PENERAPAN DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPA SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX-I DI SMP NEGERI 1 KALIANGET
Abstract
Model pembelajaran Discovery Learning mengarahkan peserta didik untuk memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Penggunaan Discovery Learning, ingin mengubah kondisi belajar yang pasif menjadi aktif dan kreatif, pembelajaran yang teacher oriented ke student oriented, dan mengubah modus ekspository siswa hanya menerima informasi dari guru ke modus Discovery siswa menemukan informasi sendiri.
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Dengan metode penelitian tindakan kelas melalui dua siklus didapatkan data adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas IX-I SMPN 1 Kalianget dari rerata nilai 85,32 menjadi 98,61, dan dari keterlibatan siswa dalam belajar juga meningkat dari 86,57% menjadi 97,22%, sedangkan aktivitas dalam belajar dalam kegiatan kelompok keterlibatan siswa mengalami peningkatan dari 86,81% menjadi 97,22%.
Pembelajaran Discovery Learning dalam pembelajaran IPA akan meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar baik secara individu maupun secara kelompok. Meningkatnya aktifitas siswa dalam pembelajaran membuat siswa semakin bersemangat dalam belajar dan akan meningkatkan hasil belajar siswa.References
Hamalik, Oemar. 2008.Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Kemendikbud. 2014.Model Discovery Learning:Lampiran III:Permendikbud Nomor 58 Tahun 2014. Jakarta: Tidak diterbitkan.
Pongtuluran, Aris. 2000.Student - Centered Learning:The Urgency and Possibilities. Surabaya: Universitas Kristen Petra.
Sudjana, N. 2010.Penilaian Hasil Proses Belajar-Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Wahidmurni, dkk. 2010.Evaluasi Pembelajaran Kompetensi dan Praktik. Yogyakarta: Nuha Litera.