Analisis Pendapatan Dan Resiko Itik Pedaging Di Desa Meddelan Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep

  • Hoirur Rozikin Mahasiswa Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Unija
Keywords: Itik Pedaging, Pendapatan, Risiko

Abstract

Ternak itik merupakan komoditi ternak unggas yang potensial sebagai penghasil telur dan daging. Sumbangan ternak itik terhadap produksi daging nasional cukup signifikan, karena sebagai penyumbang kedua terbesar setelah ayam ras, dengan produksi daging itik dalam negeri sekitar 245 ribu ton/tahun. Disamping ukuran telurnya yang lebih besar dari telur ayam, ternak itik mudah pemeliharaannya, mudah beradaptasi dengan kondisi setempat serta merupakan bagian dari kehidupan masyarakat tani pedesaan. Tujuan Penelitian adalah (1) Mengatahui pendapatan usaha ternak itik di Desa Madelan KecamatanLenteng. (2) Mengetahui resiko usaha ternak itik di Desa Madelen Kecamatan Lenteng. Penentuan daerah penelitian secara sengaja (purposive), karena Desa Meddelan merupakan salah satu desa yang terbesar produksi itik pedaging. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling dan menggunakan 31 sampel. Analisis data yang digunakan yakni Analisis Pendapatan dan Analisis Risiko. Hasil penelitian menjelaskan bahwa  pendapatan yang diperoleh dalam usaha ternak itik pedaging sebesar Rp. 1.592.722 per 100 ekor. Selain itu, nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,10 dan nilai batas bawah keuntungan (L) sebesar Rp. 1.434.948, dimana nilai koefisien variasi < 0,5 dan nilai batas bawah keuntungan > 0. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ternak itik pedaging Di Desa Meddelan Kecamatan Lenteng Menguntungkan dan terhindar dari risiko kerugian.

References

Adiwilaga, Anwas. 1974. Ilmu Usaha Tani. Penerbit: Alumni. Bandung.
Arianti dan Arsyadi Ali. 2009. Performans Itik Pedaging (Lokal X Peking) pada Fase Starter yang Diberi Pakan dengan Persentase Penambahan Jumlah Air yang Berbeda. Jurnal Peternakan. Vol: 6(2). Hal:71-77
Arianti, R. dan S. Suryani. 2013. Studi Kelayakan Pengembangan Peternakan Puyuh diKecamatan Tenayan Raya Pekanbaru Riau. Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi. Vol: 20(1). Hal. 73-92.
Badan Pusat Statistik. 2018. Kabupaten sumenep dalam Angka 2018. Badan Pusat Statistik Jawa Timur.
Boediono. 1990. Ekonomi Moneter. Edisi Ketiga. BPFE-UGM. Yogyakarta.
_________ 2002.Ekonomi Mikro. BPFE-UGM. Yogyakarta.
Cahyono, Bambang. 1994. Berternak Ayam Ras Petelur Dalam Kandang Baterai. CV Aneka Solo. Solo.
_________________ 1995. Cara Meningkatkan Budidaya Ayam Ras Pedaging (Broiler). Penerbit Pustaka Nusatama. Yogyakarta.
Debertin, D.L. 1986. “Agricultural Production Economics”. Macmillan Publishing Company. New York.
Doll, J.P. and F, Orazem. 1984. “Production Economics, Theory With Application”. John Willey and Sons Inc. New York.
Firdaus, Ahmad. 2009. Akuntansi Biaya: Edisi 2. Penerbit: Salemba 4. Jakarta.
Halim, Abdul. 2012.Dasar-Dasar Akuntansi Biaya Edisi 4. Penerbit: BPFE. Yogyakarta
Hariyati, Yuli. 2007. Ekonomi Mikro. CSS. Jember.
Helmi, rahmi. 2013. Analisis Pendapatan Peternakan Itik Pedaging Di Desa Mattongan-Tongang Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang. Fakultas peternakan. Universitas Hasanuddin Makassar. Makassar.
Heriyatno, 2009. Analisis Pendapatan dan Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Susu Sapi Perah Di Tingkat Peternak (Kasus Anggota Koperasi Serba Usaha “Karya Nugraha” Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat). Skripsi Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Hernanto, F. 1994. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.
__________ 1996. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hirschey, Mark dan Pappas, J.M. 1995. Ekonomi Manajerial Edisi Keenam Jilid II. Binarupa Akasara. Jakarta
Kartasapoetra, A. G. 1988. Pengantar Ekonomi Produksi Pertanian. Bina Aksara. Jakarta.
Mubyarto. 1995. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3ES. Jakarta.
Munawir, S. 2002. Analisis Informasi Keuangan. Edisi Pertama. Liberty Yogya.Yogyakarta.
Nafarin,M. 2007. Penganggaran Perusahaan. Edisi Ketiga. Salemba Empat. Jakarta.
Prasetyo, L. H, T. Susanti, P. P. Kataren, E. Juwarini dan M. Purba. 2004. Pembentukan itik lokal petelur MA G3 dan pedaging seleksi dalam galur pada bibit induk alabio dan itik mojosari generasi F3. KumpulanHasil-hasilPenelitianTahunAnggaran 2004. BalaiPenelitianTernakCiawi, Bogor. Hal. 70-82.
Purwanti. 1999. Peternakan Itik Rakyat Dalam Pembangunan Regional Di Karawang. Karya Ilmiah. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Rasyaf, M.1993. Produksi dan Pemberian Ransum Unggas. Kanisius. Yogyakarta. 2000. Beternak Itik Komersial. Kanisius. Yogyakarta. 2002. Beternak Ayam Pedaging. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. 2011. Panduan Beternak Ayam Pedaging. Edisi Ke-15. Kanisius. Yogyakarta.
Rusfidra. 2006. Pengembangan Ternak Itik. rusfidra.multiply.com/journ al/item/56 Diakses tanggal 6 Januari 2009 pukul 17.00 WIB.
Santoso, Slamet (2013). Stasistika Ekonomi plus Aplikasi SPSS. Umpo Press. Ponorogo.
Singarimbun, M. dan Efendi. 1995. Metode Penelitian Survey. PT. Pustaka LP3ES. Jakarta
Soeharto, Iman.1997. Manajemen Proyek dari Konseptual Sampai Operasional. Erlangga. Jakarta
Soekartawi. 1993. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian Teori dan Aplikasi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
__________ 2006. Analisis Usahatani. UI-Press.Jakarta.
Sosroamidjojo, S. dan Soeradji. 1990. Peternakan Umum. Yasaguna. Jakarta.
Suharno dan Amri. 1995. Beternak Itik Secara Intensif. Penebar Swadaya. Jakarta.
Wibowo, Agung A.. 2009. Analisis Usaha Ternak Itik Di Kabupaten Sukoharjo. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Surakarta.
Wibowo. 2010. Manajemen Kinerja. Rajawali Press. Jakarta.
Widjaja, A. 2008. Dasar – Dasar Customer Relationship Management(CRM). Harvindo. Jakarta.
Windhyarti, S. S.. 2002. Beternak Itik Tanpa Air. Cetakan Kedua Puluh Dua. Penebar Swadaya.
Published
2019-12-11