USAHATANI DAN PEMASARAN SEMANGKA (Studi Kasus pada Budidaya Semangka Biji di Lahan Tegal)

  • Isdiantoni Isdiantoni Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Wiraraja Sumenep
  • Rifatul Wahdah Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Unija
  • Hadi Prasetiyo Mahasiswa Program Studi Magister Pertanian Tropika Bahasa Universitas Mulawarman
Keywords: Usahatani semangka lahan tegal, Marjin pemasaran, Farmer’s share

Abstract

Tujuan penelitian ini, adalah (1) mengidentifikasi praktek usahatani semangka biji di lahan tegal; (2) mengetahui  pendapatan dan efisiensi usahataninya; dan (3) menggambarkan saluran pemasaran, menganalisis margin pemasaran  serta  bagian yang diterima petani (farmer’s share.). Petani contoh diambil secara  acak sederhana dan untuk responden lembaga pemasaran menggunakan sampling bola salju). Analisa data yang dipakai untuk mencapai tujuan tersebut, menggunakan analisis deskriptif, analisa pendapatan dan efisiensi usahatani (R/C), serta analis marjin pemasaran, dan farmer’s share. Dari hasil penelitian diperoleh penjelasan, bahwa petani didalam membudidayakan  semangka  biji  dilahan tegal, masih kurang menguasai teknis budidaya  yang tepat dan benar. Melalui perhitungan secara finansial, usahatani semangka biji di lahan tegal memberikan pendapatan (keuntungan) sebesar Rp. 5,150,471,- per hektar dengan nilai R/C = 1.18. Saluran pemasarannya relatif pendek, dan terdiri dari 2 (dua) jalur. Pada jalur 1, lembaga pemasaran yang terlibat ada dua, yaitu tengkulak dan pengecer. Dan pada jalur 2, lemabaga pemasaran yang terlibat ada tiga, yaitu tengkulak, pedagang besar dan pengecer. Besarnya marjin pemasaran setiap 1 kg semangka biji yang dipasarkan pada jalur 1 Rp. 600,- (26.09%) dan pada jalur 2 Rp. 650,- (27.66%), yang menunjukkan semakin panjang jalur pemasaran buah semangka biji, maka marjin pemasarannya semakin besar. Distribusi marjin pada tiap lembaga pemasaran, baik di jalur 1 maupun di jalur 2 terdapat perbedaan yang mencolok, dengan kata lain distribusi keuntungan dalam marjin pemasaran tidak cukup adil. Nilai farmer’s share 73.91% pada jalur 1 dan  72.34% pada jalur 2, artinya bagian harga yang diterima petani terhadap harga yang dibayar konsumen cukup bagus.

References

Daniel, M. 2002. Metode Penelitian Sosial Ekonomi. PT. Bumi Aksara. Jakarta
Downey, DW dan Erickson, PS, 1992. Manajemen Agribisnis. Edisi Kedua. PT. Erlangga. Jakarta .
Hernanto, F. 1991. Ilmu Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta
Isdiantoni. 2012. Kinerja Usaha Tani dan Pemasaran Jagung Lokal Sumenep Varietas Talango. Prosiding . Universitas Wiraraja. Sumenep.
Isdiantoni, D. Desharyanto, Sayyida, dan I. Fatmawati, P. 2014. Laporan Akhir Inventarisasi Pemetaan Potensi Desa terkait dengan Bantuan Teknologi Tepat Guna (TTG). Kerjasama LPPM Univ. Wiraraja dengan BPMP dan KB Kabupaten Sumenep.
Masrofie, 1994. Pemasaran Hasil-Hasil Pertanian. Malang : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.
Prajnanta, F. 2003. Agribisnis Semangka Non-Biji. Penebar Swadaya. Jakarta.
Rahim, A. dan Hastuti, D. R. D. 2007. Pengantar Teori, dan Kasus Ekonomika Pertanian. Penebar Swadaya. Jakarta.
Samadi, B. 2007. Seri Budidaya Semangka Tanpa Biji. Edisi Revisi. Kanisius. Jakarta.
Sudiyono A. 2002. Pemasaran Pertanian. UMM Press Malang.
Suparmoko, 1999. Metode Penelitian Praktis untuk Ilmu-ilmu Sosial, Ekonomi dan Bisnis. Edisi Empat. BPFE Yaogyakarta.
Soekartawi, 1993. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
--------------. 2002. Analisis Usahatani. UI - Press. Jakarta
Sobir dan F. D. Siregar. 2010. Budidaya Semangka Panen 60 Hari. Penebar Swadaya. Jakarta
Swastha, B. dan Sukotjo, I. W, 1993. Pengantar Bisnis Modern. Liberty. Yogyakarta
Junaidi, I. S, J. Santosa. E, S. Sudalmi, (2013). Pengaruh Macam Mulsa dan Pemangkasan terhadap Pertumbuhan dan Hasi Tanaman Semangka (citrullus vulgaris schard). INNOFARM : Jurnal Inovasi Pertanian Vol. 12, No. 2, Oktober 2013
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=142230&val=5262
[21 april 2015]
Published
2020-08-20