Analisis Pendapatan Dan Efisiensi Usaha Ternak Sapi Sonok Dengan Dengan Menggunakan Feed Supplement Berbasis Herbal Di Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep

  • Jongki Hardi Mahasiswa Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Unija
Keywords: Feed Supplement, Sapi Sonok

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui besaran biaya, nilai pendapatan, dan nilai efisiensi pada usaha ternak sapi sonok dengan menggunakan Feed Supplement berbasis herbal di Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi mengenai biaya, pendapatan dan efisiensi dalam usaha ternak sapi sonok dengan menggunakan Feed Supplement yang berbasis herbal. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan Kecamatan lenteng merupakan salah satu Kecamatan yang membudidayakan Sapi Sonok di Kabupaten Sumenep dengan jumlah responden sebanyak 24 responden. Sedangkan data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Berdasarkan dari hasil penelitian diketahui total biaya selama 1 (satu) periode sebesar 24.548.451. Penerimaan yang di dapat yaitu sebesar 66.041.666. Keuntungan yang diperoleh sebesar 26.805.715, sedangkan pada nilai R/C Ratio yaitu sebesar 2,00.

References

Anggorodi, R. 1985, Ilmu Makanan Ternak Umum. Penerbit PT Gramedia Jakarta
Anonimus.2008. Penyediaan Bibit Unggul.http:// peternakan tumbuh.blogspot. com/2008/10/ penyediaan-bibit-unggul.html. Diakses tanggal 10 Mei 2013.
Atmadilaga, D. 1975. Kedudukan Usaha Ternak Tradisional dan Perusahaan Peternakan Dalam Sistem Pembangunan. Biro Research dan Afiliasi. Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran, Bandung.
Baridwan, Zaki. 2008. Intermediate Accounting. Edisi 8Yogyakarta: BPFE.
Carter, William K dan Usry, Mitton F. 2009. Akuntansi Biaya II. Edisi 14. Jakarta:Salemba Empat.
Fikar, S, dan Ruhyadi, D. 2010. Beternak san Bisnis Sapi Potong. Jakarta: Agro Media Peternakan.
Hartadi, H., S. Reksohadiprodjo & A. D. Tillman. 1993. Tabel Komposisi Pakan untuk Indonesia. Gadjah MadaUniversityPress, Yogyakarta.
Haryanto B. 2009. Inovasi Teknologi Pakan Ternak dalam Sistem Integrasi Tanaman – Ternak Bebas Limbah Mendukung Upaya Peningkatan Produksi Daging. Pengembangan Inovasi Pertanian 2 (3), 163 – 176.
Ikatan Akuntansi Indonesia (2012), Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Salemba Empat.
Kuswadi. 2005. Meningkatkan Laba Melalui Pendekatan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Biaya. PT. Elek Media Komputindo. Jakarta.
Medion. 2012. Feed Suplemen Ayam. http://info.medion.co.id/index.php/konsultasiteknis/layer/ta ta-laksana/ feed-supplemen-ayam. . Diakses tanggal 15 Februari 2015
Mursyidi. 2008. Akuntansi Biaya. Bandung: Refika Aditama.
Nicholson, W, 1995. Mikroekonomi Intermediate dan Aplikasinya. Terjemahan dari Intermediate Microeconomics, oleh Agus Maulana. Bina Rupa Aksara. Jakarta.
Payne, W. J. A. & J. Hodges. 1997. Tropical Cattle : Origin, Breeds and Breeding Policies. Black Well Science, Oxford.
Purbowati, E. 2012. Sapi Dari Hulu ke Hilir dan Info Mancanegara. Jakarta : Agriflo.
Rahma,W. 2011 http://rachmatullah.blogspot.com/ 2011/10/tinjauan-pustaka-feed- suplementmakanan.html..Diakses tanggal 15 Februari 2015.
Rouse je. 1972. Cattle of Africa and Asia. Oklahoma: University Of Oklahoma Press.
Sarwono, B dan H. B. Arianto.2007. Penggemukan sapi potong secara cepat. Penebar Swadaya. Jakarta.
Soehadji, 1993 . Kebijakan Pengembangan Ternak Potong di Indonesia. Tinjauan Khusus Sapi Madura . Proc .Pertemuan Ilmiah Hasil Penelitian dan Pengembangan Sapi Madura. Sub balitnak grati-pasuruan . Hal. 1 - 12
Stice, Stice, Skousen. 2010. Akuntansi Keuangan, Buku I Edisi 16. PT Raja Jakarta: Grafindo Persada.
Suin, M. 2001. Studi banding ukuran tubuh sapi Madura kerapan dan non kerapan di kabupaten Sampang Madura. Skripsi. Fakultas
Published
2019-12-11