701,16 kg, menghasilkan HPP sebesar Rp 21.500 per kilogram. Dengan penerapan mark-up 10%, harga jual ditetapkan pada Rp 24.000 per kilogram. Total penerimaan mencapai Rp 16.827.840, dengan pendapatan bersih sebesar Rp 1.753.132 dan margin keuntungan 10,42%. Temuan ini menunjukkan bahwa usahatani ini layak secara finansial, meskipun margin relatif kecil, dan mengindikasikan bahwa strategi pengelolaan semi-organik dapat meningkatkan pendapatan petani di lahan kering.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournalwiraraja.com/index.php/PROSD/article/view/5267PENGARUH INOVASI PRODUK (VARIASI, KUALITAS DAN KEMASAN) TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KERUPUK PULI PADA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MAWAR2026-07-03T03:26:53+00:00Sri Kartika Dewisrikartikadewi151202@gmail.comIka Fatmawati Pramasariikafatmawati@wiraraja.ac.id<p>Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya inovasi produk sebagai strategi untuk mempertahankan daya saing usaha kecil dalam menghadapi dinamika pasar dan preferensi konsumen yang terus berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi produk yang terdiri dari variasi, kualitas, dan kemasan terhadap keputusan pembelian kerupuk puli pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 40 responden yang merupakan konsumen kerupuk puli KWT Mawar. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini meliputi variasi (X1), kualitas (X2), dan kemasan (X3), sedangkan variabel terikatnya adalah keputusan pembelian (Y). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, variabel variasi produk dan kemasan produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan kualitas produk tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi sebesar 0,003. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,312 menunjukkan bahwa 31,2% keputusan pembelian dipengaruhi oleh inovasi produk, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa inovasi dalam variasi rasa dan desain kemasan mampu meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Oleh karena itu, pengusaha mikro seperti KWT Mawar perlu terus berinovasi untuk mempertahankan daya saing produk. Disarankan agar penelitian selanjutnya mengkaji variabel lain seperti harga, promosi, dan persepsi merek untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournalwiraraja.com/index.php/PROSD/article/view/5268PENGARUH TEKNOLOGI PENGOLAHAN TERHADAP PENINGKATAN DAYA SAING UMKM KACANG METE (DESA JALBUDEN)2026-07-03T03:31:52+00:00Dewi Nurdiaty Rahjudewinr2424@gmail.comIda Ekawatiidaekawati@wiraraja.ac.idPurwati Ratna Wahyunipurwatiratna@wiraraja.ac.id<p>Desa Jalbudan Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep merupakan Sentra Produksi kacang mete yang sudah terkenal di Wilayah Madura sampai tembus Luar Negeri dengan kualitas metenya yang super khas dan lemak. Pengolahan kacang mete dilakukan dengan menggunakan beberapa macam teknologi, yaitu Oven, Goreng, Sangrai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan teknologi oven pada pengolahan kacang mete dapat meningkatkan daya saing ditinjau dari aspek harga,kualitas, produktivitas dan efisiensi. Metode Penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Teknik penentuan sampel menggunakan Teknik sensus sampling merupakan teknik yang semua populasi dijadikan sampel dan teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara dengan menggunakan alat bantu kuisioner dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis data statistic non parametrix menggunakan uji Wilcoxon signeted-ranks dengan bantuan program SPSS. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada indikator Harga, Kualitas, Produktivitas dan indikator Efisiensi pada produk kacang mete berpengaruh secara signifikan antara pengolahan Goreng dan Oven terhadap peningkatan daya saing umkm di Desa Jalbudan.</p>2025-12-25T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournalwiraraja.com/index.php/PROSD/article/view/5269Tablet Effervescent Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritiana l) Sebagai Minuman Fungsional Antioksidan Tinggi2026-07-03T03:37:40+00:00Arini Hidayatiarinimaloloh01@gmail.comRatih Yuniastriratihyuniastri@wiraraja.ac.idRika Diananing Putririkadiananingputri@wiraraja.ac.id<p><em>Effervescent </em>adalah tablet yang dirancang untuk membuat minuman secara praktis yang dapat larut air karena membentuk adanya gas (CO<sub>2</sub>) sebagai hasil reaksi kimia bahan-bahan penyusun tablet dengan cairan pelarutnya (air). Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik sensori terbaik tablet <em>effervescent</em> dan karakteristik fisik serta kimia tablet <em>effervescent</em> sebagai minuman fungsional. Metode yang digunakan yaitu metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan dengan variasi ekstrak daun bidara 90%, 80%, 70%, 60%, 50%. Data hasil uji sensori dianalisis menggunakan <em>statistic non parametrik</em> atau uji Kruskal wallis, didapatkan perlakuan terbaik pada tingkat kesukaan panelis yaitu formulasi F1 (ekstrak daun bidara 90%) pada parameter warna, sedangkan F5 (ekstrak daun bidara 50%) menjadi formulasi terbaik dari parameter rasa. Kadar air pada semua formulasi telah memenuhi standar BPOM, kadar abu masih tinggi. Aktivitas antioksidan tergolong kuat pada formulasi F5 dan F4 dengan nilai IC<sub>50</sub> kurang dari 100ppm</p>2025-12-25T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##https://ejournalwiraraja.com/index.php/PROSD/article/view/5270PEMANFAATAN KACANG HIJAU DAN KACANG TANAH DALAM PEMBUATAN TEMPE UNTUK DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL2026-07-03T03:41:21+00:00Ach. Anshoriaanahmd7@gmail.comRika Diananing Putririkadiananingputri@wiraraja.ac.idRatih Yuniastriratihyuniastri@wiraraja.ac.id<p>Tempe merupakan produk fermentasi kacang-kacangan yang kaya protein dan senyawa bioaktif, namun produksinya di Indonesia masih bergantung pada kedelai impor. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan baku lokal untuk diversifikasi produk tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi kedelai dengan kacang hijau dan kacang tanah terhadap karakteristik kimia tempe. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan formulasi, yaitu P0 (kedelai 100%), P3 (kacang hijau 50% : kacang tanah 50%), dan P5 (kacang tanah 100%). Analisis meliputi kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, serat, isoflavon, dan flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi P5 memiliki kadar air terendah (33,7%), protein tertinggi (28,18%), lemak tertinggi (13,18%), dan serat tertinggi (6,09%). Formulasi P3 memiliki kadar karbohidrat (35,43%) dan flavonoid (3,367%) tertinggi, sedangkan formulasi P0 memiliki kadar isoflavon tertinggi (107,66%). Berdasarkan hasil tersebut, penggunaan kacang hijau dan kacang tanah dalam pembuatan tempe menghasilkan produk dengan karakteristik kimia yang memenuhi SNI 3144:2009 serta berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional tinggi protein, serat, isoflavon, dan flavonoid untuk mendukung ketahanan pangan</p>2025-12-25T00:00:00+00:00##submission.copyrightStatement##