STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA PINGGIRPAPAS KABUPATEN SUMENEP

  • Dwi Desahariyanto
  • Subaidillah Fansuri
  • Anita Intan Nura Diana

Abstract

Seiring bergulirnya waktu, Kabupaten Sumenep semakin berkembang. Perkembangan ini juga diiringi dengan pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan aktifitas mereka tentunya, dimana peningkatan aktifitas tersebut menyebabkan terjadinya peningkatan volume sampah.Berdasarkan kondisi nyata di Desa Pinggirpapas, Kabupaten Sumenep dan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan menjadi dasar pada penelitian ini. Penelitian ini akan membahas tentang strategi pengelolaan sampah di Desa Pinggirpapas, Kabupaten Sumenep.Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan sampah di Desa Pinggirpapas, kemudian akan dijadikan dasar dalam penentuan strategi yang paling tepat untuk diterapkan di Desa Pinggirpapas. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di Desa Pinggirpapas, akan tetapi hanya diambil sampel 280 orang dengan menggunakan teknik sistem random sampling dan tarah kesalahan atau taraf signifikansi sebesar 5%. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT.Berdasarkan hasil analisis diperoleh informasi bahwa nilai skor yang tertinggi pada variabel eksternal adalah pada variabel Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep sebesar 10,00, sedangkan nilai skor yang paling rendah pada variabel eksternal adalah Di wilayah/ Desa Pinggirpapas belum ada tempat penampungan sementara (TPS) sebesar (-) 4,71.Nilai skor yang tertinggi pada variabel internal adalah pada variabel Dukungan masyarakat sebagai salah satu dari stakeholder dalam pengelolaan sampah sebesar 5,36, sedangkan nilai skor yang terendah pada variabel Masyarakat Desa Pinggirpapas tidak mau memisahkan sampah menurut jenisnya sebesar (-) 3,49.Posisi manajemen pengelolaan sampah di Desa Pinggirpapas berada pada kuadran IV (negatif,negatif). Posisi manajemen pengelolaan sampah di Desa Pinggirpapas lemah dan menghadapi tantangan besar. Strategi yang dapat direkomendasikan adalah strategi bertahan, artinya kondisi manajemen berada pada pilihan delematis. Kesalahan dalam pengambilan keputusan akan membawa bencana yang besar. Oleh karenanya, manajemen pengelolaan sampah disarankan untuk bertahan, sambil terus membenahi diri agar lebih baik.

References

1. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumenep. (2013). Dipetik 2013, dari BPSKabupatenSumenep.org
2. Cahyo, Suryaningsih, & Lestari. (2010). Analisis Strategi Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat Di Kota Semarang. Fakultas Administrasi Publik, Universitas Diponegoro .
3. Deshariyanto, D., & Fansuri, S. (2015). Pengelolaan Sampah Pada Masyarakat Desa Pinggirpapas Kabupaten Sumenep. Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja .
4. Deshariyanto, D., Fansuri, S., & Nura D, A. I. (2015). Preferensi Masyarakat Desa Pinggirpapas Kabupaten Sumenep Terhadap Pengelolaan Sampah. Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja .
5. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden RI. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. Indonesia: Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden RI.
6. Edwards, W. (2012). Inspiration Personal Develpment. Dipetik Desember 31, 2015, dari TOWS analysis: Defining Successful Partnerships: http://www.whitedovebooks.co.uk/blog/2012/01/tows-analysis-defining-successful-partnership/
7. Jamiledy, A. (2014, Januari). Desa Kumuh di tengah lahan BUMN. Dipetik Januari 2014, dari http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/ 2013/12/31/desa-kumuh-ditengah-lahanbumn
8. Kosmanto, Y., Rohidin, & Brata, B. (2012). Strategi Pengelolaan Sampah Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2012. Naturalis- Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan .
9. Noname. (2015, April 15). Pengertian Apapun. Dipetik Desember 07, 2015, dari Pengertian analisis SWOT dan manfaatnya: www.pengertianku.net/2015/03/pengertian-analisis-swot-dan-manfaatnya.html
10. Oktaviana, M., Jompa, J., & Amiruddin. (2013). Constraints and Strategies of Solid Waste Management In Barrang Lompo Island . Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin .
11. Pemerintah Kabupaten Sumenep. (2012). Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Nomor : 12 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah. Sumenep: Bupati Sumenep.
12. Purwanti. (2007). Sampah Jadi Uang, Cetakan Pertama. Jakarta: Saka Mitra Kompetensi.
13. Scientific and Technical Advisory Panel (STAP). (2011). Marine Debris as a Global Environmental Problem: Introducing a solutions based framework focused on plastic. Dipetik Desember 28, 2015, dari A STAP Information Document.Global Environmental Facility, Washington, DC: http://www.thegef.org/gef/sites/thegef.org/files/publication/STAP%20MarineDebris%20-%20website.pdf
14. Sinurat, J., & Salomo, R. V. (2013). Strategi Pengelolaan Sampah Kota Depok. FISIP UI .
15. Universitas Gunadarma. (2014, Januari). Materi Analisis SWOT. Dipetik Desember 08, 2015, dari http://www.google.com//materi-analisis-swot
Abstract viewed = 347 times
PDF downloaded = 268 times