ANALISIS VARIABEL PENGEMBANGAN KAWASAN PERUMAHANDI KABUPATEN SUMENEP
Abstract
Perkembangan suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh perkembangan penduduk. Akibat dari perkembangan penduduk yang demikian pesat, maka diperlukan tempat tinggal (hunian) baik untuk sementara maupun secara permanen. Persoalan perumahan selalu ada sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan ketersediaan. Hal ini diperparah dengan beberapa kondisi seperti ekonomi, keterbatasan lahan dan faktor kebijakan serta faktor lain yang mempengaruhi pengembangan perumahan. Kabupaten Sumenep sebagai kota pariwisata dan perdagangan juga tidak terlepas dari permasalahan tersebut. Banyak sekali pendatang dari luar yang datang ke Sumenep untuk berbagai keperluan bahkan memiliki rumah dan menetap di Kota Sumenep. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan sebuah penelitian yang mampu memberikan gambaran tentang faktor-faktor atau variabel yang mempengaruhi pengembangan perumahan sehingga dapat diantisipasi oleh semua pihak dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survey kepada beberapa responden (developer) yang ada di Kota Sumenep dengan menyodorkan beberapa pertanyaan untuk dijawab berdasarkan varibel yang telah disusun yang meliputi 32 faktor penentu. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif sehingga memberikan gambaran yang jelas mengenai variabel yang mempengaruhi pengembangan perumahan.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, disimpulkan bahwa terdapat 32 faktor yang mempengaruhi pengembangan perumahan yang terangkum dalam variabel kependudukan, kondisi geografis, kelembagaan, swadaya dan peranserta masyarakat, sosial dan budaya, ekonomi, sarana dan prasarana, ilmu pengetahuan, kemudahan, keamanan, peraturan perundangan dan kerjasama. Semua faktor atau variabel tersebut yang diwakili oleh vaiabel X1 sampai dengan X32 memiliki pengaruh terhadap pengembangan kawasan perumahan di Kabupaten Sumenep dengan nilai sig. 0,063; 0,375; 1,00 melebihi dari nilai 0,05 sehingga Ho dapat diterima yang berarti semua faktor (variabel bebas) mempengaruhi variabel terikatnya (pengembangan perumahan)
Sementara dari hasil analisis ditemukan juga bahwa faktor yang paling kuat mempengaruhi pengembangan perumahan dengan nilai sig. 1,00 adalah variabel kondisi geografis dengan faktor X4 (lokasi perumahan yang mudah terjangkau) dan X5 (kondisi topografi yang datar). Sedangkan variabel sosial budaya, faktor yang paling mempengaruhi adalah faktor X11 (adat istiadat) dan variabel terakhir yang paling berpengaruh adalah variabel pertanahan dengan faktor X23 (kenakan harga lahan) dan X24 (kelangkaan lahan).
References
Bitta Pigawati, S. E. (2007). Identifikasi Kawasan Pendukung Perkembangan Kota Kalinyamatan Kabupaten Jepara. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan , 123-132.
Erni Widiastuti, S. H. (2013). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Rumah Bersubsidi dengan Menggunakan Analisis Regresi. Prosiding Seminar Nasional Statistika (hal. 113-114). Surakarta: FSM Universitas Diponegoro Press.
Faqir, I. A. (2012, November 1). Srak Sruk Informasi dan Pengetahuan. Dipetik Maret 17, 2016, dari Sejarah Kabupaten Sumenep : http://www.sraksruk.blogspot.co.id
Ghana, A. K. (2012). Pengaruh Perkembangan Permukiman terhadap Dinamika Harga Lahan di Surabaya Barat. Jurnal Teknik Pomits , 1-8.
Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Sumenep. (2014, Februari 1). Memorandum Program Sanitasi Kabupaten Sumenep. Dipetik Maret 14, 2016, dari BAB II Review SSK dan Prioritas Pembangunan: https://www.ppsp.nawasis.info.com
Portal madura.com. (2014, Agustus 20). Portal Madura.com Situs Berita Madura Terkini. Dipetik Maret 16, 2016, dari Kecamatan Batuan Diploting Menjadi Pusat Pengembangan Kota Sumenep: http://www.portalmadura.com
Sistem Informasi Tata Ruang Provinsi Jawa Timur. (2011, Januari 12). Kabupaten Sumenep-Perda No. 12 tahun 2013. Dipetik April 8, 2016, dari Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumenep Tahun 2011-2031: http://sitr.jatimprov.go.id
Sugiyono. (1999). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta.
Wiwaha, A. (2013, Januari 31). Study. Dipetik Maret 15, 2016, dari Kajian Teori Perumahan dan Pemukiman: http://www.studyandlearningnow.blogspot.co.id
Anastasia, N. (2013). Peta Persepsi Konsumen terhadap Atribut Rumah Tinggal di Surabaya. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan , 141-145.
Bitta Pigawati, S. E. (2007). Identifikasi Kawasan Pendukung Perkembangan Kota Kalinyamatan Kabupaten Jepara. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan , 123-132.
Erni Widiastuti, S. H. (2013). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Rumah Bersubsidi dengan Menggunakan Analisis Regresi. Prosiding Seminar Nasional Statistika (hal. 113-114). Surakarta: FSM Universitas Diponegoro Press.
Faqir, I. A. (2012, November 1). Srak Sruk Informasi dan Pengetahuan. Dipetik Maret 17, 2016, dari Sejarah Kabupaten Sumenep : http://www.sraksruk.blogspot.co.id
Ghana, A. K. (2012). Pengaruh Perkembangan Permukiman terhadap Dinamika Harga Lahan di Surabaya Barat. Jurnal Teknik Pomits , 1-8.
Kelompok Kerja Sanitasi Kabupaten Sumenep. (2014, Februari 1). Memorandum Program Sanitasi Kabupaten Sumenep. Dipetik Maret 14, 2016, dari BAB II Review SSK dan Prioritas Pembangunan: https://www.ppsp.nawasis.info.com
Portal madura.com. (2014, Agustus 20). Portal Madura.com Situs Berita Madura Terkini. Dipetik Maret 16, 2016, dari Kecamatan Batuan Diploting Menjadi Pusat Pengembangan Kota Sumenep: http://www.portalmadura.com
Sistem Informasi Tata Ruang Provinsi Jawa Timur. (2011, Januari 12). Kabupaten Sumenep-Perda No. 12 tahun 2013. Dipetik April 8, 2016, dari Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumenep Tahun 2011-2031: http://sitr.jatimprov.go.id
Sugiyono. (1999). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta.
Wiwaha, A. (2013, Januari 31). Study. Dipetik Maret 15, 2016, dari Kajian Teori Perumahan dan Pemukiman: http://www.studyandlearningnow.blogspot.co.id