KAJIAN DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP USAHATANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN SUMENEP

  • Didik Wahyudi Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja Sumenep
  • Ika Fatmawati Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja Sumenep
  • Dody Tri Kurniawan Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja Sumenep
Keywords: Bawang merah, daya saing, kebijakan pemerintah

Abstract

Bawang merah varietas Sumenep mempunyai keunggulan,  terutama jika dibuat bawang goreng. Setelah jadi bawang goreng, aromanya sangat harum, renyah, garing, dan tidak mudah patah. Warnanya juga lebih cerah, yakni coklat kekuning-kuningan. Peluang produk agribisnis khususnya bawang merah cukup terbuka pada era perdagangan bebas.  Menghadapi persaingan yang ketat ini, keberhasilan akan ditentukan oleh keunggulan daya saing produk agribisnis yang dihasilkan.  Keterlibatan pemerintah dalam membuat kebijakan harga baik input maupun output memegang peranan penting dalam perdagangan, khususnya juga mempengaruhi terhadap daya saing suatu komoditas. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara privat usahatani bawang merah menguntungkan sebesar Rp. Rp. 22.344.651,34 per ha. Sedangkan secara sosial usahatani bawang merah  menguntungkan yaitu sebesar Rp. 50.587.997,13 per Ha. Usahatani bawang merah memiliki keunggulan komparatif dan memiliki keunggulan kompetitif dengan nilai DRC sebesar 0,2018 serta nilai PCR sebesar 0,3794. Kebijakan pemerintah memberikan dampak positif dari segi input tradable dan faktor domestik.  Sedangkan dari segi output tidak memberikan dampak positif terhadap petani.  Dari segi output dan input tradable secara bersama-sama, kebijakan pemerintah tidak memberikan dampak positif atau tidak berpihak baik terhadap petani bawang merah. Perubahan kebijakan pemerintah jika terjadi kenaikan harga input tradable sebesar 5% dan 20% serta tidak adanya subsidi urea mengakibatkan penurunan keunggulan kompetitif dan petani mengeluarkan biaya lebih tinggi dibandingkan harga sosialnya.

References

Cho, D.D dan Moon, H.C. 2003. From Adam Smith to Michael Porter : Evolusi Teori Daya Saing. Penerbit Salemba Empat, Jakarta
Cochran, Willam. 2005. Teknik Penarikan Sampel. UI-Press, Jakarta
Gittinger, J. Pricer. 1986. Analisa Ekonomi Proyek-proyek Pertanian (Terjemahan). UI Press – John Hopkins. Jakarta
Hanafi. H. 2009. Analisis kelayakan usahatani dan dampak pengkajian teknologi budidaya bawang merah (Alium cepa L.) di lahan pesisir selatan Kabupaten Bantul. Prosiding Abstrak Hasil Penelitian Pertanian Komoditas Bawang Merah. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Deptan. Jakarta:130
Monke, Eric A dan Scott R Person. 1989. The Policy Analisys Matrix for Agriculture Development. Cornel University Press
Nazir, M. 1989. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia, Jakarta
Pearson, S.R, Gotsch, C, Bahri, S. 2003. Sumber: Pearson et al (2003), Aplikasi Policy Analysis Matrix Pada Pertanian Indonesia. Tersedia di: http://www. macrofoodpolicy.com. Diakses 19 Januari 2006.
Porter, M.E. 1985. Competitive Advantage; Creations and Sustaining Superior Performance, Macmilan Co. New York
Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi. 1995. Metode Penelitian Survey. LP3ES, Jakarta
Soetriono, 2006. Daya Saing Pertanian dalam Tinjauan Analisis. Bayumedia Publishing.
Schuh, G. E. 1991. Open Economics : Implications for Global Agriculture. American Journal of Agricultural Economics. 73 (5): 1322-1329.
Published
2018-10-03
Abstract viewed = 429 times
PDF downloaded = 896 times