Kelayakan Investasi dan Prospek Pengembangan Agribisnis Buah Naga Organik

  • Kustiawati Ningsih Dosen Universitas Islam Madura, Pamekasan
  • Halimatus Sakdiyah Dosen Universitas Islam Madura, Pamekasan
  • Herman Felani Dosen Universitas Islam Madura, Pamekasan
  • Rini Dwiastuti Dosen Universitas Brawijaya, Malang
  • Rosihan Asmara Dosen Universitas Brawijaya, Malang
Keywords: kelayakan, investasi, pengembangan, buah naga, organik

Abstract

Usahatani yang berkembang saat ini di Kabupaten Pamekasan, khususnya di Desa Blumbungan adalah usahatani buah naga organik. Usaha tani buah naga organik ini dapat dikatakan baru berkembang karena berjalan selama kurang lebih lima tahun. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa dua tahun terakhir produksi usahatani buah naga organik di Desa Blumbungan mengalami penurunan yaitu tahun 2017 produksi buah naga organik sebanyak 1.358,13 kg dan tahun 2018 sebanyak 766,60 kg. Penurunan produksi ini salah satunya disebabkan oleh kurangnya perawatan terhadap tanaman buah naga organik itu sendiri. Disamping itu, dalam 2 tahun terakhir, harga buah naga organik pada tahun 2017 adalah sebesar Rp. 26.752,60/kg dan pada Tahun 2018 harganya sebesar Rp. 29.160,34/kg. Berdasarkan data dua tahun terakhir tersebut, dapat dilihat bahwa terjadi penurunan produksi namun harga mengalami peningkatan. Dibalik harga yang semakin meningkat tersebut, terdapat pertanyaan baru, apakah dengan harga tersebut, petani memiliki bargaining position dalam berusahatani buah naga organik? Berdasarkan uraian tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan investasi dan prospek pengembangan agribisnis buah naga organik. Metode analisis data yang digunakan adalah Net Present Value (NPV) dan Benefit Cost Ratio (BCR). Sedangkan untuk menganalisis prospek pengembangan agribisnis buah naga organik menggunakan nilai ARR, Payback periode dan IRR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi agribisnis buah naga organik layak untuk terus diusahakan karena menghasilkan nilai NPV positif yaitu sebesar Rp. 197.588.200,38 dan nilai BCR sebesar 2,23. Sementara itu nilai  ARR, Payback periode dan IRR menunjukkan bahwa agribisnis buah naga organik layak untuk diusahakan dan dikembangkan. Sehingga dapat dikatakan agribisnis buah naga organik memiliki prospek yang cukup baik untuk terus diusahakan dan dikembangkan.

References

Arnawa dan Arisena. 2010. Model Pelestarian Subak di Bali dari Aspek Ekonomi Lingkungan. Jurnal Ganec Swara Vol.4 No. 2 September 2010, hal 68-72
Bondansari et al. 2011. Studi Tentang Budidaya Tanaman Kentang Solzum Tuberosum L di Dataran Tinggi Dieng Kajian dari Aspek Ekonomi dan Lingkungan. Jurnal Pembangunan Pedesaan Volume 11 No 1 Juni 2011, hal 17-28.
Dixon, J.A., and Hufschmidt, M., 1986. Economic Valuation Techniques For The Environmental: A case Study Workbook, The John Hopkins University Press, Copyright by The East-West Centre, East-West Environment and Policy Institute, All Rights Reserved. Diterjemahkan oleh Sukanto Reksohadiprodjo. Gadjah Mada University Press.
Dwiastuti, Rini et al. 2014. Sistem Produksi, Ketersediaan dan Distribusi Benih Padi di Jawa Timur : Pendekatan Organisasi Industrial. Laporan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi. Universitas Brawijaya. Malang.
Dwiastuti, Rini et al. 2015. Determinan Efisiensi Teknis Usahatani Kedelai. Jurnal Manajemen dan Agribisnis. Vol 12 No. 3 November 2015. IPB. Bogor
Husein, Harun M., 1993, Lingkungan Hidup, Masalah Pengelolaan dan Penegakan Hukumnya, PT. Bumi Aksara, Jakarta.
Jaringan Kerja Pertanian Organik Indonesia (Jaker PO Indonesia). 2005. Standar Pertanian Organik Indonesia. www.jakerpo.org
Lansing, J.S. 1995. The Balinese. Harcourt Brace College Publisher, Tokyo.
Munasinghe, M., and E. Lutz, 1993, Environmental Economics and Valuation in Development Decision Making. Environmental Economics and Natural Resources Management in Developing Countries, Edited by Mohan Munasinghe, Compiled by Adelaide Schwab, Committee of International Development Institution on The Environment (CIDIE), Distributed for CIDIE by The World Bank Washington, DC.
Ningsih, Kustiawati. 2014. Model Pengembangan Pertanian Organik Buah Naga : Sebuah Implementasi Sustainable Agriculture. Laporan Hasil Penelitian Dana Hibah DP2M Dikti. Karya Ilmiah tidak Dipublikasikan. LP2M. Universitas Islam Madura.
Ningsih, Kustiawati. 2014. Model of Development From Organic Farming Dragon Fruit : an Implementation of Sustainable Agriculture. Academic Research International, SAVAP International. Vol. 5 Number 1, January 2014 (Part I).
Ningsih, Kustiawati. 2014. Testing Model Of Development Organic Farming Dragon Fruit Based Market Research. International Journal Of Modern Engineering Research (IJMER). Vol. 4 | Iss.9| Sept. 2014 | ISSN: 2249–6645.
Pearce David, W. and Turner R. Kerry. 1990. Economic of Natural Resources and Environment. Harvester Weatsheaf New York London. Toronto Sydney Tokyo.
Purwaningsih, Murni Rahayu. 2012. Analisis Biaya Manfaat Sosial Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Gedebage bagi Masyarakat Sekitar. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol. 23 No. 3, Desember 2012, hlm. 225 – 240.
Supardi, I., 1985. Lingkungan Hidup dan Kelestariannya. Penerbit Alumni. (Cetakan Kedua). Bandung.
Sutanto, Rachman. 2002. Pertanian Organik Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Suwantoro, Andreas Avelinus. 2008. Analisis Pengembangan Pertanian Organik di Kabupaten Magelang (Studi Kasus di Kecamatan Sawangan). Tesis. Program Magister Ilmu Lingkungan. Program Pascasarjana. Universitas Diponegoro. Semarang.
Wiradharma, I Gusti Bagus Made dan Made Antara. 2006. Pelestarian Hutan Mangrove di Teluk Benoa Bali: Tinjauan Dari Aspek Ekonomi Lingkungan, (dalam Jurnal Sosial-Ekonomi Pertanian dan Agribisnis “SOCA”, Vol 6 No.2:109-216, Juli 2006), diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Udayana.
Published
2019-12-11