EVALUASI ANGKUTAN PERDESAAN DI KABUPATEN SUMENEP DARI SEGI TRAYEK, SARANA DAN PRASARANA (STUDI KASUS JALUR SUMENEP – KALIANGET)

  • Dara Adistia Sahara
  • Darma Jasuli
  • Abdul Muthalib Farajd

Abstract

Minimnya     perhatian     pemerintah     Kabupaten

Sumenep menyebabkan angkutan perdesaan trayek Sumenep – Kalianget tidak berkembang sehingga peneliti mengkaji  dan    mengevaluasi  angkutan  perdesaan  dari segi  trayek,  sarana  maupun  prasarana  guna meningkatkan kualitas angkutan. Metode yang digunakan adalah  metode  deskriptif  kuantitatif.  Data  yang digunakan adalah data survey lapangan dan data dinas.Hasil  penelitian  menunjukkan  dari  75  angkutan yang beroperasi diantaranya 30 angkutan layak, 24 tidak layak, dan 21 tidak diketahui. Rute operasi angkutan adalah Pasar Anom Baru – Kalianget dan Pasar Bangkal

– Kalianget. Angkutan tidak singgah di terminal Arya Wiraraja serta tidak ada  informasi  trayek. Hasil analisa kuesioner dari pelayanan keamanan 39,08% cukup memuaskan, 100% sopir tidak menggunakan tanda pengenal  dan  67,82% tidak  terdapat  informasi  trayek. Dari pelayanan keselamatan 44,83% cukup memuaskan,

100% kondisi sopir sehat dan 97,70% sopir piawai mengemudikan  angkutan.  Dari  pelayanan  kenyamanan

33,33% kurang nyaman, 41,38% sirkulasi udara dalam angkutan kurang baik, 35,63% angkutan kurang bersih, dan   88,51%   tempat   duduk   cukup   memadai.   Dari pelayanan keterjangkauan 58,62% tarif angkutan murah,

35,63% cukup  mudah  menyetop  angkutan  dan  64,37% angkutan menjangkau tujuan. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan  maka  disimpulkan bahwa dari segi trayek rute angkutan perdesaan trayek Sumenep – Kalianget masih perlu dikembangkan untuk menjangkau semua  pusat  kegiatan  di  wilayah  Sumenep,  dari  segi sarana angkutan perdesaan trayek  Sumenep – Kalianget juga  belum    memenuhi    Standar  Pelayanan  Minimal (SPM) angkutan perdesaan dan harus dibenahi dari segi fisik, selain itu dari segi prasarana, terminal Arya Wiraraja tidak dimanfaatkan dengan maksimal.

Kata kunci   :    Rute, Sarana, Prasarana

References

Arikunto, Prof.Dr.Suharsimi, 2002, Prosedur Penelitian :
Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revisi VI), Jakarta
: Rineka Cipta.
Kamarwan, Sidharta S., Sistem Transportasi, Gunadarma. Manurung, Binsar G.P., 2007, Evaluasi Transportas Angkutan Umum Perdesaan, Medan : Universitas
Sumatera Utara.
Republik Indonesia, Departemen Perhubungan, Kewenangan Yang Diserahkan Pemerintah Pusat Kepada Kabupaten/Kota Bidang Transportasi Darat, http://hubdat.dephub.go.id/spesial- konten/otonomi-daerah/40-standar-pelayanan- minimal-untuk-kewenangan-yang-diserahkan-
kepada-kabupatenkota, (diakses pada tanggal 10
April 2015).
Republik Indonesia, Menteri Perhubungan, PM No. 98
Tahun 2013 Tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek.
Republik Indonesia, PP No. 74 Tahun 2014 Tentang
Angkutan Jalan.
Abstract viewed = 177 times
PDF downloaded = 193 times