KOMBINASI METODE KULTUR TEKNIS DAN PESTISIDA NABATI SEBAGAI STRATEGI OPTIMALISASI PENGENDALIAN PENGGEREK BUAH KAKAO (PBK) PADA SENTRA PRODUKSI DI PROVINSI SUMATERA BARAT

  • Luthfi Luthfi Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Kampus III Dharmasraya, Sumatera Barat
  • Irfan Suliansyah Departemen Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis, Padang, Sumatera Barat
  • Siska Efendi Departemen Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas, Kampus III Dharmasraya, Sumatera Barat
Keywords: Kakao, PBK, Pestisida nabati, Insektisida sintetik

Abstract

Provinsi Sumatera Barat berupaya menjadi sentra baru komoditi kakao di Indonesia. Upaya tersebut menghadapi tantangan berat, salah satunya akibat serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK), yang mengancam produksi dan keberlanjutan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui efektvitas metode pengendalian kultur teknis, pestisida nabati serai wangi, dan pestisida sintetik terhadap penggerek buah kakao (PBK). Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Simpang Sugiran pada bulan September sampai November. Penelitian dilakukan di lahan kakao yang disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan yaitu kultur teknis, pestisida nabati dan pestisida sintetik. Parameter yang diamati yakni persentase tanaman terserang, persentase buah terserang, persentase biji terserang, dan kelimpahan populasi PBK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tanaman, buah, dan biji terserang berkurang pada semua lahan perlakuan. Persentase tanaman terserang pada petak perlakuan pestisida sintetik dan nabati tidak berbeda nyata pada bulan ke-3 pengamatan. Persentase buah dan biji terserang pada perlakuan pestisida sintetik berbeda nyata dengan kultur teknis dan pestisida nabati. Walaupun demikian secara keseluruhan persentase tanaman, buah dan biji terserang tergolong rendah. Artinya pengendalian secara kultur teknis, pestisida nabati dan sintetik tergolong efektif dan dapat dikombinasikan pada saat aplikasi di lapangan.

References

Amanda, V. F., Yaherwandi, & Efendi, S. (2020). Kelimpahan populasi Helopeltis sp. dan tingkat kerusakan buah kakao di Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Agrika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 14(1), 33–46. https://doi.org/https://doi.org/10.31328/ja.v14i1.1275
Anshary, A. (2009). Penggerek buah kakao, Conopomorpha cramerella Snellen (teknik pengendaliannya yang ramah lingkungan). Agroland, 16(4)(4), 258–264. http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/AGROLAND/article/viewFile/260/220
Aryandi, N. A., Anwar, A., Efendi, S., & Suhendra, D. (2021). Pengaruh coating gel lidah buaya terhadap viabilitas dan vigor benih kakao. Jurnal Pertanian, 12(2), 55–65. https://doi.org/https://doi.org/10.30997/jp.v12i2.4234
Awaluddin, Botek, M., Iswandi, M., & Efendi, S. (2023). Inventarisasi dan peta sebaran hama dan penyakit pada empat komoditi unggulan perkebunan di Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Riset Perkebunan, 4(1), 1–13. https://doi.org/https://doi.org/10.25077/jrp.4.1.1-13.2023
Harni, R. (2014). Serai Wangi Sebagai Pestisida Nabati Pengendalian Penyakit Vascular Streak Dieback Untuk Mendukung Bioindustri Kakao. Bunga Rampai: Inovasi Teknologi Bioindustri Kakao, 213–224. http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/16047
Hasanah, N., Bayu, E. S., & Kardhinata, E. H. (2021). Tingkat Serangan Hama Penggerek Buah Kakao (Conopomorpha cramerella Snellen) dan Kehilangan Hasil Tanaman Kakao di Kecamatan Darul Ihsan Kabupaten Aceh Timur. Jurnal Online Agroekoteknologi, 8(1), 50–56. https://doi.org/10.32734/jaet.v9i2.4504
Hasyim, Setiawati, W., Murtiningsi, R., & Sofiari, E. (2010). Efikasi dan Persistensi Minyak Serai Wangi sebagai Biopestisida Terhadap Helicoverpa armigera Hubn (Lepidoptera: Noctuide). Jurnal Hortikultura, 20(4), 377–386.
Hayata. (2017). Tingkat serangan hama penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella snell.) (Lepidoptera: Gracillaridae) di Desa Betung Kecamatan Kumpeh Ilir Kabupaten Muaro Jambi. Jurnal Media Pertanian, 2(2), 92–92.
Indriati, G. (2013). Keefektifan Paket Teknologi Pengendalian Penggerek Buah Kakao ( PBK ) di Provinsi Bali. Buletin Ristri, 3: 65–70.
Laba, I. W. (2013). Efektivitas insektisida minyak serai wangi dan cengkeh terhadap hama pengisap buah lada (Dasynus piperis China). Buletin Penelitian Tanaman Rempah Dan Obat, 24(1), 26–34.
Nurmawati, A., Puspitawati, I. N., Anggraeni, I. F., Raditya, D. W., Pradana, N. S., & Saputro, E. A. (2022). Pengenalan pemanfaatan ekstrak Serai Wangi sebagai Pestisida Organik di Desa Bocek Karangploso Malang. ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(1), 110–116. https://doi.org/10.29408/ab.v3i1.5844
Prawoto, A. A., Pujiyanto, Panggabean, T. R., & Wahyudi, T. (2013). Panduan Lengkap Kakao : Manajemen Agribisnis Dari Hulu Hingga Hilir. Penebar Swadaya.
Reddy, K. N., & Singh, M. (1992). Organosilicone Adjuvant Effects on Glyphosate Efficacy and Rainfastness. Weed Technology, 6(2), 361–365. https://doi.org/10.1017/s0890037x00034874
Rezki, D., Efendi, S., & Herviyanti. (2022). Pengaruh kompos, bahan humat dari batubara tidak produktif dan pupuk buatan terhadap bibit Kakao (Theobroma cacao) pada Oxisol. Jurnal Riset Perkebunan, 3(1), 38–47. https://doi.org/https://doi.org/10.25077/jrp.3.1.38-47.2022
Roza, S., Yaherwandi, & Efendi, S. (2022). Diversity of ants (Hymenoptera: Formicidae) on several types of plantations in Dharmasraya Regency, West Sumatra Province. Celebes Agricultural, 2(2), 97–104. https://doi.org/https://doi.org/10.52045/jca.v2i2.491

Rusli Rustam, & Anggita CinthiaTarigan. (2022). Uji Konsentrasi Ekstrak Serai Wangi Terhadap Mortalitas Ulat Grayak Jagung. Dinamika Pertanian, 37(3), 199–208. https://doi.org/10.25299/dp.2021.vol37(3).8928
Saleh, A. (2012). Studi berbagai jenis sarang permanen untuk mengembangbiakkan semut hitam, Dolichoderus thoracicus (Smith) (Hymenoptera: Formicidae). Jurnal Entomologi Indonesia, 9(2), 64–70. https://doi.org/10.5994/jei.9.2.64
Suherlina, Y., Yaherwandi, & Efendi, S. (2020). Sebaran dan tingkat serangan hama penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella Snellen) pada lahan bukaan baru di Kabupaten Dharmasraya. Agronida, 6(1), 46–57. https://doi.org/https://doi.org/10.30997/jag.v6i1.2541
Suprapta, D. N. (2014). Pestisida Nabati Potensi dan Prospek Pengembangan. Pelawa Sari. https://erepo.unud.ac.id/id/eprint/1277/
Yenti, N., Juniarti, & Efendi, S. (2020). Pengaruh penggunaan lahan kakao yang diintegrasikan dengan kelapa sawit terhadap keanekaragaman serangga predator dan parasitoid. Journal of Socio Economics on Tropical Agriculture, 2(1), 44–53. https://doi.org/https://doi.org/10.25077/joseta.v2i1.220
Published
2023-11-24
Abstract viewed = 29 times
PDF downloaded = 60 times