PERAN KELOMPOK TANI TERHADAP PENERAPAN BUDIDAYA JAHE MERAH PADA LAHAN KERING DI DESA MANDING LAOK KECAMATAN MANDING KABUPATEN SUMENEP

  • Indah Aisyatur Ridho Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja
  • Ika Fatmawati Pramasari Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja
  • Purwati Ratna Wahyuni Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja
Keywords: Budidaya Jahe Merah, Peran Kelompok tani, Skala Likert

Abstract

Jahe Merah termasuk dalam tanaman biofarmaka kelompok jenis rimpang. Tanaman ini cukup mudah untuk dibudidaya karena perawatannya yang sederhana dan dapat tumbuh di lahan kering. Jahe merah memiliki banyak khasiat salah satunya memperbaiki pencernaan dan menghangatkan badan. Tanaman rimpang ini juga memiliki nilai ekspor yang tinggi jika masyarakat memanfaatkan peluang tersebut dengan baik, khususnya bagi kelompok tani dengan melakukan budidaya tanaman jahe merah. Berawal adanya program bantuan pemerinta berupa bibit jahe sebesar 2 (dua) ton yang hanya diberikan kepada kelompok pemuda tani Joko Tole untuk dapat dikelola dengan cara membudidaya tanaman jahe merah di lahan kering. Hal ini sangat dibutuhkan peran kelompok tani terhadap penerapan budidaya jahe merah sesuai dengan tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kelompok tani terhadap penerapan budidaya jahe merah pada lahan kering di Desa Manding Laok Kecamatan Manding. Digunakan metode deskriptif dan skoring melalui pendekatan skala likert. Penentuan populsai dan sampel menggunakan sampling jenu karena semua populasi digunakan dalam penelitian ini. Variabel yang diukur dengan Skala likert dijabarkan menjadi tiga indikator variabel utama penilaian antara lain ; (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan kegiatan, (3) Evaluasi kegiatan. Hasil tingkat partisipasi pada perencanaan sebesar 503, pelaksanaan 476 dan evaluasi 368 yang artinya total skor dari hasil tingkat partisipasi 3 indikator menunjukkan sangat berpartisipasi. Dapat diurai tingkat pasrtisipasi paling tinggi yaitu indikator perencanaan karena seluruh anggota berpartisipasi dalam segala aspek perencanaan yang merupakan tahap awal sebelum ke tahap pelaksanaan. Dan tingkat partisipasi paling rendah adalah indikator evaluasi karena terdapat temuan adanya kegagalan panen yang alami oleh sebagian anggota kelompok pemuda tani disebabkan oleh bibit jahe merah yang didapat masih terlalu muda.

References

Badan Pusat Statistis Kabupaten Sumenep. (2021) Kecamtan Manding Dalam Angka 2021.

Falangi, H. H., Moniaga, V. R. B., & Timban, J. F. J. (2020). Peran Kelompok Tani Esa Ate Dalam Usahatani Jagung Di Kelurahan Mapanget Barat Kecamatan Mapanget Kota Manado. Agri-Sosioekonomi, 16(1), 141. https://doi.org/10.35791/agrsosek.16.1.2020.27482

Hadi, S., Prayuginingsih, H., & Akhmadi, A. N. (2019). Peran Kelompok Tani dan Persepsi Petani Terhadap Penerapan Budidaya Padi Organik di Kabupaten Jember. Jurnal Penyuluhan, 15(2), 154–168. https://doi.org/10.25015/15201918492

Idris, M & Lestari Ulfa, U. (2019). Peran Kelompok Tani Dalam Kegiatan Usaha Tani Kakao Di Desa Ketulungan Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara. Jurnal Agribisnis Indonesia 7(2) 92-101.
https://doi.org/10.29244/jai.2019.7.2.92-101

Pertanian, K. (2013). Pedoman Pembinaan Kelompok Tani Dan Gabungan Kelompok Tani. Peraturan Menteri Pertanian, 16(4), Jakarta.

Prof. Dr. Sugiono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D (Prof. Dr. Sugiono (ed.); 19th ed.). ALFABETA, CV.

Suhardjo, Drajat. (2007). Definisi Tingkat Pendidikan. Bandung : PT Refika Aditama.

Zaenal Arifin, Lolita Endang Susilowati, Mansur Ma’shum, Bambang Hari Kusumo, & Bustan. (2021). Budidaya Jahe Merah Menggunakan Pupuk Bio-Organik Fosfat Di Desa Narmada Kecamatan Narmada Lombok Barat. Jurnal SIAR ILMUWAN TANI, 2(2), 118–125. https://doi.org/10.29303/jsit.v2i2.57
Published
2023-08-14
Abstract viewed = 49 times
PDF downloaded = 35 times