Identifikasi Critical Success Factors sebagai dasar dalam merancang Balanced Score Card Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumenep

  • Alwiyah Alwiyah Universitas Wiraraja Sumenep
Keywords: Critical Success Factors, Balanced Score Card, PDAM Sumenep

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumenep sebagai satu-satunya perusahaan daerah yang bergerak di sektor pelayanan umum, utamanya di sektor air bersih, perusahaan ini  senantiasa terus ikut mendukung program-program pemerintah dalam menunjang laju pertumbuhan di berbagai sektor pembangunan. Dari latar belakang permasalahan ini, penulis mencoba menyajikan pengukuran/penilaian kinerja perusahaan dengan mengidentifikasi Critical Success Factors sebagai dasar dalam merancang Balanced Score Card PDAM Sumenep. Penelitian ini berupa penelitian survei yang didukung data-data primer sekunder yang berasal dari PDAM Kabupaten Sumenep, BPS Kabupaten Sumenep serta instansi lain yang relevan. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah : (1) Melakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) perusahaan, (2) Menghubungkan strategi perusahaan dengan mengidentifikasi Critical Success Factors pada masing-masing perspektif Balanced Scorecard kemudian dituangkan dalam 3 prinsip Balanced Scorecard. (3) Menentukan critcal success factors (CSFs) yang digunakan sebagai pengukuran pada masing-masing perspektif balanced scorecard. (4) Membuat model balanced scorecard yang sesuai dengan keadaan perusahaan sehingga mempermudah penerapannya dan dapat menunjukkan adanya keterkaitan antara masing-masing perspektif. Dari hasil tinjauan dapat disimpulkan sebagai berikut: Identifikasi critical success factors pada PDAM Kabupaten Sumenep dapat dikatakan telah mengalami peningkatan dalam hal pencapaian strategi, hal ini ditunjukkan dengan hasil pengukuran indikator kinerja dari tahun 2004 – 2006. Pada saat ini perusahaan telah berupaya melaksanakan strategi yang tepat, seperti halnya pemberian pelayanan yang optimal sesuai dengan tingkat kebutuhan pelanggan. Dengan meningkatnya kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan, maka diharapkan mampu untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dengan demikian jumlah pelanggan baru akan terus meningkat berarti pendapatan perusahaan dapat ditingkatkan.  Berdasarkan  analisa SWOT yang telah dijabarkan sebelumnya, yaitu: perusahaan berada pada posisi Proses Bisnis Internal. Hal ini dibuktikan dari hasil analisa banyaknya kelemahan-kelemahan yang ada pada perusahaan yang mengacu pada kondisi optimalisasi internal perusahaan.

References

Anthony, Dearden, dan Govindarajan. 1995. Sistem Pengendalian Manajemen. Penerbit: PT. Salemba Empat. Jakarta.
Dirjen Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah Departemen Dalam Negeri, Pedoman Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), 1999.
Edward J. Blocher, Kung H. Chen, Thomas W. Lin. 2000. Manajemen Biaya. Jilid Satu. Terjemahan DRA. A. Susty Ambarriani, M.Si. Penerbit: PT. Salemba Empat. Jakarta.
Munawir, Analisa Laporan Keuangan, Edisi Kelima, Penerbit Liberty Yogyakarta, 1995.
Robert S. Kaplan dan David P. Norton. 2000. 1996. The Balance Scorecard: Translating Strategy into Action. Terjemahan Peter R. Yosi Pasla. 2000. Balance Scorecard: Menerapkan Strategi Menjadi Aksi.
Suwardi Luis dan Prima A. Biromo. 2007. Step by Step in Cascading Balanced Scorecard to Functional Scorecards. Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Yuwono, dkk. 2004. Petunjuk Praktis Penyusunan Balanced Scorecard. Penerbit: Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Published
2018-10-03
Abstract viewed = 420 times
PDF downloaded = 635 times