KORELASI ANTARA KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 AMBUNTEN

  • Sauturrasik Sauturrasik
Keywords: Kebiasaan Membaca, Kemampuan Membaca Pemahaman, Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Abstract

Sebagian besar soal-soal Ujian Akhir Sekolah menuntut pemahaman siswa dalam mencari dan menentukan pikiran pokok, kalimat utama, membaca grafik, alur/plot, amanat, setting, dan sebagainya. Tanpa kemampuan membaca pemahaman yang tinggi, mustahil siswa dapat menjawab soal-soal tersebut. Di sinilah peran penting membaca pemahaman untuk menentukan jawaban yang benar. Belum lagi dengan adanya standar nilai kelulusan, hal ini memicu guru bahasa Indonesia khususnya untuk dapat mencapai target nilai tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Adakah korelasi antara kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas XI IPA SMAN 1 Ambunten ? Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa besar korelasi antara kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas XI IPA SMAN 1 Ambunten.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Analisis Korelasional. Populasi siswa kelas XI IPA SMAN 1 Ambunten tahun ajaran 2014-2015 terdiri dari tiga kelas, dengan jumlah siswa 102 orang. Adapun sampel yang akan diteliti sejumlah 50 orang, Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling (acak). Random ini dilakukan dengan cara pengundian.Berdasarkan Hasil penelitian statistik menunjukkan bahwa nilai r hitung adalah 0,754 sedangkan r tabel adalah 0,279 dengan batas signifikasi 5%. Artinya bahwa nilai r hitung lebih besar daripada nilai r tabel, yakni 0,754> 0,279.Dengan demikian dapat disimpulkan berdasarkan hipotesis yang diajukan bahwa H0 ditolak pada taraf signifikasi 5%. Sedangkan hipotesis alternatif (H1) diterima, yang berarti terdapat korelasi yang positif antara kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman. Kriteria tingkat korelasi di atas, di mana nilai r hitung adalah 0,754 berarti berada pada rentang nilai di antara 0,600 sampai dengan 0,800, maka dapat dikatakan bahwa nilai-nilai kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas XI IPA SMAN 1 Ambunten mempunyai tingkat korelasi cukup.

References

Akhmad, S.H. 1996. Membaca 2. Jakarta: Cipta Karya.
Arikunto, Surhasimi. 1997. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Burhan, Jazir. 1971. Problema Bahasa dan Pengajaran Bahasa Indonesia. Bandung: GanatoNV.
Depdikbud. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Harimurti Kridalaksana. 1984. Kamus Linguistik. Jakarta: PT. Gramedia.
Heryanto, Yusuf. 2002. Pengantar Linguistik. STKIP Muhammadiyah Bogor.
Keraf, Gorys. 1993. Komposisi. Cetakan XI. Nusa Indah. Ende-Flores.
Mulyati, Yet. 1997, Membaca. Jakarta: Cipta Karya.
Nurhadi. 1989. Bagaimana Me-ningkatkan Kemampuan Membaca. Bandung: CV. Sinar Baru.
Rita. 1996. Pengantar Psikologi. Jakarta: Erlangga.
Rosidi, Ajib. 1983. Pembinaan Minat Baca Bahasa dan Sastra. Bina Ilmu. Surabaya.
Soedarso. 1989. Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: PT. Gramedia.
Sudjana. 1989. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.
Sugono, Dendy. 2003. Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Suhendar, ME. dan Pien Supinah. 1992. Pengajaran dan Ujian Keterampilan Membaca dan Keterampilan Menulis. Bandung: Pionir Jaya.
Sukardi, Dewa Ketut. 1987. Bimbingan Perkembangan Jiwa Anak. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Tampulonon, DP. 1987. Kemampuan Membaca Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. 1979. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Walija. 1996. Komposisi Mengolah Gagasan Menjadi Karangan. Jakarta: Penebar Aksara.
How to Cite
Sauturrasik, S. (1). KORELASI ANTARA KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 AMBUNTEN. LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA, 5(1). https://doi.org/https://doi.org/10.24929/lensa.v5i1.243
Abstract viewed = 118 times
PDF downloaded = 750 times