Etnoekologi Temulawak dan Potensinya Sebagai Sumber Pendapatan di Kabupaten Sumenep

  • Moh. Hasan Basri Mahasiswa Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Unija
  • Ida Ekawati Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Unija
Keywords: Etnoekologi Temulawak, Potensi, Pendapatan

Abstract

Pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan sekitar yang dilakukan oleh petani Sumenep melalui penanaman temulawak. Banyaknya pemanfaatan temulawak sebagai bahan obat, maka diprediksi akan terjadi peningkatan permintaan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui interaksi petani  di Kabupaten Sumenep dengan lingkungannya terkait cara menanam temulawak dan untuk menganalisis potensi temulawak sebagai sumber pendapatan. Metode dalam penelitian adalah deskriptif. Interaksi pengelolaan dan pemeliharan lingkungan yang dilakukan oleh petani di Kabupaten Sumenep, yakni melalui penanaman temulawak pada pagar pekarangan dan lahan ternaung yang tidak bisa ditanami tanaman pangan. Cara tanam temulawak masih bersifat tradisional. Pengetahuan ini diperoleh secara turun-temurun dari nenek moyangnya. Temulawak yang diolah menjadi jamu ternak memiliki potensi yang cukup besar untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan. Rata-rata pendapatan dengan pengolahan ini mencapai Rp. 9.964.040,-. Sementara hasil penanaman temulawak dalam bentuk rimpang menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 210.313,- per 25 m² untuk lahan ternaung dan Rp. 16.000,- untuk pagar pekarangan seluas 3 m².

References

Agustina Wawan, 2013. Produksi Pati Temulawak Sebagai Alternatif Pemanfaatan Temulawak untuk Bahan Baku Produk Olahan Pangan : Studi Kasus di Desa Pabuaran, Kec. Salem, Kab. Brebes, Jawa Tengah. LIPI
Ambarwati Dewi dan Faridah Istianah, 2018. Etnoekologi Sebagai Upaya Membentuk Karakter Peduli Lingkungan Melalui Program Adiwiyata di SD Negeri Lidah Kulon I/464 Surabaya. JPGSD. (06) 02 : 1-11.
Arafah Sri M., 2013. Aplikasi Macam dan Dosis Pupuk Kandang Pada Tanaman Kentang. Jurnal Gamma. Vol. 8, No. 2 : 80-85
Dermawaty, D.E., 2015. Potential Extract Curcuma (Curcuma xanthorrizal, Roxb) As Antibacterial. J Majority. Vol. 4, No. 1 : 5-11
Dewi Mira, Muhammad Aries, Hardiansyah, Cesilla M.D., Nunuk J., 2012. Pengetahuan Tentang Manfaat Kesehatan Temulawak (Curcuma xanthorriza.) Serta Uji Klinis Pengaruhnya pada Sistem Imun Humoral pada Dewasa Obes. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 17 (3) : 166-171.
Faiz, H., I. Thohari, Purwadi, 2015. Pengaruh Penambahan Sari Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb.) Terhadap Total Fenol, Kadar Garam, Kadar Lemak Dan Tekstur Telur Asin. J. Ilmu-ilmu Peternakan. 24 (3) : 39.
Hendra M., 2009. Etnoekologi masyarakat Dayak Benuaq dan dinamika lingkungan di Muara Lawa. Kalimantan Timur. Di dalam: Purwanto Y. Waluyo EB. editor. Keanekaragaman Hayati. Budaya. dan Ilmu Pengetahuan. Prosiding Seminar Nasional Etnobotani IV/Y: 2009 Mei 18: Bogor. Indonesia. Bogor (ID): LIPI Press. Hlm 53-59.
Hilmanto R., 2010. Etnoekologi. Bandar Lampung (ID) : Universitas Lampung.
Jumari, Setiadi D, Purwanto Y, Guhardja E. 2012. Etnoekologi Masyarakat Samin Kudus Jawa Tengah. Jurnal Berkala Ilmiah Biologi. 14(1):7-16.
Kamal, M., Z.U dan M.N. Yusuf, 2012. Pengaruh Organik Pupuk Kandang Pada Pertumbuhan Rimpang Hasil dan Kualitas Atribut Kunyit (Curcuma longa L.) Jurnal of Krishi Foundation The Agriculturists. 10 (1) : 16-22
Kartikasari Asri, 2018. Pertumbuhan Temulawak (Curcuma xanthorizha Roxb) UB 2 di Musim Kemarau Pada Berbagai Kombinasi Pupuk EGC (Enriched Granular Compos) Dan N K. Jurnal Produksi Tanaman. 1 (6) : 146-153
Made Supartama, Made Antara, Rustam A. R,. 2013. Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah Di Subak Baturiti Desa Balinggi Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. e-J. Agrotekbis 1 (2) 166-172
Mardani, T.M. Nur, Halus Satriawan, 2017. Analisis Usahatani Tanaman Pangan Jagung di Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen. Jurnal S. Pertanian 1 (3) : 203-204.
Murdiono Wisnu E., Ellis Nihayati, Sitawati, Nur Azizah, 2016. Peningkatan Produksi Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) Pada Berbagai Macam Pola Tanam dengan Jagung (Zea mays). J. Hort. Indonesia. 7 (12) : 129-137.
Nihayati, E., T. Wardiyati, Soemarno, R. Retnowati. 2013. Rhizome yield of temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) at N, P, K various level and N, K combination. J. Agrivita 35 (1): 1-11.
Rahardjo Mono, 2010. Penerapan SOP Budidaya Untuk Mendukung Temulawak Sebagai Bahan Baku Obat Potensial. Vol (9) 2 : 78-93.
Rosidi Ali, Ali Kosam, Budi Setiawan, Hadi Riyadi, Dodik Briawan, 2014. Potensi Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Sebagai Antioksidan.
Sarman, Susi Edwin, Ahmad Rifa’i, 2015. Analisis Usaha Argoindustri Jamu Tradisional di Kelurahan Labuh Baru Timur Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Jom Faperta. 2 (1) : 1-8.
Suharja dan Sutarno, 2009. Biomass, Chlorophyll and Nitrogen Content of Leaves of Two Chili Pepper Varieties (Capsicum annum) in Defferent Fertiziition Treatments. Jurnal Bioscience. 1 (1) : 1-11
Sukarman, Mono Rahardjo, Devi Rusmini, Melati, 2011. Pengaruh Ukuran Benih Rimpang Terhadap Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Temulawak. 2 (22) : 127-135
Sundari M.T, 2011. Analisis Biaya dan Pendapatan Usahatani Wortel di Kabupaten Karanganyar. (2) 7 : 119-126.
Syarifah Cut A., 2017. Etnobotani dan Etnoekologi Tumbuhan Rempah Masyarakat Aceh. Tesis. Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor.
Ulfah, D.F., 2010. Pengaruh Pemberian Suspensi Oleoresin Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Nafsu Makan Tikus Putih Jantan Galur Wistar. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Zaman Qomarus, Sucipto Hariyanto, Hery Purnobasuki, 2013. Etnobotani Tumbuhan Obat di Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. (16) 1 : 21-30
Walujo EB. 2009. Etnobotani: Memfasilitasi penghayatan. Pemutakhiran pengetahuan dan kearifan lokal dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan. Di dalam: Purwanto Y. Waluyo EB. editor. Keanekaragaman Hayati. Budaya. dan Ilmu Pengetahuan. Prosiding Seminar Nasional Etnobotani IV/Y; 2009 Mei 18; Bogor. Indonesia. Bogor (ID): LIPI Pr. Hlm 12-20.
Published
2019-12-10