FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN IBU POST SC DALAM MENYUSUI BAYINYA DI RUANG MAWAR RSUD. Dr. H. SOEWONDO KENDAL

  • Ahmaniyah Ahmaniyah Program Studi DIII Kebidanan Universitas Wiraraja
  • Iva Gamar Dian Pratiwi Program Studi DIII Kebidanan Universitas Wiraraja
Keywords: Sectio Ceasarea, ASI, Prilaku

Abstract

Menyusui merupakan proses yang fisiologis untuk memberikan nutrisi kepada bayi secara optimal. Pemberian ASI ekslusif sudah diatur oleh peraturan Pemerintah Republik Indonesia no.33 tahun 2012. pengeluaran ASI pada ibu post partum normal lebih cepat dari pada post SC, Beberapa faktor yang mempengaruhi pengeluaran ASI pasca bersalin, yaitu stres setelah persalinan, nyeri, anastesi, melihat, mencium dan mendengar suara tangisan bayi. pada penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan prilaku ibu post SC dalam menyusui bayinya. penelitian ini penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional Responden pada penelitian ini berusia < 35 tahu (60%), pendidikan SMP sebanyak (40%) dan pekerjaan responden ibu rumah tangga (86,7%). Dan faktor yang paling dominan yang dapat mempengaruhi prilaku menyusui pada ibu Post Sc adalah ibu takut gerak atau takut jahitannya lepas. P value = 0,019 ( P value < 0,05 ) yang maknanya ada hubungan antara faktor – faktor (rasa sakit/nyeri payudara, puting susu pecah, merasa lelah, ASI tidak keluar dan takut gerak/takut jahitan lepas) dengan prilaku inu post partum SC. faktor rasa sakit/nyeri payudara, puting susu pecah, merasa lelah, ASI tidak keluar dan takut gerak/takut jahitan lepas merupakan faktor yang mepunyai hubungan terhadap prilaku ibu Post SC dalam memberikan ASI secara dini pada bayinya.

References

Achadyah, R. K., & Sestu Retno Da, M. (2017). Hubungan Kecemasan Dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (Imd) Pada Ibu Post Sectio Caesarea (Sc) Di Ruang Edelweis Rsud Jombang. Jurnal Bidan, 3(2), 30-37.
Asia, I. (International Baby Food Action Network Asia Unnual Report 2010). 2010. From Http://Www.Worldbreastfeedingtrends.Org/Report/South_Asia_Report.Pdf
Desmawati, D. (2013). Penentu Kecepatan Pengeluaran Air Susu Ibu Setelah Sectio Caesarea. Kesmas: National Public Health Journal, 7(8), 360-364.
Februanti, S., Hartono, D., & Kartilah, T. (2019). Relationship Between Post Sectio Caesarea Characteristics With Exclusive Breastmilk Giving In Tasikmalaya Indonesia. Paper Presented At The 1st International Conference On Inter-Professional Health Collaboration (Icihc 2018).
Hanifa, F., & Mufdlilah, M. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengeluaran Air Susu Ibu Setelah Tindakan Sectio Caesarea Di Rs Pku Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2015. Stikes'aisyiyah Yogyakarta.
Kause, M. N., Trisetiyaningsih, Y., & Sukmawati, A. S. (2016). Onset Pengeluaran Kolostrum Pada Ibu Post Partum Dengan Persalinan Normalvlebih Cepat Daripadavpersalinan Sectio Caesaria. Media Ilmu Kesehatan, 5(3), 193-199.
No.33, P. R. (2012). Peraturan Pemerintahrepublik Indonesianomor33 Tahun2012tentangpemberian Air Susu Ibu Eksklusif. From Http://Www.Hukor.Depkes.Go.Id/Uploads/Produk_Hukum/Pp%20no.%2033%20ttg%20pemberian%20asi%20eksklusif.Pdf
Ri, B. P. D. P. K. K. (2013). Riskesdas 2013. From Http://Www.Depkes.Go.Id/Resources/Download/General/Hasil%20riskesdas%202013.Pdf
Rompis, O., Tumurang, M. N., & Raule, J. H. (2018). Faktor–Faktor Yang Berhubungan Dengan Inisiasi Menyusui Dini Di Rumah Sakit Siloam Manado. Paradigma, 1(5).
Taek, A. D. (2018). Survey Pelaksanaan Mobilisasi Dini Pada Ibu Post Sectio Caesarea Di Rsud Prof. Dr. Wz Johannes Kupang. Chmk Midwifery Scientific Journal, 1(2), 28-28.
Published
2019-05-29